Memory After Memory

Memory After Memory
Bukan sebuah kebetulan


__ADS_3

-Jakarta- (3 tahun kemudian)


*Prof Author*


Tidak terasa waktu bergulir begitu saja, 3 tahun telah berlalu sejak Iraz memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 management di Prancis. Dalam kurun waktu yang lama itu tidak pernah terjalin komunikasi antara Kenya dan Iraz, dia fokus belajar agar cepat menyelesaikan studinya, mengembangkan perusahaan papa nya dan menemui seseorang yang selalu di rindukannya. Tapi pasalnya saat Iraz memasuki semester ke 2, dia mengalami kecelakaan yang mengharuskan dirinya melakukan tindakan operasi plastik atau rekonstruksi wajah karena wajahnya sebagian rusak, beberapa serpihan kaca melukai jaringan wajahnya. tapi bukan tambah buruk, tapi justru hasil operasinya membuat Iraz lebih tampan lagi dari sebelumnya.


Saat itu kondisi Iraz sangat tidak stabil dia tidak bisa menerima perubahan fisik pada dirinya, awalnya dia tidak mau menyetujui operasi tersebut, tapi dokter meyakinkan Iraz bahwa operasinya akan berjalan dengan baik asal Iraz bisa bekerjasama, dan mematuhi prosedur yang harus dijalani sebelum tindakan operasi juga mengontrol emosi kejiwaannya karena mempengaruhi proses pemulihan hingga lebih dari 8 bulan lamanya dan saat dia terpuruk Bella datang untuk memberinya semangat dan motivasi pada Iraz.


Iraz memang sebelumnya sudah pernah tau tentang Bella, dia seorang wanita cantik dari keluarga terhormat, anak dari teman mamanya yang akan di jodohkan untuk nya. Bella juga berprofesi sebagai dokter di Jakarta. Kebaikan dan perhatian dari Bella membuat Iraz bisa menerima dirinya sendiri, membuka hati untuk orang lain dan berusaha melupakan Kenya.


Dan disinilah sekarang Iraz berada,


"Pak Mulya ini berkas-berkas yang bapak minta dan ini makalah yang sudah kami siapkan untuk meeting siang ini pukul 11:00 wib" Seorang sekertaris cantik bernama Rena memberikan beberapa tumpuk berkas untuk dia periksa.


"Terimakasih Rena, tolong letakan diatas meja, kamu boleh kembali ke ruangan mu"


"Baik pak permisi"setelah map merah dan berkas lainya dia letakan diatas meja kerja, Rena bergegas meninggalkan ruangan pimpinannya.


Setelah selesai memeriksa berkas-berkas tersebut, Iraz membuka tirai jendela dan memandang langit yang cerah pada pagi itu. Iraz bergumam sendiri "sudah hampir 3 tahun ini aku berusaha melupakan mu key, maafkan aku" benar Iraz hampir saja menggantikan sebagian hatinya yang kosong saat itu dengan kehadiran bella, awalnya memang mudah sangat mudah kehadiran wanita itu bisa membuatnya melupakan Kenya dan hampir saja dia akan menyetujui keinginan mama nya untuk menikahi Bella.


Sampai saat itu Bella mengajaknya ke acara reuni kampusnya. awalnya iraz antusias menghadiri ajakan Bella dia ingin tau bagaimana Bella di lingkungan teman-temannya karena Bella hadir saat mereka sudah dewasa.


tapi tanpa di duga justru acara tersebut membawa nya kepada cinta pertamanya, sosok wanita yang dia rindukan dan ingin dia lupakan hadir cantik dan menawan saat itu. Kenya emang tidak menyadari kehadiran Iraz karena sebagian wajahnya berubah akibat operasi plastik yang dia jalani. awalnya iraz sedikit kecewa karena Kenya sudah menjadi pasangan seseorang yang dia tau dari cerita Bella bahwa orang tersebut bernama satria yang berprofesi sebagi dokter bedah di salah satu Rumah sakit terbesar di kota ini.


Iraz masih sibuk memandang langit pada siang hari ini, dari balik kaca besar ruangan di kantornya, sebentar lagi waktunya meeting akan di mulai dia harus datang lebih awal dari pada tamu undangan lainnya, dia ingin memberikan kesan bahwa pemilik perusahaan ini disiplin dan tepat waktu. Tapi sebelum dia akan meninggalkan ruangnya, asisten kepercayaannya masuk.


"Maaf bos mengganggu, aku hanya ingin memberikan mu informasi ini segera" seorang laki-laki berkumis dengan stelan jas memasuki ruangan.


"iya tidak apa dim"


"Tuan ini data yang anda yang anda minta kemarin tentang nona Kenya "


"Terimakasih dim, nanti bonusnya aku transfer"

__ADS_1


"siap bos......" laki-laki itu memberikan hormat lalu meninggalkan ruangan bosnya itu.


Iraz menyimpan map hijau itu dengan dengan hati yang berdebar, dia takut menerima kenyataan tapi keingintahuan nya tapi lebih besar tentang gadis itu.


____________$$$$$$$_____________


*Prof Iraz*


Selesai juga meeting siang ini, otak ku sangat lelah tapi juga senang karena diskusi tadi berjalan dengan baik.


