Memory After Memory

Memory After Memory
Ide Gila Qila


__ADS_3

*PROV IRAZ*


Praktek KKN selama satu Minggu ini benar-benar membuat ku pusing. Iyah harusnya aku tidak perlu repot-repot karena begitu lulus aku sudah harus meneruskan perusahaan. Papa sudah menawarkan kepada ku untuk lanjut studi S2 ke Inggris, sambil belajar mengelola cabang perusaan papa di sana, sebelum aku siap ke dunia kerja. Ku baringkan kepala ku di sofa kamarku, rasanya sangat penat. sepanjang jalan aku selalu berfikir, dimana dia tinggal, kenapa aku tidak menawarkan diri untuk mengantarnya.


'kenapa gw bodoh banget sih, gerutu dalam hati sendiri,


'Aaaahhhh...... gadis itu...' kututup muka ku dengan bantal dan berharap tidur, bisa gila aku kalo di otak hanya ada dia, dia dan dia....


'apa rasanya Jatuh cinta segila ini Tuhaan?'


Minggu ini, Anita mengajakku ke perpustakaan kampus membahas kisi-kisi ujian akhir.


memang Minggu depan kami ujian akhir, tapi pikiran ku tidak pernah lepas dari Kenya. entahlah sudah hampir seminggu ini aku tidak melihatnya, kenapa juga aku selalu ingin melihatnya padahal tidak ada apa-apa antara kami, tapi entah hati mengatakan bahwa ada suatu ikatan antara aku dan dia, seperti tidak asing dengan sosoknya, tapi apakah kita pernah bertemu sebelum ini.


"ehh Iraz Lo cari siapa?" aku memang sedang mencari sosok yang ku rindukan, biasanya Kenya akan berada disini jika jam kuliahnya kosong, dia akan membaca sambil mendengarkan lagu dengan headset nya. aku suka memandangnya dari kejauhan, entahlah hanya dengan melihat wajahnya bisa membuat hari ku berbeda.


"ehh ngak nit, gw lagi cari buku buat refrensi Skripsi"


"ohhh masih kurang emang pembahasannya"


"ngak juga sih, biar beda aja sama yang lain"


"Hahaaa Lo mau ngak lulus sidang juga bakalan jadi Big BoS" aku melotot ke arah Anita dan dia sepertinya tau aku tidak suka.


"UPS! sorry keceplosan" Anita menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


"balik yukz, nanti sore gw mo nge-band takut telat ngak enak sama anak-anak"


"duluan aja, gw masih cari sesuatu"


"okeh.. bye"


___________$$$$$$$$$$_________


"Selama aku masih bisa bernafas..


masih sanggup berjalan


ku kan slalu memujamu..


meski ku tak tau lagi


engkau ada di manaaaaa

__ADS_1


dengarkan akuuuu...


KU MERINDUKAN MU uu..."


'Prokk..prokk..prokkk' ibel bertepuk tangan kearah ku.


"Wadauuuu..... kerennn Iraz" Dendi mengacungkan jempolnya


"kayaknya lagi menghayati banget nih, wahhh kita kok ngak di kasih tau" tandas Angga penuh semangat.


"ahh otak gw malah lagi butek, bukan kasmaran" aku mengacak-acak rambutku.


"kenapa bro,,, kalo suka cari orangnya nyatakan ke dia jangan di Pendem aja, keburu diambil orang nti" ibel memang yang paling dewasa diantara kami.


"gw belum yakin bel, dia juga ngak tau dah punya pasangan belum"


"diantara kita Lo dan ibel doang raz yang bersih, belum tau nikmatnya dunia, enak tenan"


"kupret Lo Nga! gw mah pacaran, bukan ngerusak anak orang! ngak kayak Lo pada yah pejajah wanita" ibel menunjuk Dendi dan Angga


"iya pas dah waktunya nanti juga gw rasain tuh yang namanya surga dunia" aku dan ibel memang memegang teguh no free s** karena gw harap wanita yang gw suka juga menjaga kesuciannya.


Baru menginjakan kaki di rumah aku mendengar kabar dari bi Inah keponakan ku Qila masuk rumah sakit, aku cukup terkejut karena dia selalu main kerumah dan masih dalam keadaan baik-baik saja.


"iya den, bibi mau beberes ibu Mila minta tolong bibi buat jagain non qila besok pagi, katanya ibu ada urusan"


"Makasih yah Bi, aku mo telepon qila dulu" aku pamit ke lantai atas kamar ku, aku ambil gawai ku di dalam tas dan menghubungi seseorang.


