
'PROF KENYA'
Aku berjalan menunggu dok satria di lobi hotel, sepertinya menyewa ballairoom hotel ini sangat mahal, bayangkan saja interior yang di suguhkan saat pertama masuk ke dalam hotel sangat mewah dan berkelas belum lagi fasilitas dan pelayanan yang di berikan pihak hotel sungguh luar biasa dan kulihat yang datang ke sini rata-rata bukan dari kalangan orang biasa.
"Satria....." dari jauh aku lihat seorang wanita cantik menghampiri dok satria di temani lelaki yang ku duga kekasihnya.
"Heidi, Excel.. Apa kabar bro?"
dok satria mencium pipi wanita itu, lalu memeluk pria itu dengan erat.
"kita baik, hayooo dah move on nih itu siapa di sebelah" goda wanita itu, sambil menunjuk ke arah ku.
"oohh iya aku lupa... namanya Kenya, Kenya kenalin ini Heidi dan Excel teman satu angkata dengan ku" aku tersenyum dan menerima uluran tangan mereka.
"Kenya"
"gimana ngak cepet move on, gandengannya modelnya nya kayak gini" Excel menyengggol bahu dok satria yang pandangannya tak henti menatap ku.
"Resseeehh Lo, ngak bisa liat orang bahagia" wajah dok satria tampak kesal melihat kedua teman nya itu tertawa.
"Ayo masuk, ngak sabar mau ketemu sama yang lain" Heidi mendahului kami sambil menggenggam lengan excel.
"Key" dok satria berbisik di telingaku, nafasnya mengelitiki dan aroma parfumnya menggodaku.
"iya dok...?" menyadari itu aku mundur seketika satu langkah.
"tolong saat di luar, jangan panggil aku dokter"
"ahh.... terusss aku harus panggil apa dok?
"Satria boleh, kakak, abang boleh, mas juga boleh" aku melongo saat dok satria menyebutkan kata-kata itu sambil tersenyum jahil ke arah ku.
Aku hanya mengangguk kikuk.
Kami memasuki pintu salah satu ruangan hotel berbintang ini. dok satria menautkan tangannya di jari-jari ku.
"dok satria...!" aku ingin menolak tapi dia sepertinya tidak mau melepaskan tangan ku.
"tolong ulangi?"
"humffhhh.... SATRIA tangan ku sakit"
dia tidak menjawab tapi mengendorkan sedikit gengamannya.
Saat kami masuk aku merasa beberapa pasang mata menuju pada kami.
"itu satria kan?" seorang laki-laki berkepala plontos, mehampiri kami
"haiii bro, tambah keren penampilan mu sekarang" dok satria berjabat tangan dan memeluk pria tersebut
"bisa aja bro, gw gini-gini aja kok, kenalin ini istri gw Ria dan ini buah hati kami" istri pria tersebut tersenyum sambil menggendong buah hatinya yang sedang tertidur.
__ADS_1
"widihhh gandengannya sekarang"
"namanya Kenya bro, Kenya dia Rio dan istrinya" kami bersalaman.
"Bella dateng tuh sama tunangannya" bisik Rio pada satria yang suaranya bisa ku dengar.
"udah masa lalu bro, ini masa depan gw" dok satria mengambil tangan, dan menggenggamnya. aku agak sedikit binggung dengan ucapannya. 'aku masa depannya' maksudnya?
Heidi, Excel dan satu pasangan lainnya juga ikut bergabung dengan kami.
"Haiii Bell, apa kabar? dok satria melepaskan tangan ku, dan memeluk wanita cantik dan menawan itu, balutan gaun merah selutut, dengan dandanan yang sangat sempurna. menjadikan dia seperti ratu di acara ini. wanita itu melepaskan pelukan dok satria.
"Iya sat, kabar ku baik jauh lebih baik sekarang" lalu dia menarik seorang pria di sebelahnya. Pria tinggi yah hampir sama dengan dok satria tingginya, tapi wajahnya terlihat tidak bersahabat.
"kenalkan dia tunangan ku, Mulya"
sebenarnya aku tidak suka dengan tatapan kedua pasangan tersebut, si wanita menatapku seperti merendahkan penampilan ku, dan pria yang bersama nya selalu mencuri pandang kepadaku, itu membuatku jadi canggung.
"Satria dan ini Kenya Kekasihku"
mataku berkedip kedip ke arah dok satria, dia membalas dengan satu kedipan, aku memaksa kan bibir ini untuk tersenyum dan menyapa kedua orang itu.
