
"Key gw sama Rita otw nih, assalamualaikum" suara telepon di sebrang sana.
"Iya Vic gw hampir siap, Walaikumsalam" kataku sambil melihat cermin, sebenarnya sama sekali belum siap karena aku tidak tau harus pakai pakaian apa, sedangkan hanya beberapa kaos dan celana jeans yang aku punya.
"Ah.." aku duduk di sudut ranjang ku, percuma aku bolak balik ini baju tidak ada yang menarik.
ku ambil sweater Lilac dan jeans hitam ku, sepatu flat hitam dan rambut ku gerai dengan tambahan jepit rambut mungil nah selesai.
Tin..tin.. kudengar suara klakson mobil Vicka, aku segera berlari keluar dari pagar menghampiri mereka.
"Hay semua" baru saja aku dudukan b****g ku di bangku belakang, mereka menoleh kebelakang dan langsung memasang muka juteknya padaku.
"kalian kenapa, ada yang salah yah" tanyaku seperti orang bodoh.
"key Lo yang bener aja donk, kita tuh mau ke cafe bukan ke kampus" Vicka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"duhh mana ngak dandan sama sekali lagi nih anak" tambah Tyas kulihat dia menepuk tangannya ke kepala.
__ADS_1
"Aku mana punya alat make up sih, yah sorry kalo gw bikin malu, gw nggak ikut gak papa kok guys kalian aja"
aku yakinkan mereka, emang aku nggak pengen pergi dari awal.
"Tyas tolong Lo pindah belakang, nih peralatan make gw" Vicka mengeluarkan tas yang gw yakini peralatan make up nya.
Tyas Sudah ada di jok belakang, kapan masuknya nih anak, dengan lihai tyas memoles wajahku, dia berbakat karena memang mamanya buka salon kecantikan di ruko depan rumahnya, karena dia anak perempuan satu-satunya jadi dia mau ngak mau harus bisa.
"Kenya Lo tuh sebenernya dah cantik dari Sono nya, kita aja kadang iri sama Lo, ngak pernah pake produk macam-macam kulit Lo bisa putih dan bersih gitu"
"apaan sih Lo,,, udah ah jgn menor-menor nanti gw malah kayak badut Pancoran lagi" ku kerutan mulutku sambil menunduk menahan malu.
iya sih banyak yang bilang seperti yang Tyas katakan, dari aku sekolah selalu saja banyak yang tertarik padaku, entah itu teman sekelas, atau pun kakak kelas. Di kampus juga orang kenal aku bukan hanya prestasi ku tapi karena wajah ku yang kata orang-orang cantik dan lugu.
"dah Selesai..... gimana Vic" tanyanya setelah memoleskan lipstick warna peace ke bibir ku.
"ini key atau Alisa Subandono yah"
__ADS_1
Vicka mengedipkan sebelah matanya, jari telunjuk dan jempolnya mengarah padaku.
bukan hanya Vicka yang bilang seperti itu, sebelum dia ada beberapa orang yang mengira aku sodara dengan artis itu.
aku langsung mengambil cermin pada tas make up Vicka
"ih... Lo berbakat banget si Tyas, kok gw jadi beda gini"
"maksud Lo.." tanyanya sambil tersenyum lebar.
"iya agak cantik gitu" aku malu takut di bilang ke pede an
"Lo emang cantik key, tapi hari ini tambah cantik" sambil merebut cermin yang aku pegang.
"kalian tuh kesayangan banget sih...thanks yah buat semuanya" Vicka berhamburan dari kursi depan lalu kami bertiga saling berpelukan
"Udah yuk nanti keburu malam" Tyas pindah ke bangku depan dan seketika Vicka langsung ambil alih stir dan melajukan mobilnya.
__ADS_1