
Ibu kota disinilah kenya kembali setelah menempuh 4 tahun masa kuliahnya, sejujurnya dia sangat senang bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. Tapi karena sudah terlalu lama tinggal di kota kembang itu, terkadang cukup kangen juga dengan suasana dan cuaca disana yang cenderung dingin dan segar.
Seminggu setelah ijasah turun kenya memasukan surat lamaran ke beberapa rumah sakit terbaik di ibu kota ini. Dari 7 lamaran yang dia masukan 5 rumah sakit memanggilnya dan rumah sakit Citra Harapan yang menurut paling sesuai dengan keinginan nya. Di samping jaraknya paling dekat dengan fasilitas umum, rumah sakit swasta ini memiliki banyak fasilitas dan peluang berkarier yang cukup baik bagi pegawainya.
Setelah Wawancara akhir Kenya dikabarkan bahwa dia di tempatkan di ruang ICU, HRD rumah sakit menilai dirinya punya potensi, cerdas, bisa kerjasama dalam tim dan kemauan belajarnya sangat tinggi.
Sudah hampir 2 tahun juga dia di tempatkan di ruang ICU ini, tidak sembarangan memang memilih perawat untuk di tempatkan di ruangan ini, mereka harus mengikuti beberapa pelatihan dan seminar untuk menambah ilmu kami.
Di ruangan ini dia jadi lebih banyak belajar lagi tentang perawat profesional, berfikir kritis dan bertanggung jawab untuk memastikan pasien dengan sakit kritis dan keluarga pasien mendapatkan kepedulian optimal.
Jakarta panas sekali hari ini, suhu nya kira-kira 38°C belum lagi asap polusi yang menambah udara di sini kurang begitu baik.
Gadis cantik itu menaiki salah satu trans Jakarta menuju salah satu rumah sakit terbaik di kota ini.
"Dreertttt'.....!" sebuah pesan masuk ke aplikasi hijau nya.
'Key.... jadwal operasi ku sudah selesai nanti pulang bareng yah ada yang mau aku omongin'
'gimana yah dok aku kayaknya ngak bisa' Kenya berusaha menolak pria itu, iya dia bimbang karena kedekatannya dengan pria yang berprofesi sebagai dokter itu banyak membuat beberapa rekan kerjanya cemburu, begitu juga beberapa pasien dokter itu. Namanya Dokter Satria dia memang terkenal ketampanannya dia juga pribadi yang bertanggung jawab, cerdas, Hubble ditambah badannya yang tinggi besar, berkulit putih membuat siapa pun wanita yang melihatnya terpesona.
'please key, penting banget' balasnya
'ehhmmm.... iya nanti ketemu di lobi saja yah dok'
'tunggu aku ya, assalamulaikum'
'waalaikumsalam' dia membalas pesan itu, sebenarnya dia enggan menuruti ajakan dokter Satria, tapi sepertinya ada sesuatu hal yang penting yang harus pria itu katakan.
iya setelah pekerjaan nya selesai Kenya menuju lobi parkiran bawah,, sambil menunggu dia membeli dua minuman dingin penyegar dahaga, dia membungkuk untuk mengambil minuman dingin di showcase, saat ingin bangun kepalanya terbentur sebuah tangan besar.
"Ouch... "
baru saja dia ingin marah tapi
"Mbaknya liat-liat dong kalau mau berdiri, jadi saya ngak perlu minta maaf yah" dia mengusap tangannya, lalu pergi meninggalkan kenya yang masih melongo.
"kurang ajar banget itu cowok, awas kalau jadi pasien ku ngak akan aku rawat orang kayak gitu" gerutu Kenya.
Ah sudahlah mana dia tau juga orangnya, karena memang tadi tidak jelas melihat wajahnya, pria itu memakai topi abu-abu dan kacamata hitam.
"Dah lama key nunggunya?" akhirnya datang juga yang di tunggu.
__ADS_1
"ehmm.... lumayan dok!" aku memancungkan mulutku
"hahahaa sorry-sorry key, tadi saya di panggil dokter senior jgn ngambek yah nanti cantiknya hilang?" dia mencubit hidungku.
"ih apaan sih dok!" aku mundur beberapa langkah sambil mengusap hidungku.
