
Suasana makin ramai rasanya... suara-suara sorak-sorai makin mewarnai kegiatan malam ini.
semakin malam bukan semakin dingin tapi aku merasa gerah karena harus menahan rasa ini ketika ku lihat Iraz melirik ke arah wanita wanita cantik itu, wanita yang ku lihat di taman Minggu lalu dan sekarang ada tepat di sebelahku. Ada perasaan sakit seketika rasanya, "sabar key Lo harus terbiasa semangattt!"
Permainan awal di mulai dalam satu tim ada tampah kecil tali dan dua buah telur yang di siapkan panitia. kita hanya di suruh menyeberangkan dua buah telur itu dengan selamat ke piring yang berada di ujung panggung, dan waktu tercepat yang akan maju ke babak berikutnya.
'Wow wow wow otak ku mulai bekerja...'
kak Gilang mengajak kami semua untuk mendekat dan berkata
"Ayo kita lakukan tim kita pasti menang!"
"iya lah tim 3 pasti tercepat" tiba-tiba Dendi berkata sambil memajukan tangannya.
"bersiap okeh" kak Gilang memberikan aba-aba untuk mengulurkan tangan, dan kami semua mengikutinya.
'Priiiiiittttt….........!!' kak Doni meniupkan pluitnya tandanya permainan siap di mulai.
"satu.. dua... tiga... mulai"
aku dengar teriakan orang-orang di bawah sana...
kak Gilang mengambil tampah kecil itu dan aku langsung membantu mengikatkan talinya.
sedang Nita menyimpan 2 telur itu agar tidak pecah.
setelah ku kaitkan, kak Gilang seperti nya sudah tau maksud ku.
" kalian pegang tali ini satu-satu" matanya berpatroli ke mata kami semua.
__ADS_1
"Nita telurnya ditaruh diatas setelah kami semua memegang tali, pelan-pelan oke..." tangan kak Gilang naik turun memperagakan.
"tenang saja kak Gilang aku akan memegang dengan kencang" bisik Dendi yang suaranya bisa ku dengar.
Tim kami sepertinya yang ada di paling depan, 1 meter lagi menuju finish.
"Hati-hati, pelan-pelan, kita tinggal selangkah lagi okeh" kak Gilang menyemangati kami.
"kak... Kaki ku keram kak" tiba-tiba tari berbisik.
"bisa kah kau tahan sebentar saja tari" bujuk ku pada nya
"emmm..." dia menggeleng dan
kulihat matanya meringis menahan sakit,,
aku binggung harus melepas satu tangan ku untuk membantunya berdiri atau aku biarkan dia jatuh.
"Braaaakkkkk......" bunyi benturan keras tubuh kami ke lantai.
tampah yang kami bawa dengan susah payah terlepas dan satu telur terbang ke arah kami.
"Pyaaarrr" aku melindungi tari dari pecahan telur itu, hingga mengenai punggung ku.
"Astaghfirullah..." ku dengar suara banyak di sana berteriak panik.
" Tariiiii...." Lo ngak papa, tanyaku dia masih meringis sambil menutup matanya.
orang-orang langsung berkerubung menghampiri kami.
__ADS_1
"Minggir-minggir-minggir" teriak laki-laki berlari kearah kami, yg sepertinya ingin menggotong tari, untuk di bawa ke Rumah sakit terdekat.
Aku mencoba berdiri, dan Tiba-tiba seseorang mendorongku, "Arrchhh..." Tangan kuat itu menarikku ke pelukannya...
"Tee..terimaa kaa..sih" suara ku terbata-bata, aku msh syok dengan kejadian tadi.
dia mengajakku ke ruangan lain sambil menutupi badan ku yg mungil ini dengan jaketnya.
aku msh belum tau siapa dia, kenapa dia mau membantu ku, dan di mana dia membawa ku?
"kamu tak apa-apa kan? apa kamu terluka?" tanya sosok laki-laki itu, tampak khawatir.
Aku mulai mendongakkan kepalaku dari dada bidangnya
"Kaaa..mmuuu...." Irasss kenapa kamu yang menyelamatkan ku.
"Aku baik-baik saja, Terrima kasih.." aku berusaha menetralkan ucapan ku dan ingin segera berpaling darinya.
"Tuuunnggguu....!" tangannya tiba-tiba menyentuh pundak ku
"Iya..." ku tolehkan kepalaku
"baju mu kotor dan basah alangkah baiknya pakai jaket ku, agar kau tidak kedinginan"
Sebenarnya aku tidak mau menerima tawarannya, malu banget haru ketemu dengannya dengan penampilan ku yang seperti ini, mana bau telur lagi...
ku buah gengsi ini, ngak enak kalo banyak yang mencium aroma busuk tubuhku,, aku harus cepat pulang.
"ehmm... kau benar" aku berbalik dan menunduk malu.
__ADS_1
"Nama ku Iras Falkutas Hukum kampus C" dia mengalungkan jaketnya ke pundaknya sambil memperkenalkan diri, yang sebenarnya aku sudah tau.
"Iya terima kasih..." jawabku singkat sambil berlalu.