
Setelah sampai di rumah, ayah telah menunggu kami katanya ada sesuatu yang penting yang hendak beliau katakan, sambil makan malam bersama ayah bicara.
"Ibu tadi siang ada kepala desa datang ke rumah" aku heran awalnya untuk apa kepala desa ke rumah ku, setahuku keluarga kami tidak pernah membuat sesuatu yang salah.
"Ibu dan Kenya dengar kan ayah dahulu, jangan ada yang menyela di saat ayah bicara"
"Baik mas" ibu menjawab, dan aku hanya mengangguk mengiyakan
"Tadi pak bejo beserta istri dan anak sulungnya berkunjung ke rumah, tujuan utama nya adalah silahturahmi, beliau sangat mengapresiasi usaha kita karena sedikit banyak membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar dan tujuan ke dua beliau mau melamar Kenya Bu untuk anak sulungnya yang bernama Hendra"
"A-apa ayah... Ngak Kenya ngak mau"
"Kenya tenang dulu, ayah mu belum selesai bicara" ibu menepuk-tepuk punggung tangan ku.
"Terus ayah langsung terima?"
"Key, ayah rasa memang sudah saatnya kamu berumah tangga, mengingat usia mu yang sudah cukup matang, ayah juga ingin ada pria yang menjaga mu sebelum ayah di panggil oleh yang Kuasa. Nak Hendra pria yang baik syg, dia lulusan S2 dan mempunyai pekerjaan mapan, ayahnya pun mempunyai pengaruh yang besar di kota ini nak, Jadi ayah rasa kamu akan aman dan bahagia bersama dengan nya"
"Ayah... Cinta itu tidak bisa di paksa, Kenya dan mas Hendro tidak pernah berteman, hanya pernah berpapasan beberapa kali, aku ngak menyukai mas Hendro yah, tolong jangan paksa Kenya"
"Cinta itu bisa di pupuk ndok, pelan-pelan kamu pasti bisa menyukainya"
"Ngak yah, Kenya ngak mau please!!!" aku mengemis iba pada ayah ku sendiri
__ADS_1
"Key, ada yang mau ibu bicarakan dengan Ayah mu, kamu istirahat yah?" ibu mengedipkan sebelah matanya padaku, jadi aku pikir ibu pasti memihak padaku.
"Dengan berat hati aku menuruti kemauan ibu, aku juga sudah cukup letih dengan kegiatan hari ini. Ayah ku juga punya pendirian yang kuat kalau aku mengikuti kemauan ku juga mungkin tidak akan ada jalan keluar.
Aku menaiki tangga menuju kamar ku, aku mandi sejenak untuk sekedar melepas penat, fisik dan pikiran ku sangat letih rasanya.
Setelah bersalin aku menunaikan sholat isya sebelum memutuskan untuk tidur, benar kata ayah usia ku tidak muda lagi sekarang sudah hampir memasuki usia 27 tahun, memang aku sering mendengar beberapa kerabat ku berkata sudah seusia ini kok belum ketemu jodohnya.
'Ya Tuhan apa Ayah dan ibu ku malu yah anak gadisnya masih perawan, kok aku jadi baper gini yah, kenapa juga hati ku tidak bisa di ketuk oleh pria lain, apa luka ku sedalam itu, tidak kah ada sedikit hati yang bisa ku berikan untuk orang lain'
Pagi hari ini ibu menyuruhku untuk istirahat, pekerjaan toko sudah di handel dengan yang lain. Ibu tidak mau aku terbebani dengan perkataan ayah semalam, jika aku belum siap dengan lamaran yang diajukan pak Bejo untuk anaknya tersebut, Secepatnya ibu akan ke rumah pak Bejo untuk membatalkan nya.
Aku malah binggung jika harus berdiam diri di rumah, jadi aku putuskan untuk ke mall siang ini.
"Bruk...." seorang anak kecil menubruk kaki ku
"Aduh"
"Kamu tidak apa-apa nak?"
"anak wanita itu hanya tersenyum lalu berlarian lagi" anak kecil itu cantik sekali, usianya sekitar 2 tahun aku rasa.
"Kanaya dimana kamu, mama disini" suara itu aku cukup familiar, aku mengintip dari balik majalah yang ku baca, iya dia Bella dokter cantik yang di cintai Iraz. seketika tanganku bergetar, jadi anak tadi adalah anak Iraz dan Bella.
__ADS_1
"Mama.. Ayo kita makan, Naya lapar" teriak anak cantik itu, wajahnya mirip sekali dengan mamanya.
"Ayok" di gandeng nya anak itu, dan mereka menghilang dari pandangan ku.
Entahlah aku kenapa ingin mengikutinya, padahal hati ini berkata jangan tapi aku penasaran.
Dan benar dugaan ku anak kecil itu berlari ke suatu restoran di mall ini, di depan resto tersebut sudah menunggu pria tampan memakai kemeja biru dan celana hitam bahan, wajahnya tidak pernah berubah setelah dua tahun aku tidak berjumpa dengan nya, Laki-laki sempurna yang selalu aku impikan di dalam hidupku memeluk anak itu, menggendongnya dan kemudian dia memeluk Bella dengan sayang lalu masuk kedalam restoran itu bersama.
Astagfirullah, kenapa aku harus terluka melihat pasangan itu bahagia, seketika tubuhku lemas, aku hampir jatuh jika tidak berpegangan dengan tembok yang ada di sebelah ku ini.
Kaki ku benar-benar kaku, aku tidak bisa melangkah sedikit pun.
Ya Tuhan, bantu aku, kuatkan aku aku ingin pergi dari tempat ini, dengan langkah terseret akhirnya aku sampai di dalam mobil ku.
Aku menjalankan mobil ku ke sembarang arah, aku hanya mengikuti arah panah yang kulihat ya aku ingin ke pantai, sampai di sana aku menangis berteriak dan mengeluarkan kesedihan ku kembali.
Dia telah bahagia key, kamu liat sendiri kan ada anak balita lucu di tengah-tengah mereka ngak mungkin aku jadi wanita yang merusak hubungan mereka, yang ada aku di bully netizen +62 hidup-hidup.
"Tuhan mungkin, engkau membuka mata ku hari ini agar aku benar dan yakin harus merelakannya dengan yang lain"
Rasanya aku tidak ingin pulang ke rumah, aku tidak mau ibu melihatku seperti ini lagi, jadi aku menginap di salah satu hotel daerah Prambanan. Tempat dimana besok akan di adakan pameran batik dan peragaan busana tradisional indonesia.
beberapa karya ku juga akan tampil di acara besok, esok pagi pegawai ku akan datang ke sini dan membawa hasil karya kami. Kami mendapat satu stand boot untuk memamerkan produk toko kami, batik yang aku pamerkan batik khas Surakarta, menggambarkan kearifan lokal dan budaya masyarakat surakarta, ini kali kedua aku berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga kedepannya produk lokal lebih di cintai, di buru dan di import ke luar negeri.
__ADS_1