Memory After Memory

Memory After Memory
Kekuatan Manis


__ADS_3

Seseorang pria muda dengan Jeans dan kaos berkerah biru dimasukan, jam tangan mewah, dan tak lupa kaca mata hitam semakin membuat ketampanannya terpancar. Dengan setengah berlari Iraz menuju area parkir bandara, karena bandara sangat ramai saat itu. Tanpa sengaja Iraz menyenggol seseorang dari belakang.


Bug "Maaf saya terburu-buru"


"Is oke, lain kali hati-hati bro"


"Thanks bro"


Saat di pintu keluar bandara, Iraz mengambil piawainya dan mencoba menghubungi seseorang disana.


"Mang kok belum sampai juga?"


"Maaf den, bannya bocor dijalan saya masih cari bantuan bengkel terdekat"


"Haduh mang kok bisa sih, gak di cek dulu tadi sebelum berangkat"


"Udah den, kejadiannya di jalan den, mohon maaf"


"Ya sudah kalo gitu, saya naik taxi online aja mang, nanti klo sudah beres kabarin saya yah mang"


"baik den.."


Iraz menggaruk kasar kepalanya, gimana ini, dia menekan piawainya ingin memesan taxi online tapi belu juga tersangkut.


"Loh masih disini bro, bukanya tadi buru-buru!" tegur pria yang tadi tidak sengaja di senggol oleh iraz.


"Eh bro, iya mobil yang jemput gw bannya bocor, jadi gw lagi coba pesan taxi online tapi belum berhasil hehehe"


"Mau kearah mana bro?" tanya pria tersebut.


"Jalan perjuangan Indah RS. Harapan" jawab Iraz yang masih sibuk dengan piawainya.


"Serius nih, kita satu arah kalo gitu, yuk ikut mobil gw aja" Iraz menatap nanar pria di depannya, tak selang lama mobil sedan hitam berhenti di hadapan mereka.


"Hayoo... ikut ngak?" ajak pria itu yang sudah terlebih dahulu masuk ke jok penumpang.


"Beneran nih ngak ngerepotin?"


"Santai bro, dari pada telat kayaknya tadi gw perhatiin lo lagi buru-buru" Iraz hanya tersenyum lalu duduk di bangku belakang bersama pria tersebut.


"Oh ya, kita belum kenalan dari tadi" sapa iraz sambil mengulurkan tangannya.


"Sorry bro, sampai lupa gw, nama gw Ray Bastian panggil aja Ray"


"Ray anak pemilik beberapa cafe dan bar milik perusahaan Bastian Wicaksono!"


"Serius kenal bokap gw?"


"Kenal lah bro, gw Viras Mulya Pratama, panggil aja Iraz"


"Tunggu kayaknya bokap pernah nyebut nama Lo Iraz... ahh CEO perusahaan Properti yang terkenal tampan dan sukses di usia muda itu elo"


"Beh.... bisa aja, sukses kok numpang mobil orang"


"Hahahaha..... ngak ada salahnya kali, kalau cuma sekali-kali asal jangan tiap hari aja, bisa turun tuh reputasi Lo" Ray tertawa mengejek Iraz.


"Reese lo, nanti gw bayar hahaha" Iraz pun ikut tertawa.

__ADS_1


"Mau kemana emang buru-buru" Iraz yang mendapatkan pertanyaan tersebut hanya tersenyum.


"Ohhh... ketemu Pacar yah"


"Belum milik sih, tapi semoga jadi milik gw"


"Kerja RS. harapan?" tanya ray


"Iya" jawab Iraz singkat


"Dia dokter?" Ray penasaran


"Bukan dia seorang perawat"


"Ohhh.. emang dah lama ngak ketemu?"


"Baru dua Minggu"


"Jiaahhh baru dua Minggu raz"


"itu sekarang, dulu kita pernah pisah beberapa tahun dan takdir ketemu kita lagi"


"Masyaalloh... Jodoh itu berarti"


"Aamiin.... semoga aja, berat Ray saingannya"


"Kenapa anak orang kaya, cantik pastinya donk?"


"Bukan berasal dari keluarga berada, tapi kaya hati nya, Cantik pasti karena dari dulu yang mau dekat dengan dia banyak"


"Seriusan nih, jadi penasaran gw raz"


Obrolan mereka terus berlanjut sampai kurang lebih satu jam perjalan.


"Untung lancar yah raz"


"Alhamdulillah.."


"Gw turunin depan toko toserba di samping rumah sakit Ray" tunjuk Iraz


"Ehmmm... pak Irul depan sana yah pak" Ray berkata pada supirnya.


