Memory After Memory

Memory After Memory
Bioskop XXI


__ADS_3

Pukul 17:00 ku injakan kaki ku di mall ini, mall yang cukup besar dan terkenal di kota ku. sebenarnya engan sekali untuk kesini, karena bukan klas ku baju-baju dan barang-barang yang di jual disini branded yang tentunya sangat mahal, mau makan saja sepertinya aku harus keluar mall di samping banyak pedagang kaki lima seingat ku.


Kalau bukan kepalang janji sama qila, mana kebayang aku akan kesini. 'hummffhhh.... ' ku buang nafas kasar ku, letih memang aku berfikir positif mungkin ini salah satu hiburan gratis untuk ku.


tapi kalau ku lihat judul film nya kok jadi males banget yah,,, aku menggaruk-garuk rambutku saat melihat antrian anak-anak kecil untuk masuk ke dalam bioskop.


beberapa orang dewasa ku tebak pasti mereka orang tua atau kakaknya.


"karcisnya kak!" mbak penjaga pintu masuk menegurku.


"ah iya ini mbak..." aku langsung menyerahkan tiket ku


"F8 yah kak nanti ambil sebelah kanan silahkan" pramuniaga itu mempersilahkan aku masuk.


"terima kasih..."


saat aku masuk gemuh suara anak-anak mengenai, sepertinya sudah tidak sabar menonton.


'F8...F8... nah ini dia' aku tempelkan pan*** ku ke kursi sofa berwarna merah ini ahh nyaman banget rasanya. Seketika mataku terpejam, lelahnya aku butuh istirahat batin ku.


"ehh.... bangun film nya sudah mulai, kamu kesini mau nonton atau mau numpang tidur?"


suara **** seorang pria yang sepertinya ingin ku dengar atau ku lupakan.


perlahan ku buka kelopak mata ku, lalu menoleh ke arah sumber suara.


"Ah Iraz..." what ya Tuhan kenapa ada makhluk ini lagi.


"ehmm... layar nya di depan bukan di sebelah kanan kamu" ah malu deh aku ketauan menatapnya, padahal aku cukup kaget karena kehadirannya, duhh sekarang mungkin pipi ku pasti sudah merona seperti udang rebus.


cepat-cepat ku alihkan wajahku menatap layar besar yang terpampang di depan ku.


Kami berdua terdiam cukup lama, padahal jantungku dari tadi tidak bisa diam.


"mau ngak?" dia menyodorkan segelas besar popcorn kearah ku.


"ehmm makasih, aku masih kenyang" aku berbohong, padahal aku sama sekali belum makan dari sarapan pagi ini.


"ohh, ngak suka popcorn yah?" dia bertanya padaku sambil mengunyah popcorn, tapi pandangannya tetap lurus ke depan.


"suka, tapi masih kenyang!"

__ADS_1


"Bagaimana ujian praktik mu, ap qila bertingkah?" dia bicara ke arah ku.


"Tidak kok, qila sangat kooperatif dan dosen ku suka dengan penyajian ku". Aku tanpa canggung bercerita, tentang ujian praktik kemarin pada Iraz.


"Bagus kalo gitu, aku ikut senang mendengarnya".


di tengah-tengah film kok aku mulai kedinginan yah, 'Hacchuuuh' sepertinya ada cairan putih bening melewati lubang hidungku. aku segera mengambil tissue, OMG lupa bawa tissue lagi aduhh gimana dong masa aku lap pake baju.


"Ini pakai saja" Iraz menyodorkan sapu tangan biru miliknya.


"Belum aku pakai kok, masih bersih" bukannya aku jijik, tapi aku takut dia yg jijik. Aku masih dalam keadaan menunduk mengambil sapu tangan itu, Ku bersihkan hidung ku, lega rasanya.


"Makasih ya, aku pinjam dulu, tissue habis aku lupa membelinya.


"Bukan hanya tissue, kamu pasti juga lupa membawa jaket" kok Iraz tau banget sih.


"Sini pakai, kamu merawat orang lain tapi jangan sampai lupa, diri kamu juga harus di rawat". Lelaki itu melepaskan jaketnya dan memakaikan ke pundak ku.


"Tidak usah I-"


"tunggu disini sebentar" baru aku ingin menolak untuk jaketnya, lelaki tersebut bangun dan berjalan menuju pintu keluar bioskop.


"ini hot coklat?" dia menyodorkan minuman hangat itu kepadaku, seketika lamunanku tersadar, tiba-tiba sudah ada saja ini makhluk di sebelahku , kapan datangnya ihh serem.


trz kok dia tau sih kalo aku suka banget coklat, aku terima ngak yah, tapi aku ngak bisa nolak please.


"Makasih raz" aku meliriknya sepertinya dia tersenyum puas.


"Makasih sudah jaga qila, seperti adik mu sendiri, dia jarang bisa akrab dengan orang apa lagi dia wanita".


"ehm.. kau sangat menyayanginya?" tanyaku sambil menyeruput minuman coklat.


"siapa qila?" aku mengangguk


"Sangat, dia seperti adik bagiku, orang tuanya sangat sibuk mengurus bisnis keluarga, sedangkan abangnya sudah sibuk dengan dunianya sendiri jadi qila suka di titipkan ke rumah kami karena ada mbak Yem dan aku yang menemaninya".


"Begitu yah, aku senang kok bisa dekat dengan qila dia cantik, dia anak yang pintar dan periang"


"Terima kasih key..." Senyumnya itu loh bisa dikondisikan kah? bisa-bisa buat yang di sebelahnya meleleh.


'apaan sih key, dia baik karena Lo baik ke qila GE-ER'

__ADS_1


Akhirnya film selesai kami keluar pintu Exist.


"Makasih yah raz, ini jaketnya" aku kembalikan jaket itu pada pemiliknya.


"kalau masih dingin pakai saja"


aku segera menggeleng


"udah hangat kok di luar sini, aku permisi dulu"


Aku ingin berlalu, tetapi Iraz memegang tanganku,,


"Temani aku makan yuk key, aku lapar!"


Ahh ngak salah nih, aku yang masih belum bisa mencerna ajakannya, jariku masih terpaut di jarinya, agak susah juga mengimbangi langkahnya yang panjang, kok kayak jadi pemaksaan yah, aku kan belum jawab 'Iya'"


Sampai di restoran kami duduk di bangku sofa, suasana resto ini bisa di bilang elegan, dengan lilin di tas meja, harga menunya sudah pasti mahal.


"kamu mau makan apa key?"


"sama saja dengan kamu" aku sebenarnya bingung untuk memilih menunya.


Akhirnya makanan di hidangkan, datang, ada berbagai macam menu tersaji diatas meja, ngak salah Iraz memesan begitu banyak makanan padahal kami hanya makan berdua.


"nambah key, masih banyak kok menunya"


gimana mo makan, kalo makanya di liatin kamu terus, mau enaknya kayak apa juga berasa hambar, iya ngak sih.


dan benar sisa makannya masih banyak dan Iraz meminta pramusaji untuk membungkusnya.


'Sayang banget yah kalo dibuang' batin ku


"yuk kita ke parkiran, aku anter kamu pulang!"


"ehh... anu... ngak usah Iraz, aku biasa naik trans kok, jaraknya juga dekat dari mall ini" aku menyodorkan tanganku untuk menolak ajakan nya.


"sudah Ngada penolakan!, qila berpesan begitu pada ku"


dan lagi-lagi dia menarik tangan ku dengan paksa.


Ohh Tuhan Iraz ternyata pemaksa tingkat dewa.

__ADS_1


__ADS_2