
Aku memundurkan langkahku, malu rasanya di tatap seperti itu, padahal aku harusnya santai saja aku kan masih single.
"Key tunggu!" dok sat, menahan tangan ku.
"Iya dok" aku menghentikan langkah ku.
"Key aku menyukai mu, mau kah kita mencoba untuk jalan bersama?"
"Ahh... dok sat bercanda yah!" aku menyengitkan dahi ku curiga.
"Hari gini bercanda, benar key aku mau mencoba lebih dekat dengan mu!"
"Udah ah dok, sudah malam aku harus segera pulang" aku berbalik karena menyembunyikan wajah ku yang mulai memerah ini.
"Ngak sopan belum jawab pertanyaan ku, sudah pergi" aku dengar suara dok sat di belakangku.
"key kau membuatku kehilangan kesabaran" beberapa detik kemudian tangan kokoh dok sat sudah melingkar di tubuh ku.
"Jangan paksa aku jawab sekarang dok, beri aku waktu"
"berapa lama?" suara nafasnya mengelitik telinga ku.
"Satu bulan"
"Satu Minggu kurasa cukup untuk mu membalas perasaan ku"
"Okeh baiklah dok Satia Dwi Kuncoro, tapi tolong lepaskan dulu tangan mu please!" aku menengok ke arah matanya, dapat ku lihat kesungguhan cintanya.
"ehmmm baiklah Kenya Nadira Putri aku akan melepaskan mu hari ini"
"Kenapa kok tumben lewat sini, tadi aku binggung mencari mu"
"Ahh iya dok, aku lagi pengen lewat sini saja" aku berbohong
"Ku pikir kau sedang menghindari seseorang"
"Kenapa mencari ku dok"
"Aku ingin mengajak mu makan malam, kebetulan aku belum makan tadi"
"Tidak usah dok, aku sudah makan tadi lain kali saja dok!"
"Kalau begitu temani aku makan yah please!"
__ADS_1
"hummffhhh.... ya sudah, aku telepon ibu ku dulu yah dok" yah aku harus memberi kabar kepada orang tua ku, bisa-bisa aku di kunci dari luar oleh ayah kalau aku pulang larut malam.
********
Mobil kami berhenti di depan restauran mewah dan lagi-lagi aku tidak percaya diri untuk turun, yang benar saja penampilan ku seperti ini, ku pikir dok sat hanya mengajak ku makan di pinggir jalan.
Dok sat sudah duluan turun dari mobil dan mengetuk kaca mobil ku.
"Kenapa masih di dalam key, ayo turun aku sudah lapar"
"Iya dok"
Aku mengikuti langkahnya yang panjang dan cepat dengan tergesa-gesa, dan mata ku menatap dua sosok yang tadi ingin ku hindari, 'kenapa juga dok sat makan malam dengan mereka, tau gitu aku ngak ikut Arrcchhh' lirihku.
"Hai key.. " sapa Bella
"Haiii juga" lagi dan lagi Iraz menatap ku tajam. Aku rasanya mau pulang, aku tidak pantas ada di sini, ini bukan kelas ku sumpah aku mau nangis ini.
"Kalian sudah makan?"
"Belum kami menunggu kalian, Ayuk makan keburu dingin makannya" Bella menjawab
"Aku duluan yah, laper berattt....!" dok sat tanpa malu-malu menyantap makanan itu dengan lahap. Aku hanya menelan ludah melihatnya.
"Ayoo key dimakan?" Bella kembali menyuruhku makan.
"Dia memang pemalu" dok sat berkata sambil tertawa dan aku ikut meringis mendengar perkataannya itu.
"Wah kalian memang so sweett"
aku tidak terlalu mengikuti obrolan mereka berdua, keduanya saling menyombongkan pasangan masing-masing, padahal aku belum resmi menyandang status kekasih nya. Dan Iraz dengan sikap dingin nya pulang mendahului kami, dia bilang ada pekerjaan kantor mendadak yang harus dia kerjakan sekarang juga. Tapi bela terlihat biasa saja dengan kepergian Iraz.
