
*PROF Kenya *
Sudah seminggu ini buket bunga Lily selalu menghampiri ku setiap hari, tapi dua hari ini aku belum menerima kiriman bunga itu lagi. Mungkin saja sang pengirim sudah bosan atau jenuh dengan permainan nya. Sudahlah aku harus bergegas hari ini aku akan datang ke acara nikahan kak Gilang dan anita, sebenarnya aku bukan antusias untuk melihat mereka bersanding di pelaminan, tapi lebih dari rasa penasaran ku dengan kehadiran sosok Iraz. Iya jujur hati ku ini masih sangat berharap bisa berjumpa lagi dengannya, walaupun mungkin kami akan menjadi orang asing satu sama lain, aku tidak akan berharap lebih dari sebelumnya.
Ya Tuhan rasa sakit ini datang lagi saat aku mengingatnya, aku takut kecewa dengan kenyataan bahwa dia sudah punya kekasih atau mungkin telah menjadi milik orang lain. Tapi aku harap aku bisa lebih kuat lagi dari sebelumnya, jika dia sudah memiliki dan di miliki seseorang aku harus benar-benar mengikis tempatnya di hati ku.
Aku mengenakan kebaya rose gold dengan bawahan celana hitam, rambutku di pilin di tengah, dengan hiasan jepit bunga kecil.
"Duh anak mama cantik sekali, jadi berangkat ke nikahan kak gilang? sama siapa ada barengan ngak key?"
"Vicka tadi bilang sih mau nemenin mah, tapi kok belum datang juga yah"
"Siang tante, sorry agak lama dikit tadi nganterin nyokap dulu ke arisan keluarga hehehee peace"
"Siang Vic, ya sudah kalian cepet berangkat sana, nanti keburu bubar acaranya"
"hiii hiii iya Tante kita jalan dulu yah"
"iya hati-hati..."
*******
"Bener nih udah ikhlas?" tanya ku pada Vicka.
"idih masih di tanya lagi, kalo aku dah yakin datang ke sini tuh artinya aku dah move on key" Vicka berdecak kesal
"Ihh gitu yah, ya sudah deh yuk kita turun"
Kami masuk ke dalam pintu depan di sana terhias mewah dan cantik rangkaian bunga mawar warna warni, lalu kami mengisi daftar tamu hadir dan mengambil sovenir mug mungil berinisial Anita & Gilang tertulis disana.
di dalam acara adat sudah berlangsung sepertinya, aku melihat Kak Gilang sangat gagah dan tampan dengan Jas yang membalutnya demikian dengan Anita sangat Cantik dan Anggun dengan kebaya merah maroon dan hiasan adat sunda di kepalanya sungguh pasangan yang serasi bagiku.
"Key aku ke kamar mandi yah, sebentar"
"Hemm... mau aku temani?"
"Ngak usah deh, kamu duluan aja yah"
ihh ini anak aneh banget pola nya, biasanya mau nya kemana aja di anterin.
Aku maju ke atas pelaminan dan menyalami mereka berdua
__ADS_1
"Kak selamat yah" kak Gilang memelukku lembut, dan membisikan sesuatu di telinga ku.
"Terimakasih key, jangan lupain kak gilang yah, kalo butuh bantuan kabarin kakak okeh"
"emmhhmm" terdengar dehaman seorang di sebelah ku.
"Maaf antrian masih panjang di belakang!" Pria ini lagi kenapa sih ada dia di acara ini batin ku meraung.
Kalau tidak menghargai kedua mempelai sudah ku cakar-cakar wajah tampannya itu. Aku melepaskan pelukan kak Gilang dan menuju ke arah Anita.
"Anita selamat yah, kamu sangat cantik hari ini"
"ini pasti yg namanya Kenya yah,,,"
"ahh iya aku Kenya" aku sedikit terkejut saat Anita mengenali ku.
"Pantes banyak yang naksir, kamu wanita yang cantik key" duhhh di puji oleh pengantin wanita yang notaben nya cantik bagimana aku tidak salah tingkah coba, pasti pipi ku sudah memerah saat ini.
"Iraazzz....." Anita memangil nama tersebut, dia ada di sini di sekitarku, diam-diam aku mulai menoleh tapi tidak ku temukan sosoknya, mungkin aku salah dengar.
