Memory After Memory

Memory After Memory
Pengajuan Resain


__ADS_3

Malam sudah menunjukan pukul 23:00 tapi mata ini belum mau terpejam juga, menangis-menangis itulah yang kulakukan kembali saat sampai di kost an ku.


Sudah sebulan ini ayah dan ibu ku memutuskan untuk pulang ke Jogya di mana tanah kelahiran ibu ku, sedikit uang hasil pensiun di gunakan ayah dan ibu untuk modal membuka toko pakaian batik disana, sedang kan rumah kami di kontrakan. Tadinya ayah menyuruhku untuk menempatinya, tapi karena terlalu besar kalau aku harus tinggal sendiri disana dan lokasinya dengan rumah sakit sedikit jauh, jadi aku putuskan untuk kost di dekat rumah sakit, selain bisa menghemat ongkos aku bisa sedikit menabung.


Ayah dan ibu ku kembali menanyakan apa aku akan ikut mereka ke Jogya, ibu takut aku akan kesepian dan pola makan ku yang berantakan membuatnya khawatir penyakit lambung ku kumat.


Aku kembali membuka layar ponsel ku, belum ada pesan juga dari nya, lalu aku membaca pesan dari ibu "Key sudah makan belum, jaga kesehatan ibu tidak mau kamu sakit, kalau kangen kami kemarilah ibu, ayah dan keluarga di sini akan senang" Aku kembali menangis


'Ibu aku merindukan mu, aku ingin di peluk oleh mu, aku sedang sakit ibu, dia tidak mencintai ku tapi kenapa selalu ingin dekat dengan ku, dan kenapa hati ku tidak bisa menolaknya, ibu hati ku luka ibu aku bisa mati jika aku bertahan disini aku ingin pulang dan menyerah saja ibu'


aku menjerit mengeluarkan sesak di dadaku Iraz kau laki-laki jahat mempermainkan hati ku seperti tidak ada harga nya saja aku di hidup mu, aku penyesalan menyia-nyiakan waktu untuk penantian 15 tahun mencintai mu. "Cukup hati ikhlas lah kamu berharga, akan ada laki-laki baik yang melihat mu bukan hanya dari fisik, yang menerima mu dan keluarga dengan sepenuh hati" lirih suara ku


Untungnya keesokan harinya aku libur, jadi aku tidak perlu pusing menutupi mata ku yang bengkak karena semalam, entahlah jam berapa semalam aku tidur mungkin karena terlalu lelah menangis aku akhirnya memejamkan mata.


Aku menelpon ibu ku untuk memberikan kabar padanya,


"Halo ibu, maaf semalam aku mengantuk jadi langsung tidur"


"Tidak apa-apa nak, kamu sehat kan nak?"


"Iya ibu, kenapa ibu suaramu tidak terlihat baik-baik saja, apa ada masalah?"


"Ayah mu Jatuh pagi tadi saat sedang membuka toko, tidak sengaja motor melintas dengan kencang dan menabrak ayah mu, ibu sedang di UGD sekarang nak"


"Ibu .... ibu kenapa tidak langsung memberitahukan ku, lalu bagaimana keadaan ayah!" aku panik dan sedikit berteriak saat bicara dengan ibu, air mata ku mungkin sudah habis tak satupun air mata ini menetes.

__ADS_1


"Tenang ndok, ayah baik hanya luka ringan saja, kakak mu juga ada disini menemani ayah"


"Baik ibu, aku akan mentransfer uang untuk biaya pengobatan ayah, aku akan segara pulang ibu, tunggulah"


"Tidak perlu ndok, kami baik-baik saja, tabungan ayah dan ibu juga masih ada"


"Baiklah Bu, yang sabar yah Bu, aku sangat menyayangi kalian, salam sayang ku untuk ayah Bu, semoga lekas pulih assalamualaikum"


"iya nak jangan khawatir yah walaikumsalam"


Hari ini aku shift pagi, kemarin aku telah menulis surat pengunduran diri ku dari rumah sakit, aku telah mempertimbangkannya aku akan menyusul orang tua ku ke Jogya, bertahan disini hanya akan membuat ku terus terluka, aku akan pelan-pelan menyembuhkan luka itu, apalagi ayah sedang sakit pasti membutuhkan waktu untuk sembuh, toko yang baru beberapa hari kami buka tidak ada yang menjalankan padahal itu mata pencaharian untuk keluarga ku saat ini.


