Memory After Memory

Memory After Memory
Permohonan


__ADS_3

Bella merutuk perbuatannya sendiri,


Pagi hari dia dapatkan dirinya tidak mengenakan sehelai kain pun hanya selimut tebal menutupi tubuhnya yang polos berkulit putih mulus.


Dia terus mengacak rambutnya sambil menggeleng 'bagaimana aku bisa melakukan ini' batinya


dan Ray pria itu tidak ada di dalam kamar kemana dia setelah berhasil merenggut kep******ku


Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu kamar di buka.


"sudah bangun bel, aku baru saja ingin membangunkan mu"


"apa yang terjadi? kenapa aku bisa di sini" Ray mendekat dan duduk di pinggir nakas.


"Kau tidak mungkin lupa kan, semalam kau mabuk berat honey-"


"Stop- Jangan panggil aku dengan sebutan itu" Bella mengangkat sebelah tangannya, matanya terpejam.


"Oke baiklah, sebaiknya kita sarapan dulu aku sudah membuatkan sarapan untuk mu tapi sebelumnya mandilah agar kau lebih segar" Bella melotot ke arah Ray, dan Ray pergi dengan senyuman lesung pipitnya.


Di kamar mandi Bella membersihkan tubuhnya, dia masih belum percaya bagaimana bisa dia menyerahkan tubuhnya untuk orang lain, dia menangis berteriak tapi rasanya tidak mungkin waktu dapat berputar ulang, andai dia tidak ke club kemarin pasti tidak bertemu dengan Ray. Ray bukan pria tidak baik, latar belakangnya juga sangat menjanjikan dia berasal dari keluarga kaya yang memiliki beberapa club malam di wilayah ini, wajahnya juga tidak kalah tampan, tapi kesederhanaan satria membuat hatinya lebih memilih pria tersebut saat kuliah dulu.


Lalu bagaimana sekarang, apa yang harus wanita itu jelaskan nanti tidak mungkin dia begitu saja menyerahkan Mulya dan satria pada Kenya. Bella memang egois, karena dari kecil aku selalu mendapatkan apapun yang aku mau.


Karena bagi Bella, kenya tidak pantas bersanding dengan pria yang pernah menjadi miliknya, pria tersebut harus dapat wanita sepadan dengan nya, wanita itu tidak akan pernah bisa tenang melihat mereka lebih bahagia dari pada dia.


Setelah selesai berpakaian Bella dengan enggan membuka pintu kamarnya, pikiranya ingin segera pergi dari tempat ini.

__ADS_1


Tidak ada selera untuk makan, Bella membuka pintu kamar dan berjalan ke arah pintu keluar.


"Mau kemana?" Ray bertanya pada ku tapi wanita itu hanya diam.


"Tidak sarapan dulu, jangan pergi dengan perut kosong Bella" Bella berhenti dan tetap diam.


"Jika aku membuat mu muak, aku akan masuk kedalam kamar selagi kau makan" kata-kata Ray membuat mata Bella berkaca-kaca, seandainya pria itu Mulya atau satria aku pasti bahagia saat ini.


"Tidak perlu Ray, aku hanya ingin menenangkan diri, terimakasih sudah membuatkan sarapan untuk ku. dan masalah semalam aku harap kau melupakannya, aku sedang hilap dan aku menyesal" tanpa menunggu jawaban dari Ray, Bella membuka pintu apartemen itu dan keluar, air mata yang dia tahan akhirnya jatuh juga.


Seminggu sudah Bella di sini, di apartemennya dia merutuki dirinya atas kejadian sebulan yang lalu.


Mulya juga tidak menghubunginya, setelah kejadian kemarin Mulya terbang ke jepang untuk perjalanan bisnis dia bilang akan pulang 2 minggu lagi. Ray setiap hari selalu mencoba menghubungi Bella, dia takut terjadi apa-apa dengan wanita itu. Tapi tak satu pun pangilan dan pesan dari Ray di balas wanita cantik itu.


******


Kenya melihat pantulan dirinya di cermin, senyum manis gadis itu terukir disana, dia kembali mengingat kejadian malam sebelum Iras berpamitan pergi ke Jepang untuk perjalanan bisnisnya.


'Key aku di depan rumah mu, bisa keluar sebentar' wanita itu membuka jendela dan melihat cinta pertamanya di depan pagar rumahnya, dia tidak membalas pesan itu tapi langsung keluar menuju pagar rumahnya.