"Oke mas" jawab pak Irul


Walaupun ray berasal dari kalangan keluarga kaya tapi sikap dan prilakunya sangat santai dan tidak menunjukan dia kesombongan.


sikapnya yang santai dan tidak membeda-bedakan strata seseorang, membuat Iraz bercak kagum pada pria tersebut.


"Makasih Ray, lain waktu main ke tempat gw"


"Oke, nanti gw contak nomor Lo, siapa tau kita bisa kerja sama bisnis"


"Okeh siap, makasih pak Irul"


"iya mas sama-sama" mobil sedan itu pun melaju kembali meninggalkan Iraz yang entah saat turun dari mobil dadanya kembali bergemuruh.


"Bismillah... " iraz langkahkan kakinya menuju tujuan hatinya.

__ADS_1


*Flashback*


Sejak satu hari Iraz menginjak kan kaki di Jepang, pikirannya tak lepas dari Kenya, dadanya bergetar setiap kali dia membayangkan wajahnya. Setiap malam tak lupa dia mengirim pesan singkat kepada wanita itu, dan sebelum tidur di pandangi foto wanita cantik itu di dalam saku dompetnya hingga dia terlelap. Hari ini malam terakhir dia akan berada di negara ini, besok pagi dia akan pulang ke tanah air.


"Malam key, sedang dinas malam yah hari ini" senyum pria itu memudar saat tidak mendapat jawaban dari si penerima pesan.


Beberapa jam kemudian Kenya baru membalas pesan tersebut.


"Malam Iraz, maaf baru bisa balas, iya aku hari ini dinas malam dan tadi sedang ada pasien masuk rawat inap jadi aku operan dulu dengan suster UGD, kamu belum tidur?"


"Aku belum bisa tidur, sebelum kamu membalas pesan ku" senyum manis pria itu muncul kembali di balik layar benda pipih itu.


"heheee... aku telah membalas pesan mu, kalau begitu sekarang istirahatlah"


Iraz yang telah mengantuk baru membaca pesan tersebut pagi hari.


'Jadi hari ini kamu libur, aku akan menjemputmu pulang dinas besok key, tunggu aku yah sayang' ucapnya dalam hati.


tut..tut.tut


"Iya mang"


"Den mobilnya dah beres, Aden dimana sekarang ?"


"Di rumah sakit Harapan mang, jemput ke sini yah depan toserba"


"Siap den meluncur"


Sambil menunggu Kenya keluar, Iraz memesan dua coklat hangat.


dia menyeruput satu cangkir coklat hangat di tangannya, pandangannya terhenti saat melihat wanita yang sudah dua Minggu ini dia rindukan.


Lelah sekali hari ini, pasien baru membuat Kenya terjaga semalaman. Pasalnya pasient tersebut sudah tua dan tidak ada keluarga yang menjaganya, baru pagi saat operan dinas salah satu keluarganya datang berkunjung ke rumah sakit.


Iraz menghampiri kenya, yang sedang berjalan sendiri menuju halte pemberhentian bus, beberapa pasang mata laki-laki melihat gadis itu dengan tatapan lain, seketika membuat Iraz ingin menerkam mereka semua.


"Ehhmm... Mau coklat hangat nona"


"I-raz..." hampir saja jantungnya Kenya berhenti.


"tutup mulutnya, nanti ada lalat masuk lagi" Kenya yang masih bengong dengan mulut ternganga, melihat sosok yang hadir di hadapannya, pria yang 2 Minggu ini sangat dia rindukan bahkan sudah bertahun-tahun dia menunggunya.


"Astagfirullah" suara Kenya lirih.


"Kenapa kaget yah atau kangen ngeliat saya?" goda Iraz dengan tangan di lipat di dadanya.


"Jangan suka suka ambil kesimpulan sendiri dan jangan Kepedean pak!" Kenya berjalan melewati Iraz.


"Pak? apa kamu bilang" Iraz melihat gadis itu pergi sambil menahan tawanya.


"Habis dateng-dateng bikin kesel sih"


"Tunggu key, gitu aja ngambek" Iraz mengejar Kenya dan menarik tangannya.


"Aku ngak ngambek kok" sejujurnya Kenya ingin memberikan kejutan pada iraz dengan menjemput dia di bandara, tapi malah keduluan Iraz yang membuatnya terkejut.


"Key, kita sarapan yuk, kebetulan aku belum makan, temani aku makan yah"

__ADS_1


Kenya hanya mengangguk dan tersenyum. Iraz lalu mengandeng tangan gadis itu, terlihat beberapa pasang mata melihat iri pada pasangan itu.


__ADS_2