"Assalamualaikum Tante, qila sakit apa....?"


'Kata dokter mengarah ke tipes raz, Tante takut soalnya demam tinggi banget jadi Tante bawa ke rumah sakit'


"Iraz boleh bicara dengan qila tante?" aku mode pangilan tadi dengan pangilan Vidio.


"halo qila..." aku menyapa anak manis itu, mukanya terlihat pucat sekali, bibirnya juga kering seperti sudah berhari-hari tidak minum.


'Oom.... kok ngak jenguk qila?'


"iya nanti om kesana, qila cepat sembuh yah, om kangen nih pengen peluk qila" seperti tidak percaya, aku melihat seseorang yang ku rindukan di layar ponsel ku, atau aku sedang berhalusinasi.


"ehh qila coba putar HP nya om liat kamar kamu dong! hehehe....." aku sengaja meminta qila untuk memutar hpnya tujuan ku ingin memastikan apa yang ku lihat tadi benar.


ternyata benar, dan itu sudah ku pastikan setelah aku menanyakan kepada Tante Mila siapa nama suster yang merawat qila.

__ADS_1


'dia Kenya Iraz, susternya baik qila menyukainya dan Tante jadi ikut senang'


Lantai 3 ruang Anggrek 315 itu kamar dimana qila di rawat, aku mempercepat langkahku, ingin bertemu dengan qila dan juga dia.


"Assalamualaikum....."


"Walaikum Salam... Kamu.." wanita cantik berbaju putih itu terkejut saat melihat ku.


"Haiii..... apa kabar?" aku tersenyum menyapanya.


sebenarnya aku juga sedikit gugup saat melihatnya, aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya terhadap wanita.


"Uncle ....." suara teriakan qila membuatku tersadar.


"Qila sayang sudah sehat sekarang, mana yang sakit..." aku mengelus kepala qila dengan sayang.


"udah dong om, kan ada suster Kenya yang selalu merawat aku" senyumnya sambil menoleh kearah suster cantik itu.


"Ohh,,, jadi ini Suster Kenya yah yang gantiin Om di hati kamu" Aku menghampirinya dgn kedua tangan ku lipat, aku sedikit cemburu dengan qila yang bisa sedekat itu dengan Kenya.


aku menatapnya lekat, aku sangat merindukan mu Kenya, bukan hanya wajah mu yang menarik perhatian ku, tapi ada sesuatu yang membuatku ingin terus menatap wajah mu.


"Ihhh om masa cemburunya sama suster sih..?" qila tertawa, dan aku hampir tidak bisa mengendalikan pikiran ku.


"ahh.... maaf qila, suster harus periksa pasien yang lain, nanti suster kesini lagi yah, kalo qila butuh sesuatu pencet bel saja oke!" dia hanya tersenyum pada qila, dan parahnya aku diabaikan.


"Permisi...." ku tatap kepergiannya, sejujurnya aku cukup terluka, belum ada wanita yang mengabaikan ku seperti itu.


aku berbicara banyak dengan qila, sudah dua jam setelah aku berada di kamar qila, tapi suster cantik itu belum juga datang menjenguk qila lagi. aku cukup percaya diri dia akan datang menemui ku, maksudku qila. tapi nyatanya saat kami bertanya tentang keberadaannya salah satu suster yang masuk ke ruangan qila mengatakan dia telah pulang setengah jam yang lalu, ada sedikit rasa kecewa di hatiku.


"qila Suster tadi, gimana menurut qila?" aku menyerah untuk tidak lebih tau tentangnya.


"Kenapa sih om, dari tadi tanya soal suster Kenya terus!"


"Om cuma penasaran saja, dia teman om satu kampus tapi beda jurusan"


"Om suka dia yah, qila belum pernah liat om seperti ini" bocah kecil ini kini mulai berani menggoda ku.


"Anak kecil ngak usah kepo....!"


"Idih ngeles"


"Om mau qila bantuin Deket sama sus Kenya ngak?"

__ADS_1


"Emang qila bisa bantu om?"


"sini qila bisikin om" qila memberitahu ku ide gilanya, awalnya aku menolak aku takut dia bertambah ilfil dengan tindakan ku,, tapi qila bersikeras bahwa ini pasti akan berhasil, akhirnya aku menyetujuinya ide gila ini.


__ADS_2