Memory After Memory

Memory After Memory
Mencoba Move On


__ADS_3

Sejuk iya begitulah suasana saat kalian menginjakkan kaki di kampus ku ini, terletak jauh dari pemukiman penduduk, dekat dengan danau dan hutan kota.


hari ini hari terakhir ujian, A-aahh lega rasanya walaupun masalah kemarin sempat membuat aku down belajar tapi kalau aku inget wajah orang tua ku dirumah jadi ngerasa bersalah.


"Hai Key Lega" sapa Vicka dan Rita


"Seneng yah dah bisa relaks, ayoo mau jalan kemana kita" ajak Rita sambil merangkul pundak ku.


"ihh jangan mulai deh, mau kemana emangnya? tapi agak malam mungkin karena aku harus kerja siang ini" jawabku sambil tersenyum.


"oke-oke nanti malam ke cafe yukz! ada pembukaan cafe baru Deket kok letaknya sama kampus kita" ajak vicka dengan antusiasnya


"ehmmm... mahal nggak menu di sana?" aku berfikir uangku cukup tidak yah, sebentar lagi kan harus bayar kos-kosan.


"tenang Kenya, gw yang traktir kali ini yah" bidiknya di telinga ku


"ih gw juga mau donk, vic" rengek Rita sambil menarik tangan Vicka


"ihh Lo berlagak jadi orang susah deh" ledek Vicka

__ADS_1


"ayoo donk gw juga yah" gayanya sambil memohon kelakuannya membuat kami tertawa kali ini.


"iya deeeh wkwk"


kami bertiga berpelukan, yah itu lah persahabatan kami. dari dulu tidak pernah bersaing, walaupun aku pintar diantara mereka tapi mereka tidak pernah mengandalkan ku untuk tugas mereka, paling kami suka bertukar pikiran dan menyelesaikan tugas bersama.


Tiga hari setelah kejadian itu berlalu,, aku berusaha bersikap seperti biasa, karena aku tau mereka pasti akan sangat sedih jika aku cerita masalahku kemarin. aku pernah sedikit terbuka masalah memory kecil ku tapi mungkin mereka tidak sadar nama cinta pertama ku yang aku ceritakan adalah Viraz.


Siang ini aku bekerja di restoran cepat saji aku selalu berusaha tersenyum pada pengunjung restoran, karena itulah kunci dari ke****an pelanggan kami.


Sudah 1 tahun lebih aku bekerja paruh waktu di tempat ini, jadwal aku bekerja seminggu hanya tiga atau empat hari kerja karena jadwal kuliah ku juga padat. jujur gaji ku disini tidak banyak yah walaupun sedikit bisa membantu biaya pulsa dan tugas-tugas kuliah ku dan yang penting aku bisa makan siang gratis saat hari kerja.


"selamat siang, ini pesannya silahkan" sapa ku ramah kepada setiap pelanggan.


"selanjutnya" aku mempersilahkan antrian berikut nya maju.


"satu big mac, satu mocca float, jangan lupa little es nona.." sapa seorang pengunjung, yang ku kenal kak Gilang. siapa sih di kampus yang tidak kenal Gilang Ramadhan Adisti" di samping wajahnya yang tampan, tinggi dan memiliki badannya atletis, dia juga ketua BEM di kampus ku jago main basket lagi, tidak ada wanita yang tidak menaruh kagum kepada nya.


Aku ehh dulu sama seperti yang lain, tapi kulihat posisi ku seperti nya lebih baik memilih untuk tidak terlalu dekat dengan kak Gilang.

__ADS_1


"kak Gilang,, sama siapa?" sambil berjinjit menengoknya.


"sendiri.." jawabnya santai.


"ohh okeh, silahkan di tunggu ya kak 1 menit" senyum ku tapi mungkin tak terlihat karena tertutup layar komputer. malu banget pasti kalau keliatan pipi ku pasti terlihat merah"


"ini pesannya totalnya 52 ribu" sambil menyodorkan tray berisi pesanannya.


"ini uangnya 100 ribu, kembalinya ambil saja" sambil berkedip kepada ku.


"terima kasih Kak..." sebenarnya malu juga sih, tapi aku memang butuh uang.


"Iya, lain kali temenin kakak makan yah..!" kak Gilang memajukan kepala ke arah ku.


"ehh I- ya" jawabku pelan.


"See you Kenya tomorrow" dia berlalu ambil melambaikan tangan ke arah ku.


entahlah aku harus senang atau merana,,, apa itu ajakan kencan, nggak mungkin banget kak Gilang gitu yang ngajak, tapi aku harus Move On...

__ADS_1


__ADS_2