Memory After Memory

Memory After Memory
PAMERAN BATIK


__ADS_3

Saat makan malam di lobi hotel, pikiran ku masih mengingat kejadian siang tadi.


"Permisi nak, Tante boleh duduk disini" seorang wanita cantik menghampiri ku.


"Silahkan Tante"


"Tante lagi"


"Tante lihat seluruh meja terisi penuh dengan tamu, jadi Tante menghampiri mu, sepertinya kamu datang sendiri nak" aku melihat berkeliling benar ternyata semua meja sudah ada pemiliknya, entah berapa lama aku melamun


"Iya Bu aku datang sendiri, rekan kerja ku baru akan datang besok pagi" Aku tersenyum melihat nya.


"Halo... iya nak mami di lobi ruang makan, kamu bisa kesini dari arah pintu masuk ambil ke arah kanan yah" ibu itu berbicara lewat telepon.


"Ka- kamu Kenya kan" seseorang berhasil membuyarkan lamunanku, dan orang itu adalah pria yang memenuhi otak ku hari ini, aku membeku bagai pe-sakit.


"I-iraz" mulut ku kaku, dan bodohnya lagi dia duduk di hadapan ku.


"Jadi selama ini kamu tinggal di Jogya key" lagi-lagi aku hanya mengangguk, pandangan ku tertunduk tidak berani melihat wajahnya, aku takut menangis lagi.


"Ohh ini nak Kenya yah, teman Iraz yang pernah ngerawat qila di rumah sakit" kok wanita ini masih ingat yah itu sudah lama sekali berlalu.


"Eh... maaf Tante saya ngak perhatiin Tante tadi, iya saya Kenya susternya qila waktu itu, apa kabar" aku bangun dari duduk ku dan mengulurkan tangan


"Tante..." tapi tante Mila memeluk ku, sedikit aku mendengarnya berkata 'syukurlah kami menemukan mu' apa maksudnya yah.


"Tante haus, mau ambil air sebentar" dia menatap ku lalu kemudian kepada Iraz, aku sangat canggung pada posisi ini.


"Aku mencari mu key, ternyata kamu tinggal masih satu pulau dengan ku"


"Mencari ku, untuk apa?"


"Menyampaikan sesuatu"


"Oohh.." menyampaikan kalau kamu akan menikahi dok bella, ngak perlu Iraz aku sudah tau.


"Mengapa menginap disini?" ngapain tanya-tanya, karena kamu aku jadi tidak bisa pulang.


"Tadi janjian sama teman di daerah sini karena kemalaman, jadi menginap dulu disini" jawab ku asal

__ADS_1


"Kamu disini sendiri?"


"Tidak aku bersama keluarga ku" bodoh bodoh.. kenapa aku bertanya seperti itu, yah jelas lah dia dengan keluarganya, tadi siang kan aku sudah lihat sendiri.


"Kebetulan aku ada janji menemui seseorang klien disini, dan salah seorang sanak keluarga ku yang tinggal disini ada yang akan menikah Minggu depan"


"Ohh begitu"


"Key kamu sudah makan, atau kita makan di luar kalau disini cukup ramai"


"Tidak, terima kasih aku sudah makan" Hening sesaat aku, tidak mau terlalu lama berada dekat dengannya, bagaimana jika dok Bella dan anaknya datang.


"Maaf aku ingin ke kamar ku untuk beristirahat"


"Tidak bisa kah lebih lama disini, aku masih ingin mengobrol dengan mu"


"Maaf aku sangat letih hari ini, mungkin lain kali"


"Baiklah key, aku antar yah"


"Tidak perlu, titip salam untuk Tante mila dan qila, permisi"


"Kalau jalan hati-hati key" hampir saja aku terbuai dengan tangan hangat ini, tapi aku kembali tersadar tangan ini sudah milik orang lain, aku berusaha melepaskannya, namun tangan itu tidak mau melepaskan tautannya pada jari-jari ku.


"Aku akan mengantarmu sampai depan pintu kamar" aku berjalan cepat, agar cepat sampai ke depan kamar ku.


"Sudah sampai, lepaskan" aku mengambil kartu kamar di dalam tas ku, saat hendak membuka nya. lagi-lagi aku di kejutkan, tangan nya mengusap rambutku dan mengecup kepala ku.


"Jangan banyak pikiran, tidurlah yang nyenyak, Met istirahat sayang" aku membeku, sedetik kemudian aku menoleh dan pria itu telah berjalan membelakangi ku.


