
hari ini qila pulang dari rumah sakit, tapi aku tidak bisa menjemputnya karena masih sibuk dengan KKN ku, setelah jam pulang usai aku dengan cepat melajukan motor ku, selama KKN aku memang tidak pernah membawa kendaraan roda empat karena di samping mempercepat pergerakan ku aku juga tidak ingin terlihat mencolok diantara yang lain.
tadi nya ku pikir bisa mengejar waktu untuk berganti mobil tapi rasanya tidak mungkin mengingat jarak tempat KKN dengan rumah ku berlawanan arah. 'Ahh sudahlah aku yakin Kenya tidak melihatku dari sudut pandang itu' urologi di tangan ku menunjukan pukul 17:10 itu artinya film nya sudah mulai.
aku memasuki mall yang cukup besar memandang sekeliling cukup ramai memang mungkin karena besok weekend jadi penduduk kota berkunjung ke sini.
Masih tidak habis pikir bocah 8 tahun itu punya ide gila yang tidak pernah terpikirkan oleh ku sebelumnya.
"ini karcisnya mbak!" aku langsung menyerahkan tiket ku kepada pramuniaga di depan pintu.
"F 9 yah mas, film sudah mulai 10 menit yang lalu silahkan" pramuniaga itu mempersilahkan aku masuk.
"terima kasih..." sebelumnya aku sudah membeli 1 cup Popcon ukuran besar dan air mineral. cukup gugup, ini kencan pertama untuk ku, padahal aku dan dia belum ada hubungan apa-apa, maksudku ini pertama kali aku pergi berdua ke bioskop dengan seorang wanita yang ku suka.
Saat aku sunyi sekali, hanya suara menggema dari balik layar film besar itu. aku menyalakan mode senter pada hp ku dan mengarahkan ke arah tangga.
'F9...F9... ' pemandangan di sebelah kursi mengalihkan dunia ku. Gadis cantik sedang tertidur di kursi sofa berwarna merah sepertinya dia sangat lelah. setelah ku duduk dengan pelan aku menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajahnya, dia cantik jika sedang tertidur hasrat ku bergejolak untuk lebih dekat dengannya tanpa sadar aku mengecup keningnya 'kenya aku menyukaimu' dia bergerak tidak nyaman karena sentuhan ku.
degup jantungku kencang, aku takut dia mengetahui perbuatan Ku tadi.
"ehm.... bangun film nya sudah mulai, kamu kesini mau nonton atau mau numpang tidur?" sebenarnya aku tak tega membangunkannya.
"Ah Iraz..." suara lembutnya menghanyutkan ku.
"ehmm... layar nya di depan bukan di sebelah kanan kamu" entah kenapa aku tidak bisa mengendalikan emosi ku saat bersamanya, Kami berdua terdiam cukup lama.
"mau ngak?" dia menyodorkan segelas besar popcorn kearahnya
"ehmm makasih, aku masih kenyang"
"ohh, ngak suka popcorn yah?"
"suka, tapi masih kenyang!"
"Bagaimana ujian praktik mu, ap qila bertingkah?"
"Tidak kok, qila sangat kooperatif dan dosen ku suka dengan penyajian ku".
"Bagus kalo gitu, aku ikut senang mendengarnya".
__ADS_1
'Hacchuuuh' Pantas saja dia bersin, AC di ruangan ini sangat dingin, dan dia hanya memakai kaos tipis berlengan panjang.
"Ini pakai saja" aku menyodorkan sapu tangan biru, tapi sepertinya dia ragu untuk menerimanya.
"Belum aku pakai kok, masih bersih"
"Makasih ya, aku pinjam dulu, tissue ku habis aku lupa membelinya.
"Bukan hanya tissue, kamu pasti juga lupa membawa jaket"
"Sini pakai, kamu merawat orang lain tapi jangan sampai lupa, diri kamu juga harus di rawat". entah keberanian dari mana aku melepaskan jaket yang ku kenakan dan memakaikan ke pundak nya.
"Tidak usah I-"
"tunggu disini sebentar" aku segera berjalan menuju pintu keluar bioskop, dilobi aku memesan dua gelas coklat panas yah aku sering melihat dia memesan minuman itu di kantin atau pun di perpustakaan kampus.
"ini hot coklat?" aku menyodorkan minuman hangat itu kepadanya, aku yakin dia tidak akan menolaknya.
"Makasih raz"
"Makasih sudah jaga qila, seperti adik mu sendiri, dia jarang bisa akrab dengan orang apa lagi dia wanita". kami banyak membahas tentang qila sampai film akhirnya selesai.
