
Lumayan juga aku berjalan, melewati lorong dan taman area kampus sengaja aku melambatkan langkah kaki ku ini, sambil berfikir kalimat apa yang harus ku ucapkan saat bertemu dengan dia.
Kalian tau kan, ketemu jarak jauh saja dah bikin jantung ku bergetar gimana jarak seperti semalam...
tarik nafas aku harus mengontrol perasaanku, aku harus terbiasa, agar tidak kecewa lebih dalam lagi dan lagi.
Akhirnya sampai di parkiran Fakultas Hukum, aku ragu untuk melangkahkan kaki ku,, aku takut dia lupa atau tidak mau bertemu dengan ku.
"Tintin..........." suara klakson mobil dari samping ku.
"Astagfirullah...." aku melonjak kaget sambil berteriak.
"Haiii gadis semalam cari siapa?" muka pria itu keluar dari samping jendela kemudinya.
'Iraz....' belum juga jantung ini selesai berdetak, karena dibuat kaget tadi, ini malah bertambah iramanya, oh Tuhan.
'tungu-tunggu gadis semalam tudingnya' ngak salah denger kan aku.
"Ah kamu pria semalam kan" balasku sambil mengejeknya
ku lihat dia keluar dari mobilnya menghampiri ku, ya Tuhan bantu aku menghadapinya. Please, makin kencang genggamanku pada tali paper bag.
"kan semalam aku sudah bilang nama ku Iraz, dan kenapa kamu.." sambil menunjuk mukaku "tidak me..nunggu Ku"
"ah... itu maaf saya buru-buru"
__ADS_1
"ngak usah terlalu formal, kamu Kenya kan?" sambil tersenyum mengulurkan tangan nya kepada ku.
"ahh.. iya nama saya Kenya" dari mana dia tau nama aku, apa dia mengenali aku? aku hanya mengangguk dan tidak menyambut tangannya, karena aku takut dia tau perasaan ku, tanganku saat ini sangat dingin karena gugup.
" kamu dari Fakultas mana?" tanya sambil sesekali melirik ke arah ku.
"Fakultas Kesehatan, Jurusan keperawatan" jawab ku cepat
"Oh..."
"ehmm Iraz... ini jaket nya, sebelumnya terima kasih semalam telah menolongku" ku ulurkan paper bag ke arahnya.
"ahh iya sama-sama Kenya,, dah di cuci kan ini?" sambil membuka paper bag dan mencium jaketnya
"Yahh sudah dong, ini cium aja"
"Ihhh apaan sih, ngak lucu tau..." aku memalingkan wajahku karena pasti sudah memerah.
"haahaaa....katanya tadi suruh cium" candanya mencairkan suasana hatiku.
"ih... maksud aku jaketnya" aku menunjuk jaket tersebut.
"Ohhh iya kamu yang cuci sendiri?" sambil menerima paper bag dari ku.
"ehh... iya sorry, mau laundry tapi malam-malam begitu mana ada yang buka" aku menundukkan kepala ku
__ADS_1
"aku suka baunya,, bau ini mengingatkan seseorang, makasih ya" sambil mencium jaket tersebut, lalu memakainya menutupi separuh tubuh yang indah.
"Alhamdulillah kalo berkenan" aku melongo, ngak mau lama-lama berada di dekatnya.
"ehmm aku permisi dulu raz,, maaf mengganggu" aku memaksakan mulut ini untuk tersenyum.
"ehh, tunggu makasih yah" iraz menahan langkahku.
lagi-lagi aku hanya mengangguk pelan.
"jam segini apa kamu sudah mau pulang?"
"Ah... belum, aku ada tugas yang harus selesai sore ini juga, aku harus ke perpustakaan untuk cari refrensi"
sambil menggeleng, aku jawab dengan terburu-buru.
"ahh iya mungkin lain kali, kita bisa ngobrol lagi" ihhh apa sih maksudnya 'itu kode' ahh ngak mungkin, aku salah denger kali.
"permisi,... assalamualaikum"
aku segera berlalu dari nya, hati ini sungguh tak karuan.
"Walaikum salam"
ku netral kan denyut jantungku, sambil berjalan ke perpustakaan entahlah padahal hanya 5-7 menit pertemuan itu kenapa terasa satu jam yah.
__ADS_1
'ternyata dia tidak sedingin yang ku bayangkan, dia ramah sama seperti dulu, kadang suka ngeselin juga seperti tadi' loh aku kok senyum-senyum sendiri.
'duhh sadar diri dong Kenya, Lo tuh siapa ngak mungkin kan dia suka sama gadis biasa kayak Lo' batin ku merana.