"Selamat yah nit, aku ikut bahagia" Suara mulya di belakangku, sekilas aku melihat mereka berpelukan, seolah mereka teman dekat, aku agak risih melihatnya, bukannya Mulya kekasih bella tapi sepertinya pria itu tidak mengajak kekasihnya ke acara ini.
Ada notifikasi pesan masuk darinya
'Key sorry banget aku mendadak harus pulang, sepertinya syndrom panik ku datang' aku menggeleng kan kepalaku, aku tau ini pasti akan terjadi.
"Dunia ini terlalu sempit yah sampai harus bertemu kamu lagi" Wajah tampan itu lagi yang datang di hadapan ku, sejujurnya aku tidak ingin melihatnya, Kenapa dia selalu mengikuti ku ya Tuhan.
"Apa kamu berfikir aku mengikuti mu?" Aku menautkan alis ku, dan berbalik meninggalkannya.
Seorang yang ku kenal melewati ku, itu kan ibel dan Dendi sahabat iraz, aku menghentikan langkahku.
"Woh iraazz akhirnya kita ketemu disini" aku tersentak kaget saat mereka menyapa seseorang di belakang ku dengan sebutan iraz.
"Wettts bener kata ibel makin ganteng aja lo yang sekarang"
aku berbalik, berharap melihat sosok yang telah lama ku rindukan itu.
"Emang kemarin kurang ganteng" Pria itu meninju Dendi dan tertawa bersama.
'Tidakk,, tidak mungkin dia Iraz' wajahnya tidak sama, aku mungkin salah dengar karena terlalu merindukannya. Sebaiknya aku segera pulang, baru beberapa langkah aku merasakan kepalaku tiba-tiba pusing, lalu aku bersandar pada dinding dan mencoba memejamkan mata sejenak.
__ADS_1
"Sepertinya kamu kurang sehat ayo aku antar pulang" aku tersentak saat membuka mataku, pria menyebalkan ini ada di hadapkan ku lagi sekarang, iya siapa lagi kalau bukan Mulya.
"Maaf...! tapi saya masih bisa pulang sendiri" baru saja aku ingin beranjak keseimbangan ku hilang.
Tangan kekar seseorang mencengkram lengan ku.
"Kamu baik-baik saja"
"Aku baik, terima kasih" aku berusaha berdiri, dan melepaskan tangan Mulya dari lengan ku.
"Tunggu disini sebentar, aku segera kembali"
Pria itu pergi entah kemana, aku ingin pergi dari tempat ini tapi magh ku kambuh, aku memang belum sarapan dari pagi karena aku pikir aku dan Vicka akan melahap makanan yang tersaji di acara ini, namun nihil Vicka pergi meninggalkanku.
Dan aku sekarang terjebak disini, di dalam mobil Iraz, iya tadi dia kembali dan menuntunku ke dalam mobilnya, ngak banget sih aku bisa-bisanya sakit disaat seperti ini.
Sepanjang jalan aku hanya diam, setelah minum obat magh yang memang selalu ku bawa di tas ku, rasa sakit ku mulai berkurang.
Mulya masih fokus menyetir, sementara aku menatap jalanan ibu kota yang ramai.
"Bagaimana sudah baikan kah?"
Mulya bertanya tapi tatapannya masih fokus ke depan.
"Ehmm... Alhamdulillah sudah baikan"
"Key cepat sekali kamu melupakan aku!" suaranya lirih, ku tatap pria itu, yang masih fokus menyetir.
"ehh maaf, maksudnya apa yah, kamu Mulya kan trus?" aku menggaruk kepala ku yang tak gatal.
"Kenya Nadira Lestari apa kamu masih tidak mengenal ku!" dia menginjak rem dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Pria ini mengetahui nama panjang ku, apa aku pernah mengenalkan nama lengkap pada nya.
"Na-di-ra coba tatap mata ku, masihkah kau tidak mengenali ku"
Suara itu, aku mengingatnya "Vi-ras" suara ku menciit menyebut nama itu.
Pria di dihadapan ku tersenyum dan mengangguk.
"Maafkan aku Key, jika kau kecewa aku tidak pernah bermaksud berbohong kepada mu, tapi benar yang kau dengar aku adalah Iraz" Pria ini menatap mataku tajam dan dapat kurasakan dadaku mulai berdegup kencang, benarkah pria yang ada di hadapan ku ini Iraz.
__ADS_1