"Makasih yah raz, ini jaketnya" dia kembalikan jaket milik ku.
"udah hangat kok di luar sini, aku permisi dulu" aku tau pasti dia akan segera pergi, aku segera menarik tangannya,,
"Temani aku makan yuk key, aku lapar!" aku tau dia pasti ingin menolak, tapi aku akan coba memulai jalan ku dengan nya.
sebelumnya aku sudah berfikir kemana aku akan akan mengajaknya, aku mengajaknya ke salah satu restoran mewah yang ada di mall ini dimana ayah ku menanamkan sedikit modalnya di sini. Sampai di restoran beberapa pelayan yang mengenalku membungkukkan kepalanya, tapi aku mengisyaratkan kepada mereka untuk tidak memperlakukan ku istimewa.
"kamu mau makan apa key?"
"sama saja dengan kamu"
Akhirnya aku memesan menu favorit di aku sengaja memesan banyak karena aku ingin dia menghabiskan semua. saat ku tau dia bekerja part time di salah satu restoran cepat saji aku agak sedikit miris tapi juga bangga dia tidak malu atau pun banyak mengeluh, dari kabar yang ku dapat prestasi nya kampusnya juga bagus sangat bagus. itulah yang membuatku suka pada pandangan pertama padanya bukan hanya cantik dari fisik saja, tapi bagi ku inner beauty nya bisa ku rasakan.
"nambah key, masih banyak kok menunya" aku tersenyum sendiri ternyata gadis ini bukan tukang makan, maka meminta pramusaji untuk membungkus semua hidangan yang belum sempat kami sentuh dan menyuruhnya di bagi kepada siapa yang mau.
"yuk kita ke parkiran, aku anter kamu pulang!"
__ADS_1
"ehh... anu... ngak usah Iraz, aku biasa naik trans kok, jaraknya juga dekat dari mall ini"
"sudah ngak ada penolakan!!, qila berpesan begitu pada ku"
dan lagi-lagi aku menarik tangan nya seperti tak mau berpisah dengannya.
___________$$$$$$$$$___________
Kami tiba di parkiran
"Ehh... iya lupa bilang aku bawa motor hari ini key" aku berhenti mendadak dan hampir saja kami bertabrakan.
"kamu ngak keberatan kan naik motor sama aku?" tanyaku ragu-ragu
"Eum emang kenapa raz? naik apa saja yang penting selamat sampai tujuan"
"Insyaalloh, kamu aku pastikan selamat sampai tujuan".
aku suka melihat wajahnya merona, dia terlihat begitu mengemaskan.
"Dimana alamat rumahmu?"
"Kos ibu Nani jl. merpati no. 5" sebenarnya aku sudah tau dimana dia tinggal, lebih tepatnya aku pernah diam-diam mengikutinya.
Langit di luar gedung sangat gelap, bahkan tidak ada kelip bintang di atas sana.
"Gerimis key, gimana mau lanjut atau neduh dulu?"
"Lanjut aja yah raz, dah malam soalnya"
"Ehmmm... Pegangan yang Kencang yah key, aku sedikit ngebut!" aku sebenarnya takut dia kehujanan kalau kami tidak cepat sampai ke rumah, tapi tanpa aku sadari perbuatan ku membuat aku justru hampir kehilangan keseimbangan, getaran di dadaku tidak kalah cepatnya.
"Takut yah key? maaf yah kan ngak lucu kalau hujan-hujan nan"
"ehmm sedikit" ku genggam tangan nya dan memasukan telapak tangannya ke kantong jaket ku, aku takut dia kedinginan.
Akhirnya kami sampai juga di kosan Kenya, dan syukur kami berdua tidak terlalu basah kuyup hanya lembab sedikit sepertinya.
"Makasih yah raz untuk hari ini"
__ADS_1
"Oh ya key, boleh pinjam Hp mu?" aku hampir lupa belum punya nomor hpnya. aku menekan no hp ku dan melakukan panggilan ke hp ku yang sebenarnya tidak mati, hanya bergetar.
Aku pamit pulang dan akan menjemputnya keesokan harinya. ku rebahkan kepala ku di sofa kamar, hampir tidak bisa ku percaya aku bisa menyukai seseorang dengan sangat mudah, tidak perlu mengenalnya lama, tapi hati dan pikiran ini selalu ada dirinya. 'Kenya Nadira Lestari' aku tidak sabar menunggu hari esok, aku akan mengatakan perasaan ku padanya. Yah aku harap dia akan menerima perasaan ku.