Memory After Memory

Memory After Memory
Motor an


__ADS_3

Kami tiba di parkiran yang aku lihat tempat ini di dominasi kendaraan roda dua.


"Ehh... iya lupa bilang aku bawa motor hari ini key" Cowok ini berhenti mendadak, hampir saja aku menabraknya.


"kamu ngak keberatan kan naik motor sama aku?" tanyanya ragu-ragu


"Eum emang kenapa raz? naik apa saja yang penting selamat sampai tujuan" aku menggelikan bahuku


"Insyaalloh, kamu aku pastikan selamat sampai tujuan".


Blur! langsung merona nih muka, aku memalingkan wajahku semoga dia tidak melihat.


"Dimana alamat rumahmu?"


dia membuka jok motornya dan mengeluarkan satu buah helm putih.


"Kos ibu Nani jl. merpati no. 5"


aku menjelaskan, lokasi tempat ku tinggal lalu dia menyerahkan helm putih itu kepada ku.


"Pakai ini biar lebih aman"


"Terima kasih" sementara aku memakai helm itu, Iraz sepertinya melangkahkan kakinya ke tempat penitipan helm, iya benar dia mengambil help hitam miliknya.


"dah siap, yukz!" ajaknya yang sudah lebih dulu mendudukkan pan***nya di jok depan motor.


sementara aku mengikuti di belakangnya.


Cuaca di luar gedung parkiran ternyata tidak mendukung, baru 5 menit motor ini melaju, sudah ada butiran-butiran air menerpa tubuh kami.


"Gerimis key, gimana mau lanjut atau neduh dulu?"


"Lanjut aja yah raz, dah malam soalnya" semoga hujan nya msh bisa di tunda sampai kami tiba di rumah masing-masing.


"Ehmmm... Pegangan yang Kencang yah key, aku sedikit ngebut!" ini perintah atau gimana sih, aku harus pegangan dia atau besi belang jok yah? saat pikiranku masih binggung, Iraz melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. sontak aku terdorong ke depan dan kedua tangan ku sudah melingkar erat di pinggangnya.


kami hanya diam selama perjalanan.


"Takut yah key? maaf yah kan ngak lucu kalau hujan-hujan nan"


"ehmm sedikit" aku takut dia merasakan denyut jantungku yang sedang bergemuruh, lepasin ngak yah nih tangan. Lampu merah kami harus berhenti sejenak, aku baru akan menarik tangan ku dari pinggangnya, tiba-tiba Iraz menggenggam tangan ku.


"Tangan kamu dingin key, disini biar hangat" dia memasukan telapak tanganku ke kantong jaketnya.

__ADS_1


bodohnya aku kok ngak bisa nolak yah.


Akhirnya smpai juga aku segera turun, syukurlah untung tidak jadi hujan.


"Makasih yah raz untuk hari ini" aku mengembalikan helm putih itu padanya. Dia hanya mengangguk sambil tersenyum kepadaku, Oh Tuhan senyumnya apa bisa di kondisikan.


"Oh ya key, boleh pinjam Hp mu? aku mau telepon seseorang, baterai ku habis sepertinya"


"I-ya boleh" aku mengambil hp ku di dalam tas, lalu menyerahkan padanya. ku lihat dia menekan beberapa digit angka, lalu mengembalikan hp itu kepadaku


"Thanks key, aku pulang dulu yah" dia memakai helm nya, lalu menyalakan stater motornya.


"Iya hati-hati raz"


"Besok pagi aku jemput yah" dia sepertinya mengatakan sesuatu, tapi aku tidak jelas mendengarnya.


ahh sudahlah, aku naik ke lantai dua kos-kosan ku.