"Baiklah kapan-kapan kita diner bareng yah, dan aku mengundang kalian untuk menginap di villa milik keluarga ku pekan depan"
"Akan kami pikirkan, kami harus lihat jadwal kami dulu" bola mata ku hampir keluar saat dok sat merangkul pundaku.
"Oke kami duluan yah, sampai jumpai key" bela menyapa ku sebelum akhirnya meninggalkan aku dan dok sat.
"Yuk kita juga harus pulang sudah larut malam"
"Eehmm... " aku menggannguk mengiyakan.
********
__ADS_1
"Hati-hati yah key, tidur yang nyenyak dan mimpikan aku" satria berkata dan mengedipkan sebelah matanya.
"Ihh, dok sat apaan sih"
"kamu cantik key, kenapa aku tidak pernah menyadarinya yah" dahinya berkerut dan memperhatikan Kenya dari kaki hingga kepala.
"Udah ngegombalnya, klo udah aku mau masuk dulu" Kenya hanya tertawa mendengar perkataan satria dengan kedua tangan yang dilipat di dadanya.
"ini beneran key, emang keliatan bercanda yah?" satria mulai mengenggam tangan Kenya, tapi Kenya yang sadar hal itu langsung melepaskan genggaman tangan Satria.
"Sudah malam dokter, see you" Kenya melambaikan tangannya, dan berbalik meninggalkan satria.
Beberapa meter dari tempat mereka berdiri ada sepasang mata coklat memperhatikan mereka, pria itu dapat menahan sesak dalam hatinya, saat melihat pemandangan di hadapannya, rasanya ingin marah tapi tidak bisa di luapkan.
Satria baru saja mengantarkan kenya pulang, saat dia memutar mobilnya menuju gerbang perumahan, mobilnya di hadang dengan mobil mercy hitam.
"Ciiiiiitttt...." satria menginjak rem mendadak, hampir saja kepalanya terbentur kaca kalau saja sabuk pengaman tidak dia gunakan. Mobil hitam itu berhenti di depannya, satria menunggu tapi tidak ada orang yang keluar dari dalam mobil tersebut untuk meminta maaf, maka dia yang akan keluar mobil untuk menegurnya.
"Tuk..tuk... tolong keluar"
satria membuang muka saat seseorang keluar dari dalam mobil itu.
"Ck..ck...ck.. aku sudah menduga kau orangnya"
"Kenapa, harusnya kalau sudah tau jangan pernah kau paksakan perasaan itu"
"Kenapa tidak, kau dan bella bukan nya sudah bertunangan dan kurasa sebentar lagi akan ada pernikahan"
"Diam kau, hubungan aku dan bella tidak lebih dari perjodohan keluarga, bukan dari hati"
"Oh, lantas kau mau dua-duanya?"
"Aku tau kau masih menyimpan rasa pada bella, jadi jangan kau jadikan Kenya sebagai pelampiasan rasa cinta mu, dan aku minta kau untuk menjauhi Kenya!"
"Aku tidak mau, bagaimana kalau aku mulai mencintai nya?"
"Ba****** kau!!" Iras menggenggam tangan nya menahan emosi.
"Sebaiknya aku pergi, emosi mu mulai tidak stabil, aku tidak mau membuat keributan di area ini"
"Aku tidak main-main satria, kita buktikan saja nanti siapa yang Kenya pilih"
"Kalau begitu bagaimana kalau kita bersaing sehat untuk mendapatkan hatinya!" Satria berjalan menuju mobilnya sambil berkata tanpa melihat lawan bicaranya.
__ADS_1
"Brengsekk.....!!!!"
"Akan aku pastikan hati mu hanya milik ku key, aku tidak rela kau bersama dengan orang lain" Iras membatin dalam hati.