
Aku pikir ibu akan mengajakku ke mall seperti biasa, sekedar cuci mata cari inspirasi untuk model produksi toko kami selanjutnya.
Tapi sepertinya aku salah, ibu mengajak ku ke Bridal dan salon terkenal di kota ku ini, aku hanya tau namanya pernah menghiasi stasiun televisi dan beberapa artis terkenal juga memakai jasanya.
"Ibu ngapain ke sini" suara ku sedikit berbisik padanya
"Ibu capek tadi habis pergi seharian, mau nyobain Spa katanya enak pelayanan nya di sini" aku hanya melongo melihat keinginan ibu ku, sejak kapan dia mau ke salon setahu ku membujuknya ke mall saja susah, kalau tidak aku bilang mau cari inspirasi produk.
"Mbak tolong kami mau paket lengkap di salon ini apa masih bisa"
"Baik Bu untuk ibu atau mbaknya yah"
"Untuk anak saya mbak, kalau saya mau potong rambut dan creambath saja" aku hanya mendengar dari jauh, perbincangan ibu dengan pegawai tersebut, aku mau protes tapi sudahlah mungkin ibu benar aku butuh sedikit memanjakan diriku sendiri.
Setelah selesai melalukan perawatan tubuh rasanya ringan sekali, wajahku juga sedikit lebih cerah di banding hari-hari sebelumnya.
Sambil menunggu ibu bicara dengan salah seorang teman nya, aku berkeliling etalase ruko ini, sedikit takjub dengan beberapa gaun pengantin yang terpampang indah pada patung peraga di sekitar salon, cantik sekali gaunnya sengat mewah dan berkelas sepertinya sangat fantastis harganya.
"Kenapa ndo ada yang kamu suka, kalo mau beli saja"
"Apaan sih ibu, masa aku beli beginian jodohnya aja belum keliatan"
"Yah makanya beli dulu, nanti jodoh mengikuti"
__ADS_1
"Ih ibu mulai deh"
"Oh iya mas Edo, perkenalkan ini anak bungsu saya"
"Masyalloh cantik sekali bu,, saya Om Edo pemilik Bridal dan Solon ini" om Edo memperkenalkan dirinya
"Kenya om" aku membalas dengan sedikit senyum padanya
"Terimakasih mas Edo ternyata pelayanan salon di sini sangat baik"
"Wah saya jadi tersanjung Bu"
"Oh ya boleh saya minta tolong sebentar bu" aku lihat om Edo mengamati diri ku
"Ini Bu ada customer saya harusnya hari ini kami janjian untuk fitting baju, tapi beliau tidak bisa hadir padahal dua hari lagi hari pernikahannya, jadi saya mau minta tolong mbak Kenya untuk mencoba baju ini, sepertinya customer saya mempunyai postur yang sama dengan anak ibu" Om Edo hanya menggaruk-garuk kepalanya
"Ahh begitu yah, kalau ibu terserah Kenya saja mas, Kenya mau bantuin om Edo kan" Ah ibu itu sama saja aku harus bilang iya kan.
dan akhirnya aku hanya mengangguk pasrah, Om Edo lalu menyerahkan kotak berwarna ungu muda kepada ku. Aku menuju ruang fitting baju bersama dengan salah satu pegawainya.
Masyaalloh gaun ini indah sekali, gaun pengantin lengan panjang, tidak terlalu megar bawahnya, warnanya putih tulang dengan hiasan Payet juga renda, puring nya sangat lembut. Orang yang memesan mempunyai selera yang sama dengan ku sepertinya.
Om Edo mengukur setiap detai bagiannya, dia selalu menanyakan pendapatku bagian mana yang kurang pada gaun ini, sambil tak berhenti untuk mengucap takjub dengan penampilan ku.
__ADS_1
begitupun yang ke dua ternyata kebaya bernuansa Lilac dan campuran peace warnya cantik sekali, yang ini lebih sederhana di bandingkan gaun pertama, sedikit terbuka pada area pundak, juga kain batik Jawa berwarna coklat muda sepertinya penggantinya akan memakai adat Jawa.
"Gimana Key suka ngak desain gaun dan kebaya nya"
"Kalo saya sih jujur suka banget om, siapapun yang memakai gaun buatan tangan om ini pasti sangat beruntung, tapi kan nanti bukan saya yang pakai om hehehe"
"Yah kalau dari sudut pandang kamu bagus, pasti yang pesan juga bilang bagus key"
"Kok bisa gitu om" kenapa aku tidak yakin yah
"Mak-sud om, yah karena yang pesan usia nya seumuran kamu pastinya seleranya sedikit sama"
"Bener juga sih om" aku balas tersenyum, ehmm aku rasa ada benarnya pendapat om Edo.
Akhirnya selesai juga fitting bajunya, om Edo sangat berterima kasih pada kami yang sudah mau membantunya, lalu dia memberikan kami voucher gratis untuk ke salon berikutnya, dia bilang aku boleh meminta perawatan apapun saat kembali ke salonnya, wah senang sekali perawatan disini kocek yang di keluarkan lumayan besar bagi kami.
kemudian setelah berbincang sebentar kami berpamitan pulang dan berjanji Minggu depan akan kembali ke salon ini lagi.
Sejujurnya aku sangat suka melihat pantulan wajahku di cermin dengan menggunakan kedua baju tersebut tadi, tapi hati ku sedikit sakit yang ada aku mengingat wajahnya kembali setelah sekian lama aku berusaha untuk tidak mencari tahu segala hal yang berhubungan dengannya.
Saat kepergian terakhirku dari Jakarta aku Sengaja mengganti nomer telephone ku, aku hanya menyimpan nomor sahabat-sahabat terbaikku saja.
aku juga keluar dari komunitas group aplikasi hijau ku dan media sosial lainnya. Mungkin aku sudah gila dengan menghukum diri ku sendiri, seminggu pertama nafsu makan ku benar-benar hilang, tidur pun tidak bisa nyenyak, sampai mag ku selalu menyerang setiap saat tapi tak sedikitpun aku tunjukan di depan wajah ibu ku, walaupun aku yakin dia tau. Minggu selanjutnya aku sibukkan diriku dengan mengurus toko, aku belanja bahan dan mencari ide untuk pembuatan produk baru cara itu efektif membuat aku sedikit lupa akan kesedihan ku, walaupun aku harus keras pada hati ini agar mengikhlaskan semua nya. Lambat laun aku benar-benar lupa akan bagaimana sosoknya, hanya kilasan bayangan nya saja terkadang masih ku ingat.
__ADS_1
"Iraz apa kau telah bahagia disana, aku juga akan mencoba mencari kebahagiaan ku disini, aku tidak membenci mu lagi saat ini, jika suatu saat kita di pertemukan kembali semoga kita berada dalam keadaan yang lebih baik"