
"Maafkan aku Key, jika kau kecewa aku tidak pernah bermaksud berbohong kepada mu, tapi benar yang kau dengar aku adalah Iraz" Pria ini iraz, aku masih belum bisa percaya, laki-laki yang ada di hadapan ku ini pria yang sangat ingin ku lihat, ku rindukan dan juga ingin ku lupakan.
"Viras Mulya Pratama" Pria itu menatap mataku tajam dan dapat kurasakan dadaku mulai berdegup kencang, benarkah pria yang ada di hadapan ku ini Iraz.
Aku memundurkan wajahku sambil berkedip apa benar yang aku lihat, apa benar yang aku dengar.
"Ti-da-k... ti-dak mung-kin" suara ku tercekat, tidak mungkin wajah mereka berbeda.
"Lebih baik kita keluar, perut ku lapar sekali, kamu juga ku perhatikan belum menyentuh makanan tadi disana!" Iraz membalikan badan langsung keluar dari pintu mobil.
Aku masih mematung saat seseorang membukakan pintu mobil ku.
"Ayo key, di luar udara sangat segar" aku tersadar dan langsung beranjak keluar, karena tidak berhati-hati aku hampir saja terjatuh jika Iras tidak cepat memegang lengan ku.
"Auuchhh.... maaf!"
"Lain kali hati-hati" matanya intens menatap netra ku, otomatis Singal jantungku mulai berdegup kencang.
"Ahh.. iya terima kasih" aku buru-buru melepaskan tangan ku dari dadanya yang tidak sengaja ku sentuh tadi.
"Mau makan apa, tadi kamu belum sempat makan kan?"
"Apa saja asal jangan pedas"
Iras membawaku menuju kedai makan kaki lima, orang kaya ini seleranya boleh juga.
"Mas ayam bakar dua yah mang, sambal pisah"
"Ayam bakar disini terkenal enak key, aku sering mampir sebelum pulang ke rumah"
"Emang mami di rumah ngak masak?"
"Jarang... makanya aku mau cari pendamping hidup yang bisa masak"
"Oohhh..." Deg! modus kali nih yah, aku kan ngak pernah cerita kalo aku bisa masak, tidak-tidak-tidak cuma asal bicara aja pasti dia, jangan ke pancing key.
"Kamu bisa masak ngak key?"
"Aa-ku... ngak, aku ngak bisa masak, bisanya makan aja"
"Yang penting ada niat key, nanti bisa kok belajar dikit-dikit"
"Ehmmm ..."
Dan akhirnya pesanan kami datang. emang benar ayam bakar di sini rasanya enak, bumbunya berasa dan dagingnya empuk, aku cicip sambalnya lumayan jga rasanya, kalau tidak lagi sakit perut dah aku sikat juga itu sambal, di tambah es jeruk yang manis pengen nambah rasanya, next lain kali aku akan kesini sendiri.
__ADS_1
"Alhamdulillah, nikmatnya, mau nambah ngak key?"
"Ah... n-gak cukup!"
Memang benar pria di hadapan ku ini lebih tampan dari pada iraz, tapi aku merasa Iraz ku lah yang bisa membuat ku jatuh cinta ribuan kali.
"Jadi gini key, saat aku melanjutkan studi ku di Prancis saat semester ke dua aku mengalami kecelakaan..." Iraz baru mulai menceritakan padaku tentang dirinya tetapi kulihat tangannya bergetar, lalu dia memejamkan matanya.
Aku menundukan kepalaku sejajar dengan nya.
"apa kau baik-baik saja?"
"ehm... aku tak apa dengarkanlah"
lalu Iraz menceritakan dengan detail kejadian saat dia mengalami kecelakaan, saat di menjalani rangkaian operasi dan perawatan, lalu sampai akhirnya dia bertemu dengan bella dan hubungannya dengan bella sampai saat ini
"Jadi aku dan Bella dekat, aku merasa berhutang budi karena berkat dia aku bisa semangat hidup lagi" entah kenapa saat dia mengatakan hal itu hati ku merasa sakit, duhh jangan sekarang dong nangisnya.
"Tapi saat bertemu dengan mu lagi, rasa ku pada bella berangsur-angsur hilang, dan bayangan wajahmu selalu datang di setiap waktu ku" Pria ini cepat sekali membolak balik kan hati, seketika wajahku pasti sudah memerah.
"iIdiihhh Gombal, sejak kapan Iraz yang ku kenal to the point' kayak gini" aku berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Ya sudah kalau tidak mau percaya, aku hanya cerita kamu berhak menilai" Iras menoel hitungku, ohh Tuhan pria di hadapan ku ini membuat ku ingin berlari memeluknya.