"Kenya... sudah lama disini" aku duduk di depan kantor HRD rumah sakit menunggu Bu Ani kepala HRD di RS ini.


"Belum Bu baru saja"


"I-ini Bu saya ingin mengajukan Resain"


"Kenya, apa kamu sudah pikir baik-baik" Bu Ani menerima surat yang aku berikan padanya dan membacanya, sepertinya dia tidak percaya akan keputusan ku.


"Kenya, performa mu di rumah sakit ini bisa di bilang baik, kamu tidak pernah terlibat masalah apapun dengan atasan, rekan kerja dan pasien, kalau mau tau bulan depan nama mu masuk kandidat kepala ruangan yang artinya kamu di percaya oleh rumah sakit ini karena kamu bekerja secara profesional! boleh ibu tau alasannya kenapa mengambil keputusan ini?"


"Iya ibu, maafkan saya.. keluarga saya sedang membutuhkan saya, ayah saya sedang sakit Bu Bu"


"Baiklah kamu boleh mengambil cuti dulu, kalau kamu mau sambil memikirkan kedepannya, apa mau lanjut bekerja atau resain dari rumah sakit ini"

__ADS_1


"Baik ibu saya akan pikirkan kembali, apa boleh besok saya mengambil cuti"


"Silahkan kenya, bicaralah pada kepala ruangan mu mengenai cuti mu"


"Baik sekali lagi terimakasih ibu Ani, aku tidak akan melupakan mu" aku memeluk erat tubuh gemuk itu, setidaknya dia salah seorang yang sangat baik kepadaku di rumah sakit ini, dia sangat tau kinerjaku dan selalu memuji perilaku ku yang ramah dan sopan kepada semua orang"


Saat aku dinas, teman satu shif ku mengatakan dok Bella sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit ini kemarin, syukurlah aku setidaknya aku tidak akan bertemu dengan nya saat ini.


"Suster key aku dengar kamu akan resain"


"iya sus mia, ayah ku sakit dan aku harus membantu ibu mengurus usahanya"


"Sayang sekali sebenarnya karier mu baik di rumah sakit ini, bulan depan aku dengar nama mu masuk promosi sebagai kepala ruangan anak"


"Iya sus mia aku juga telah mendengarnya dari Bu Ani, tapi keluarga lebih membutuhkan ku, aku tidak mungkin egois"


"Baiklah aku sangat kehilangan mu pastinya, kamu wanita yang baik"


"Aku juga sangat menyayangi mu sus mia"


Saat pergantian shif aku berpamitan kepada rekan sejawat ku juga kepala ruangan ku, aku memeluk mereka satu persatu saat operan shif, sangat berat mengambil keputusan ini untuk ku, karena banyak sekali kenangan di rumah sakit ini, aku pasti akan sangat merindukan kalian.


"Salam untuk kedua orang tua mu key, jaga dirimu disana semoga keputusan mu bisa berubah yah, kami menunggu mu kembali" Ibu Yuni kepala ruangan VIP masih berharap aku kembali bekerja di rumah sakit ini.


"Terimakasih Bu atas semua ilmu dan kasih sayang mu selama ini, kau sudah ku anggap seperti ibu ku sendiri" air mata ku sudah tidak bisa terbendung lagi, saat memeluk kepala ruangan VIP ku itu.

__ADS_1


Sebelum pergi aku menyusuri setiap lorong rumah sakit, untuk mengenang saat-saat aku berada disini, taman, masjid, ruang poli, rawat inap dan semua yang ada di rumah sakit ini, aku akan selalu mengenang kalian dan isinya.


Tiket kereta juga sudah ku pesan, pemberangkatan ku malam ini jadwal kereta terakhir, jadi aku harap besok pagi aku sampai ke kota tujuan ku.


__ADS_2