
Langit sedang tidak bersahabat hari ini, mungkin juga sama dengan perasaan Lelaki tampan yang sedang merindu. 'Kenya kau dimana, apa kau sakit, aku sangat merindukan mu' batin Iraz terasa sesak saat teringat wanita itu.
"haiii bro... mendung banget muka Lo, bentar lagi langit hujan nih" Ibal menepuk bahu iraz kasar.
"lagi boring bro, butuh hiburan..."
"yukz nanti malem ikut gw ke club' gimana" tandas Angga
"ah gak ah, bukan itu yang gw mau" Iraz menepis ajakan Angga
"ngerasain dulu raz, baru coment" Dendi menimpali, matanya berkedip ke arah Iraz.
"udah jangan kalian racuni Iraz, ayo kita makan aja raz, gw yang traktir hari ini" ibal merangkul Iraz dan pergi mendahului langkah Dendi dan ibal.
"Hahaha sialan Lo bro, tunggu gw ikut" mereka tertawa mengejar langkah kaki ibal dan Iraz.
Kantin di kampus ini memang banyak tapi hanya beberapa yang sering mereka kunjungi, kali ini mereka menuju kantin di lantai dua dekat dengan Fakultas hukum, tempatnya cukup luas, view nya yang bagus, nyaman dan banyak menghidangkan berbagai macam masakan dan jajanan ala Indonesia.
"mau pesen apa bro..." ibal bertanya pada iraz, matanya berkeliling melihat menu yang tertulis di masing-masing spanduk pada kedai makanan dan tanpa sengaja netra nya menatap gadis yang sangat dia rindukan.
"ehh mau kemana bro, mo pesan sendiri" celetuk bel tanpa di hiraukan Iraz yang melangkah ke arah gadis itu.
Tapi sepertinya kenya buru-buru merapikan barangnya dan beranjak pergi dari bangkunya. Beberapa detik setelah dia berdiri 'Bruuuukkkk' kenya terjatuh, Iraz mempercepat langkahnya menghampiri gadis itu lalu dengan kedua tangannya kokohnya membopong Kenya yang tidak sadarkan diri ke ruang kesehatan yang berada tepat satu lantai di bawah kami.
"Key sadar key, jangan seperti ini. kamu kenapa, key bangun aku sayang kamu key" suara rintih iraz, entah dia mendengar atau tidak itu tidak penting, batin Iraz dia hanya ingin kenya segera sadar dan baik-baik saja.
"Tolong aku!! gadis ini pingsan di kantin" Iraz berteriak meminta bantuan pada petugas kesehatan yang berjaga di depan lobi masuk.
"Kenya mahasiswi keperawatan?" salah satu dokter menatap kenya, sambil membantu Iraz membaringkannya di tempat tidur.
"bagaimana kejadiannya?" dokter itu mengalihkan padangan kepada Iraz dan bertanya.
"saya melihat dia tiba-tiba pingsan di kantin, saya hanya berfikir segera
membawanya kesini untuk mendapatkan pertolongan" jawabnya tegas.
"apa ada saksi di lokasi kejadian" dokter itu bertanya kembali, dia memegang dahi Kenya, membuka kelopak matanya diarahkan cahaya senter ke arah matanya.
"iya dia duduk bersama ke dua temannya"
"baiklah, aku akan memeriksanya kamu tunggulah di luar" sebenarnya aku tidak menyukai pria berjas putih itu, dia menatap kenya dengan perasaan lain. tapi karena dua orang petugas wanita lainnya ikut masuk aku segera meninggalkan Kenya agar segera di tangani.
Di luar pintu sahabatnya tak kalah cemas, dan Vicka terlihat sedang menangis.
__ADS_1
"Kenya kenapa Vic, dimana dia?" kak gilang vicka.
"tadi kami makan bersama kak, lalu saat kami selesai dia ingin ke perpustakaan tiba-tiba Kenya pingsan kak" tangis wanita itu pecah lagi.
"apa dia sedang ada masalah vic?"
"ku rasa tidak kak, ujiannya lancar, keluarganya juga baik-baik saja" "tapi memang belakangan ini dia tampak pucat, dan tidak semangat. Apa mungkin dia menyembunyikan sesuatu dari kami" Tyas berbicara
"kalau begitu aku masuk dulu kedalam menanyakan keadaannya, kalian tunggu di sini saja, semua akan baik-baik saja"
"Kenya bodoh jelas-jelas kak Gilang menyukainya, kenapa tidak dia terima saat di tembak kemarin yah Vic" kuping ku mendengar salah satu teman Kenya berbicara, jadi laki-laki itu menyukainya juga. makanya dia menganggap biasa perlakuan ku terhadapnya, wajar saja gadis sepertinya gampang untuk menarik perhatian laki-laki bukan dia genit atau semacamnya, tapi paras dan pembawanya yang ramah pasti seperti memberikan lampu kuning terhadap laki-laki yang menaruh hati padanya.
Lima menit kemudian kak Gilang keluar, aku mencuri dengar pembicaraannya.
"Vic, aku beli bubur dulu yah buat Kenya, dokter bilang penyakit mag nya kambuh karena telat makan. kalian tolong temani dia dulu sampai aku kembali"
"iya kak, nanti aku hubungi jika Kenya sudah sadarkan diri, terima kasih kak"
kedua wanita itu masuk ke dalam ruangan dimana Kenya di rawat, aku binggung apakah harus ikut masuk atau menunggu dia sadar dulu,
'Dreeeetttt....dreertttt' hp ku bergetar.