"yukz masuk, keburu sore" dia menarik lengan ku menuju mobil sporty nya. tapi kenya merasa ada sepasang mata disana menatap lekat ke arah nya.
di dalam mobil mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. Kenya memandangi langit yang sebentar lagi sepertinya akan menumpahkan isinya ke bumi, terkadang ingatannya bersama Iraz muncul kembali saat mereka bersama. padahal gadis itu sudah sangat berusaha keras membuang perasaanya.
"Key lusa ada reuni teman-teman kedokteran ku di Rich Hotel apakah kamu mau menemaniku?"
kenya tertegun mendengar ajakan dok satria.
"A-ku kenapa harus aku dok? dokter kan bisa datang sendiri atau janjian sama teman satu almamater"
"Aku memang mau kamu yang menemani aku datang di acara tersebut,, tau ngak kalau aku datang sendiri nanti mantan-mantan ku minta balikan lagi sama aku"
"What's... aduhh ngak deh dok, aku ngak nyambung nanti sama obrolan kalian!"
"Please key, satu kali ini aja... aku ngak tau harus minta tolong sama siapa lagi"
"sekali ini aja yah dok, lain kali kalau bukan urusan pekerjaan aku ngak mau ikutan"
mereka memasuki mall besar itu, dok satria bilang hanya ingin mengajak Kenya untuk makan tapi kenyataannya.
Humf.... Kenya merebahkan tubuhnya kursi ruang tamu. tangannya melempar asal beberapa paper bag yang ada di tangan nya. Di mall tadi dokter Satria ternyata membelikan baju, sepatu dan kebutuhan lainnya yang harus dia kenakan Kenya untuk acara reuni lusa.
____________$$$$$$$$___________
Kenya masih mematung di depan cermin kamarnya, bagaimana tidak rasanya seperti mau diajak kencan dia melihat pantulan dirinya sekarang.
Dress satin max Mera bewarna broken white panjang dengan model leher Sabrina membuat pemilik leher yang jenjang itu terekspos.
Rambutnya sengaja dia ikat kuda ke atas dan make up sekedarnya, tapi riasannya malah membuatnya bertambah cantik.
"tok-tok-tok key, ibu boleh masuk?"
"iya Bu masuklah"
"Masyaalloh anak ibu Cantik sekali" ibu terlihat takjub dengan penampilan Kenya, ya dia memang jarang sekali memakai pakaian seperti itu.
__ADS_1
"ahh masa sih Bu"
"masa ibu sendiri bohong sih nak, ya sudah cepat turun yah mas satria sudah nunggu tuh di bawah"
"iya Bu, sebentar lagi aku segera turun" dia membawa tas tangan coklat, lalu keluar dari kamarnya.
"maaf dok kelamaan yah nunggunya" Kenya keluar dari balik pintu kamarnya
"ahh ngak kok, emang saya nya yang datang lebih awal key" Kenya tersenyum memang dokter Satria terkenal ramah dan juga lembut dalam berbicara.
"Bu Kenya pergi dulu yah Bu, salam buat bapak"
dia pamit kepada ibunya, karena ayah Kenya masih bekerja dan belum pulang.
"Iya kamu harus hati-hati yah nduk"
kenya membuka kotak sepatu yang di belikan dokter Satria, sepatu highils bewarna senada dengan dress yang ia kenakan.
"mas satria nitip Kenya yah, pulangnya jangan larut malam"
pesan ibu kepada satria.
"Iya Bu, saya akan menjaga Kenya dan saya usahakan pulang tidak larut malam" ibu terlihat lega mendengar penuturan satria.
"saya permisi dulu Bu Assalamualaikum" satria mencium tangan ibu.
"walaikumsalam" ibu tersenyum dan melambaikan tangan nya kepada kami.
Saat berjalan menuju pintu mobil.
"Key aku boleh bilang ngak" satria mendekatkan wajahnya ke arah kenya.
"Apa dok...?" Kenya mengerutkan dahi.
"Kamu Cantik!" dengan cepat dok satria mencium pipi mulus Kenya.
jantung kenya jumpalitan dengan kelakuan dok satria yang tiba-tiba.
Dokter Satria meninggalkan Kenya yang masih mematung ditempatnya, dan berjalan ke pintu mobil kendali.
Kenya segera sadar lalu masuk ke dalam mobil dan dia mencoba mengendalikan perasaannya.
__ADS_1
"Makasih sudah mau nemenin aku, kita berangkat yah key" dok satria men stater mobil sporty nya.
"Eh... iya dok ngak masalah"