Maaf aku tidak akan lagi tergoda, semua telah terlambat Iraz, hati ku telah mati untuk mu.


Mulai dari subuh aku sudah kedatangan beberapa pegawai ku dan juga ibu ku, dia menyusul ku untuk membantu ku mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan pameran nanti, mulai dari poster, flyer, banner, brosur, dan kartu nama toko, aku benar-benar terjaga malam ini.


"Ndok ini di minum dulu vitaminnya, capek yah semalaman bergadang, kan ibu bilang biar Nina menyusul mu ke sini, minimal dia bisa membantu mu"


"Tak apa ibu, aku baik-baik saja"


"Para model gimana Bu, apa mereka sudah datang"

__ADS_1


"Iya saat ibu kesini mereka juga sedang bersiap menuju ke sini"


"Baiklah Bu aku bersiap dulu"


Kami telah berkumpul di ballroom hotel ini, beberapa stand telah siap dengan hasil karya nya dan sebagian lagi masih bersiap. Aku ikut membantu merapikan baju yang di pasangkan ke patung peraga, Nina membenahi produk yang akan kami jual, ibu dan pak Yanto membenahi tenda dan pengaturan banner. Ada dua model yang aku sewa untuk memperagakan pakaian batik produksi kami.


Kami telah siap acara di buka oleh ketua ikatan batik Indonesia, lalu beberapa desainer terkenal memberikan pesan dan kesan, aku sangat fokus mendengarkan aga semangat baru jika mendengar Meraka berbicara, lalu acara di lanjutkan dengan Fashion show banyak model batik modern, berkualitas dari segi bahan dan juga model sangat pantas untuk di jual ke pasar internasional.


Giliran model ku berjalan diatas panggung, desain yang aku tampilkan sangat sederhana aku sengaja membuatnya seperti itu karena bisa di modifikasi kan dengan pakaian formal dan non formal, satu lagi gamis yang ku buat dengan aksen Payet dan pita di pinggang belakang sangat cocok untuk ke pesta, aku sangat senang tepuk tangan meriah mereka hadiahkan untuk karya ku ini. Entah hanya perasaan ku saja, sepertinya ada beberapa pasang mata yang memperhatikan ku.


"Ndo seperti mereka menyukai desain yang kamu buat, semoga stand kita rame yah hari ini"


"Iya Bu aminnn..."


Dan benar dugaan ku, setelah fashion show selesai, Nina dan ibu sepertinya kewalahan melayani pembeli, dan aku menulis pesanan dari beberapa customer yang ingin membeli untuk seragam, dan aku mendapat pesan juga dari seseorang yang akan membeli 1000 batik ku untuk pegawai di perusahaanya PT. Angkasa Mulya.


"Masyaalloh ibu, ini di luar dugaan" aku menunjukan pesan tersebut pada ibu.


"Iya ndok Alhamdulillah, hasil kerja keras kita bisa membuahkan hasil"


"Tapi bagaimana bisa Bu dalam tempo 1 minggu kita mengerjakannya"


"Kita akan cari tambahan pegawai paruh waktu yah nti kita bicarakan lagi"


"Jadi aku harus jawab ap bu"


"Katakan saja kita bersedia" aku tersenyum dan membalas pesan tersebut.


Lelah sudah aku masuk ke dalam hotel dan membaringkan tubuh ku diatas kasur empuk itu.


setelah selesai beberes Ibu dan pegawai ku pulang, Ibu harus pulang karena bersama pak Yanto akan mencari tenaga paruh waktu untuk menyelesaikan pesanan batik untuk salah satu perusahan.


Dan aku akan tanda tangan kontrak dengan perusahaan tersebut dan menerima uang DP untuk batik yang mereka pesan.


Malam pun tiba sudah cukup waktu ku untuk beristirahat, aku tidur sangat pulas.


Aku mengenakan batik sepanjang pinggulku dan celana panjang rose gold sebagai bawahnya. Sepatu dengan hak 5 cm berwarna senada dan tas kecil yang berwarna senada. Aku menuju tempat yang di janjikan di taman lantai teratas hotel ini, aku baru tau di sini ada sebuah kafe dan resto yang langsung di hadapkan dengan indahnya langit dan ada live musik yang menghibur pengunjung.


"Akhirnya ku menemukan mu" aku tertegun mendengar suara itu, saat ku menatap ke arah vokalis, mata kami bertemu, semua kenangan tentangnya pun kembali mengisi ingatan ku.

__ADS_1


__ADS_2