"halo bel,,?"
"gw belum tau bel, gw di luar ruang rawat, iya bentar lagi gw kesitu"
'okeh kita tunggu' pangilan pun selesai, lebih baik aku menghampiri mereka dahulu, takut berfikir yang macam-macam nantinya.
Setelah 30 menit berlalu aku memutuskan untuk kembali ke ruang kesehatan dan meninggalkan Ibel, Angga dan Dendi yang masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Saat di lobi masuk, seseorang wanita sepertinya sahabat Kenya menegurku.
"Lo yang namanya Iraz yah" kok dia tau nama aku yah.
"Iya, gw Iras. kamu sahabat Kenya bukan?
"iya gw Vicka, dan terima kasih tadi atas pertolongannya" wanita itu bicara lalu meninggalkan ku
"tunggu Vic, Kenya sudah siuman? bagaimana keadaannya"
tanya ku ramah kepadanya
"Iya dia sudah sadar 20 menit yang lalu, tapi kondisi psikisnya masih kurang stabil" wajahnya menunjukan ketidaksukaan nya pada ku.
__ADS_1
"maksudnya?"
"Gw to the point' aja yah! To-long jauhi dia...! Kenya udah menyukai orang lain dan itu jauh sebelum Lo datang di kehidupan dia, jadi Jagan buat dia bimbang dengan perasaannya!" Vicka bergumam menahan kesal, tatapan nya tajam ke arah lawan bicaranya.
sebenarnya Iraz tidak menyukai ucapannya itu, tapi sudahlah bukan waktu yang tepat untuk berdebat dengan wanita batinnya.
Iraz ingin berbalik ke ruangan dimana Kenya di rawat tadi, tapi dari arah pandangnya Kak Gilang dan Tyas membantu Kenya ke luar ruangan menuju ke lobi parkir.
Pria itu dengan sigap membukakan pintu mobil sebelah kiri untuk Kenya, ada rasa perih di hati Iraz, belum juga dia menyatakan perasaannya tapi harus menerima kenyataan cintanya tidak akan terbalas.
'PROV IRAZ'
ku laju kan kendaraan ku dengan cukup cepat, pikiran ku kenapa tidak bisa hilang dari wajah kenya. ini pertama kali untuk ku dan benar-benar menyakitkan, aku pikir orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama akan merasa bahagia tapi bohong! semua wanita sama saja mereka hanya merasa tidak enak dengan kebaikan seseorang, lalu menghempaskan nya.
Aku menenggelamkan tubuhku di kolam renang, aku harap aku bisa melupakannya. Perkataan temannya tadi sungguh membuatku jengah, kalau dia sudah menyukai orang lain kenapa dia tidak mengatakan ke padaku langsung, aku sungguh merasa jadi lelaki bodoh.
Dua hari ini aku mengurung diri di kamar, aku malas untuk ke kampus. Tempat dimana harusnya berakhir dengan banyak kenangan, tapi justru menjadi kenangan buruk di detik-detik terakhir.
Aku akhirnya menuruti perintah mami ku untuk melanjutkan kuliah S2 ku ke Prancis, dan masalah perjodohan itu aku coba untuk menjalaninya. apa ini keputusanku sesaat karena sedang dalam keadaan gundah, tapi ku harap dengan ini aku bisa menyembuhkan luka hati ku.
"Tok..tok... boleh mami masuk?"
Aku sedang mengepak sebagian barang-barang ku, yah besok pagi aku akan terbang ke France.
"iya mom masuklah"
"gimana persiapan mu Mulya, apa ada yang bisa mommy bantu?"
"sudah hampir beres mom, tinggal beberapa perlengkapan pribadiku yang belum masuk ke koper"
"makasih yah sayang, mommy senang Mulya mau ikut mommy ke France mommy pastikan Mulya pasti betah tinggal disana"
"iya mom, Insyaalloh Mulya mau cepat selesai S2 Mulya dan bantu papi mengelola perusahaan"
"iya,,, aminnn... Istirahat yah kalo Mulya capek ngak usah bawa banyak barang, nanti kita beli kebutuhan Mulya di sana saja"
aku menganggukkan kepala ku dan tersenyum ke arah mommy yang menghilang dari balik kamar ku.
Aku mengambil post foto seseorang dari dompet ku, Iya saat wisuda kemarin tatapan ku tak pernah lepas dari anggunnya penampilan Kenya, dia terpilih jadi salah satu mahasiswi dengan predikat cumlaude aku sangat kagum pada gadis itu, aku sempat berbicara sebentar dengannya, meminta maaf dan mengucapkan selamat, tapi aku tak bisa mengucapkan salam perpisahan padanya.
Saat sesi foto aku meminta tukang fotografi untuk mencetak satu untuk dalam ukuran kecil. Wajah pada gambar ini yang selalu membuat ku tersenyum sekaligus terluka.
"Besok aku pergi key, aku pasti akan sangat merindukan mu, aku harap saat aku sudah menjadi lelaki sesungguhnya kau belum memilih jodoh mu, bersabarlah hati aku akan mencari mu kembali.
__ADS_1
ku kecup gambar itu dan ku masukan kembali ke dalam dompet belakang foto ku.