Seperti biasa aku sholat isya dulu sebelum tidur, ahh capek sekali rasanya hari ini. ku ambil benda pipih panjang yang ku taruh di atas meja belajarku, banyak pesan masuk ternyata dari aplikasi berlogo hijau, ku buka pertama dari dosen ku yang menginformasikan aku lulus dengan nilai baik, dari Lina yang bilang mau pulang kampung sehabis ujian karena mamanya sakit, dari ibu ku yang selalu memberiku semangat


'halo anak cantik ibu, semangat yah ujiannya semoga dipermudah jalannya oleh Alloh, jangan lupa berdoa yah sayang'


lalu pesan dari beberapa teman kampus dan teman lamaku yang lain, dan ini siapa yah namanya belum aku save sepertinya aku buka


'Good night kenya, see you tomorrow' ini dari siapa yah, aku balas ngak yah? lalu aku memilih untuk tidak membalasnya dan tidur.


Sabtu pagi hari ini, males banget rasanya bangun pagi. setelah sholat subuh aku memejamkan kembali mata ku sudah seminggu ini aku kurang tidur mungkin hanya 4-5 jam sehari itu juga tidak bisa nyenyak.


'Derrrrrttt.......dreeettt...'


Handphone ku bergetar, padahal sudah mode off sepertinya.


Nomer tidak ku kenal menelepon ku


'Halo...Assalamulaikum!' aku mengangkat pangilan tersebut.


'Waalikumsalam baru bangun key' tanya seseorang dari sebarang sana.


'I-raz?' tanya ku tak percaya.


'iya ini iraz! 30 menit lagi aku jemput yah key' What jemput, emang ada janji apa yah aku sama dia!


'tapi raz kita mau kema-' aku belum selesai bicara

__ADS_1


'see you key, assalamulaikum'


'walaikusalam' ahhh aku menghela nafas kasar apa-apan sih dia seenaknya aja.


aku mandi kebo jadinya 30 menit yang benar saja, aku memilih baju apa yah akan ku kenakan. celana panjang Levis dan kaos putih lengan buntung di tambah sweater panjang cream. Ku sisir rambut panjang ini, ku ikat kuda asal saja.


gawai ku berbunyi kali ini "halo"


'aku sudah di bawah yah key'


'Ohh.. iya tunggu sebentar raz'


seperti biasa yang di sebrang sana mematikan sambungan telepon.


aku menuruni tangga dan ku lihat dia berdiri di depan motornya, sumpah demi apa ganteng banget sih Iraz, dia kenakan celana Levis abu, atasan kaos dan luaran kemeja garis-garis biru di tambah kacamata hitamnya bikin naik 99 % nilai ketampanannya.


"kok pagi banget sih ras, aku kan masih ngantuk tau" ku kucek mata ku asal


"gitu yah, kenapa ngak bales pesan ku semalam, aku kan bisa datang lebih siang" dia menunjukan pesan berlogo hijau dari hape nya.


"itu... semalam aku ngantuk sekali, jadi udah ngak kuat buat bales pesannya" ngeles banget yah aku, padahal aku ngak tau itu pesan dari Iraz.


"ayo....naik" dia memberikan ku helm putih semalam.


"kita mau kemana sih yah raz?" tunggu aku masih bingung sambil mengerutkan dahi.


"kamu lupa, qila udah nungguin tuh, kita kan dah janji buat ceritain film yang kita tonton kemarin ke qila" Iraz mengambil helm putih dari tangan ku dan memasangkan ke kepala ku. tingkahnya selalu saja dadakan kayak gini, bisa-bisa bikin jantung aku loncat, aroma nafas mint nya hampir saja buat ku melayang.


"yuks... " tiba-tiba aku tersadar, iraz sudah menyalakan stater motor.


lalu aku mendudukkan pan***ku di jok belakang.


"pegangan yah key"


"ah.... mau ngebut lagi?" tanyaku cemas dari belakang punggungnya yang kekar.


"ngak sih" sepertinya dia salah bicara, karena tangan ku, ku taruh diatas tas ku


"Iya, pelan-pelan saja, aku agak takut kalau kamu naik motor kayak semalam"


"kamu takut? iya aku janji ngak akan ngebut lagi kalo jalan sama kamu, kecuali dalam keadaan darurat yah kayak semalam" suaranya lembut bisa ku dengar dengan jelas, beneran dia berjanji hanya demi ucapan aku yang takut kalo naik motor ngebut.


"eum..." ini kenapa jadi banyak kupu-kupu di sekitar aku sih ..... lol

__ADS_1


__ADS_2