"Ayo pulang, aku sudah menceritakan pada mu, apa yang ingin ku katakan"
"Apa kau masih trauma," aku mengusap punggung tangan nya.
"Kau benar, jika aku paksakan mengingat kejadian itu, tubuhku jadi merasakan lagi bagaimana sakitnya kecelakaan saat itu"
"pelan-pelan saja"
Iraz hanya tersenyum dan mengangguk.
"Kau yakin?" aku menatapnya kembali, aku takut hal tadi menggangunya menyetir dalam keadaan seperti ini.
"Tenang saja, aku bisa menyetir dengan baik terlebih ada orang yang harus aku lindungi saat ini" kok aku merasa ada kupu-kupu di sekitarku.
Beberapa menit kami terdiam, aku merasakan bahwa pandangannya sesekali melirik ke arah ku, tapi mungkin saja hanya perasaanku saja.
"Key, besok masuk apa?"
"Masuk siang"
"Berarti pulang malam yah"
__ADS_1
"Ehhmm..."
*******
Hari ini suasana rumah sakit ramai sekali, bet tempat tidur di berbagai ruangan penuh terisi oleh pasien, tak terkecuali di ruangan ku yang terdiri dari 15 bet tempat tidur.
kami di tugaskan untuk bertanggung jawab merawat 4-5 pasien, kebayang kan bagaimana lelahnya kami. Jadi hari ini rasanya aku ingin cepat pulang dan rebahan di kasur ku yang nyaman.
"Aku pulang dulu yah" aku pamit kepada teman sejawat ku.
"Key, di tunggu dok sat tuh di parkiran, cie-cie..." aku hanya tersenyum saat salah seorang teman ku mengatakan itu.
Baru sampai depan parkiran rumah sakit, mataku di kejutkan dengan kehadiran seseorang.
"Pluuukk.." seketika hp yang ku pegang terjatuh, begitu melihat pemandangan yang ada di depan ku. Aku melihat Bella sedang memeluk Iraz dan Iraz tampak membelai punggung Bella dengan lembut.
Aku memilih untuk Melawati jalan yang berbeda agar mereka tidak melihat ku.
"Mereka memang serasi, apalah artinya cinta pertama jika ada yang lebih baik untuk masa depan mu, Sakit sekali luka ini iraz, aku tidak pernah bisa lupa mungkin" suara ku lirih, aku tidak bisa melanjutkan kata-kata ku karena detik berikutnya air mata ku sudah menetes.
"Drrrrttttt" panggilan dari dok sat.
aku menetralkan suara ku, lalu ku tekan tombol hijau.
"Assalamualaikum, key kamu dah turun belum, aku nungguin kamu nih" Astaga tadi Fitri teman satu ruangan ku berpesan, dok sat menunggu ku di parkiran bawah.
"walaikum salam dok, maaf dok aku sudah dijalan" aku berbohong karena jujur saja aku tidak mau bertemu dengan orang lain dlu, mengingat mata ku yang sembab.
"Bener nih udah di jalan, aku soalnya tadi liat perempuan mirip kamu loh di loby belakang"
Aku langsung tengak tengok, memastikan ucapan dok satria.
ternyata benar seorang pria tampan berjalan ke arah ku, wajahnya sudah bisa di bayangkan betapa mempesona auranya, ditambah sinar lampu semakin menambah ketampannya.
'duhh aku harus gimana nih'
kaki ku bergerak tidak mau diam, aku jadi salah tingkah kini, karena ketahuan berbohong.
"key aku suka kamu apa adanya, jadi jujurlah tidak perlu berbohong pada ku tentang apapun, mengerti" aku hanya mengangguk, saat dok sat memelukku dengan lembut, sepertinya dia paham suasana hati ku saat ini, benar-benar lelaki idaman.
"Ehhmmm ...ehhmmm..." suara dehaman seorang wanita yang ku kenal.
"Lama banget sih, ternyata kalian di sini. Adegan romantisnya di lanjutin nanti lagi, dah laper nih sat!" aku mundur beberapa langkah.
"Apa-apaan sih kamu bel, ngak suka liat kita bahagia?" bella mengeram kesal mendengar jawaban dari dok sat.
__ADS_1
"Kalian duluan tempatnya di restoran biasa, alamatnya aku kirim share log ke hp mu, aku masih ingin bicara dengan Kenya" Dok satria menoleh ke arah ku, matanya intens menatap ku. Mau bicara apa lagi sih, sumpah hati ku sedang tidak bersahabat.