"Iraz, ini sudah malam ada perlu apa ke rumah ku?"


"Aku hanya ingin bicara sebentar" ku lihat pelipisnya berdarah dan sedikit lebam, ada apa sebenarnya.


"Apa aku tidak di persilahkan masuk?" Iraz mengerutkan keningnya.


"Boleh tapi di teras saja yah, orang tua ku sudah tidur" aku hanya tersenyum lalu membuka gembok pagar rumah ku.

__ADS_1


"Silahkan duduk, tunggulah disini sebentar aku akan kembali" aku masuk ke rumah dan mengambil kotak P3 ku dan air mineral. aku segera keluar dan membuka kotak itu, entahlah jiwa kemanusiaan ku tiba-tiba keluar.


"Kamu kenapa, datang larut malam dengan luka seperti ini?" Iraz tidak langsung menjawab dapat ku pastikan tatapannya tak lepas dari wajah ku. Aku membersihkan lukanya dan mengoleskan cream pada bagian yang terluka lalu menutupnya. Sampai aku merapikan kembali kotak P3 ku, Iraz masih tetap diam kali ini dia menunduk.


"Minumlah, maaf hanya ada air mineral" dia mendongakkan kepalanya dan minum, aku tidak keberatan juga jika dia tidak jujur padaku, bukannya tidak ada hubungan diantara kami, aku sadar itu dan tidak mau banyak menuntut.


"Key, besok aku berangkat ke Jepang kurang lebih 2 minggu" dia kembali menatapku intens.


'loh apa hubungannya denganku' batin ku


"Sebelum aku pergi, aku hanya ingin mengatakan ini, Aku dan Bella kami sudah putus hubungan, alasan aku tidak melanjutkan hubungan kami karena hati ku telah memilih orang lain" awalnya di memejamkan mata dan menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya, ada perasaan senang iraz putus dengan Bella, tapi dia bilang dia telah menyukai wanita lain ada rasa sakit di hati ini mendengar nya, lalu kenapa dia jujur padaku, apakah gerak-gerik ku menunjukan aku menaruh hati padanya, dan dia datang untuk menyuruhku jangan menyukainya lagi.


"Maaf Iraz sudah malam, besok kamu juga akan berangkat ke bandara jadi sebaiknya istirahatlah lebih awal" aku ingin beranjak masuk ke dalam rumah, rasanya malu jika Iraz melihat air mata ku, aku sedih bukan karena dia akan pergi besok, tapi karena ada wanita lain yang telah dia cinta.


"Key tunggu sebentar, aku belum selesai bicara" dia menahan tangan ku dan langsung ku gubris.


"Maaf Iraz, aku tidak tau maksud kedatangan mu apa, diantara kita hanya sebatas teman biasa, jadi sepertinya kamu salah jika berbicara tentang masalah pribadimu pada ku" duhh hati ini tidak bisa mengontrol emosi saat di depannya, please key dia bukan untuk mu.


"Kenya, temani saya ngobrol sebentar yah tolong jangan masuk dulu" dia membalik kan badan ku dengan kedua tangan nya, dan aku hanya menunduk karena mata ku yang sudah berkaca-kaca tentunya.


"Maaf Iraz, mungkin lain kali ini sudah larut malam, pulanglah" dan air mata ku jatuh tanpa bisa ku bendung lagi.


"Iraz..." aku ingin mendorong Iraz untuk menjauh tapi dia malah memeluk ku, air mataku mulai membasahi kemejanya.


"Aku tau pilihan hati ku benar, makanya aku kemari" apa maksudnya dasar pria aneh.


"Tunggu aku pulang, jangan terlalu dekat dengan pria manapun, apalagi satria, aku tidak suka!" apa-apaan dia mengaturku seenaknya, aku ingin melepaskan pelukan nya tapi dia semakin erat memeluk ku.

__ADS_1


"Aku permisi pulang dulu key, dua Minggu lagi kamu adalah orang pertama yang akan ku temui" ehh apa sih maksudnya, dia menakup wajahku lalu mencium kening ku, dapat ku rasakan aroma nafasnya membuat dadaku kembali bersesir.


Dia melambaikan tangannya pada ku, aku hanya mematung melihatnya menjauh dari pandangan ku.


__ADS_2