Aku pejamkan mataku sejenak di sofa, belum juga aku tertidur aku mengingat sesuatu, map hijau pemberian dimas tadi, aku bergegas menuju meja kerjaku dan mengambilnya. ku buka lembaran pertama isi dari map itu,


"Kenya Nadira Lestari " aku membaca kembali nama itu sambil menghela nafas.


"SDN 22 Jakarta" suara ku mengecil, dia pernah bersekolah di SDN 22 bukan kah aku jga pernah bersekolah di tempat yang sama walaupun hanya 4 tahun lamanya. siapa Kenya aku asing dengan nama itu, aku berfikir keras mencoba mengingat nama-nama teman ku, dan membuka beberapa sosial media teman SD ku.


"Na-dira.... kau kah itu, yah aku mengingatmu sekarang!"


*****


Setelah aku tau dimana tempat dia tinggal, aku sering menunggunya keluar dari gang rumahnya hanya sekedar untuk melihatnya sebentar sebelum bekerja, itu membuatku lebih bersemangat dari biasanya walaupun dari jarak yang bisa di bilang lumayan jauh.


Aku juga beberapa kali mengirimkan buket bunga Lily untuknya, bagiku dia seperti bunga Lily putih dia cantik, anggun, ramah dan pintar yang dia sosok yang sangat aku rindukan.


******


Saat aku libur lagi-lagi aku tidak dapat menahan rasa rinduku, jadi aku putuskan untuk menunggunya di tempat yang sama berharap bisa bertemu dengannya sebelum aku berangkat kerja, iya benar dugaan ku, Kenya lewat di depan mobil ku wajah cantiknya membuat pandangan ku tak lepas dari nya, bahkan aku melihat beberapa pasang mata menatap nya seperti ku, aku sungguh tidak rela. Tapi kali ini penampilannya berbeda, aku menelpon Dimas untuk mengikuti Kenya karena hari ini aku ada pertemuan mendadak dengan klien. Aku mendapat laporan dari Dimas, Kenya makan siang bersama 2 orang temannya, dan aku sepertinya mengenal kedua orang itu, lalu aku berpesan pada dimas untuk mengirimkan satu buket bunga Lily untuknya.


Setelah urusan ku telah selesai aku, menunggu Kenya pulang di taman menuju rumahnya, hari sudah senja dan ku lihat wanita itu menuju minimarket di depan jalan, aku mulai berfikir bukan kah tadi aku mengirimnya bunga tapi kenapa aku tidak melihat buket bunga tersebut, apa dia membuangnya atau memberikan pada seseorang tanpa ijin ku. Aku menjadi kesal seketika, kenapa dia tidak menyimpan bunga Lily pemberian ku. Emosi ku mulai tak terkontrol lalu aku menghampirinya.


"Hot coklat satu yah mbak!" aku memesan minuman yang sama dengan Kenya.


"Maaf mas sudah habis, tinggal kopi Americano dan hazelnut atau varian yang lainnya mungkin?" pelayan itu menjelaskan pada ku.

__ADS_1


"Tidak mbak, saya pengen hot coklat" Semenjak aku tau Kenya menyukai minuman itu, aku pun menyukainya.


"Satu hot coklat nya mbak!" pelayan itu menyodorkan satu gelas hot coklat pada wanita cantik di depan ku.


kasir itu memberikan satu gelas hot coklat kepada Kenya, tapi sebelum dia menyentuh gelas itu, tanganku lebih dulu mengambil gelas tersebut.


"Loh maaf mas itu punya saya!" dapat kulihat wajahnya sedikit tidak suka terhadapku.


"Maaf tapi saya bayar 5x lipat untuk satu coklat ini!"


"Kenya" aku pura-pura terkejut melihatnya.


"Mulya!" dia terkejut melihat ku


"Ya sudah ambil saja, aku sudah tidak ingin, tidak perlu bayar! dan jangan lakukan hal ini kepada orang lain, karena tidak semua milik orang lain dapat kau beli dengan uang!!"


aku tersenyum senang melihatnya kesal, rasa kesal ku terobati seketika.


"Dulu memang aku mencoba menerima keadaan, tapi sekarang aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan apa yang aku mau"


Aku menarik tangan nya dan menatap netra nya lekat, jarak kami hanya satu cm, darahku berdesir deras, hampir aku terjerat pesonanya.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud, dan tolong lepaskan tangan ku"


"Baiklah aku akan melepaskan mu kali ini, tapi tidak besok!"


"Kamu tidak berhak atas aku, dan aku tidak akan pernah dekat dengan orang seperti mu" aku tidak suka dia menunjuk ku seperti itu.


"Jangan pernah berbicara mendahului takdir nona Kenya!" ku balas dengan sentilan di dahi mulusnya.


"Dasar Kurang Ajar... !!!!" aku bisa mendengar teriakannya, tapi aku suka saat dia sedang marah, aku kini mengenalmu Kenya, aku mengingat semua tentang kita dan masa lalu.


'Rasa cinta yang dulu telah hilang kini bersemi kembali...'

__ADS_1


__ADS_2