"ehmmm...Kenya" saat aku besalaman dengan pria itu, aku dapat merasakan gengaman tangan pria itu bekeringat sepertinya dia sama dengan ku gugup.
"udah yukz kita ceritanya sambil duduk disana, udah laper nih" Excel berkata sambil mengelus perutnya.
"bhaaahaa..... Excel excel Lo mah ngak pernah berubah yah kalo soal itu" satria mereka nimpali dan mereka semua tertawa bersama.
"ohh ya kamu kerja dimana key?"
baru aku ingin menjawab, tapi tangan Satria menahan tangan ku.
"Kenya perawat ruang ICU di rumah sakit yang sama dengan ku"
satria menengok ke arah Bella beberapa detik kemudian menatap ku. Laki-laki di sebelah bella sepertinya memalingkan wajahnya pada ku, seperti tidak suka dengan cara dok satria memperlakukan ku.
Kami berniat untuk pulang lebih awal karena waktu di tangan ku sudah menunjukan pukul 21.30 wib.
"kita pulang yukz key" bisik dok satria
"ehmm iya mas" aku mengangguk mengiyakan.
"Maaf yah semua, aku harus pamit duluan" dok satria menakupkan kedua tangan nya
"ahh ngak asikk lo sat, baru ngobrol bentar dah mo balik" Rio kali ini berbicara.
"sorry lain kali kita sambung, thanks yah semua, sukses selalu" dok satria berdiri lalu menggandeng tangan ku untuk mengikutinya.
"kita tunggu undangannya" terdengar suara Excel berteriak.
Sudah dua puluh menit kami di parkiran lobi hotel, dok satria mengatakan ban mobilnya ternyata bocor dan dia lupa membawa ban cadangan, dia tampak binggung dan cemas.
__ADS_1
"key hari sudah semakin malam, jam segini mana ada bengkel yang buka kamu pulang naik taxsi online saja yah key?"
"tapi dok, saya masa tega ninggalin dokter sendiri" sebenarnya aku tidak enak meninggalkan dok sat di loby parkir begini. tapi ini sudah larut malam dan benar katanya aku harus segera pulang.
"key, kalau memang mobil ini harus menginap di sini, aku pun akan menginap disini, besok baru aku minta orang bengkel untuk memperbaiki, kamu kan ngak mungkin ikut aku juga menginap disini key walaupun kita berbeda kamar" dok satria terkekeh melihat ekspresi wajah ku yang merona karena ucapannya.
"ehhh... iya dok aku pulang duluan saja kalau begitu"aku meringis, lalu dia menggantarku sampai di loby hotel. Aku menekan tombol yes pada aplikasi taksi online di handphone ku.
"udah dapat belum key?" tanya dok satria merapatkan badannya ke arahku sambil melihat gambar di hp ku.
"belum sih dok, disini tulisannya masih mencari driver"
"banyak yang pakai mungkin malam Minggu gini, sabar yah" dia mengelus rambutku.
"Satria... kok masih disini, ku pikir kalian sudah pulang" Bella membuka jendela pada mobilnya dan menegur kami.
"ehh... Mobil aku bannya bocor bel, tapi sepertinya bengkel sudah tutup jam segini"
dok satria meringis, sambil menggaruk kepala nya.
"terus ngapain di lobi sat?"
"lagi nunggu tadi online buat antar Kenya pulang, karena aku terpaksa menginap di hotel." kali ini aku yang meringis karena malu.
"Sudah dapat belum taksi nya kalau belum juga Ayuk kami antar key, anak perempuan ngak baik pulang malam-malam"
"Sudah naik key benar kata Bella, tenang saja mereka teman-teman ku percayalah!" dok satria meyakinkan ku, sepertinya dia bisa membaca mimik wajah ku yang sedikit merasa tidak nyaman.
Aku memasuki mobil mewah itu dengan sedikit canggung.
Kedua pasangan ini benar-benar membuat ku iri yang satu cantik dan satu lagi tampan.
"rumah kamu di mana key?" tanya bella yang menoleh ke arah ku.
"Jalan kebangsaan nomer V"
"Wah kebetulan itu bukannya satu arah ke rumah kamu Mulya?" kali ini Bella menoleh ke arah pria di sebelahnya.
"Heumm... " pria itu hanya menggannguk lalu kembali fokus menyetir.
"kalau gitu nanti aku yang turun duluan yah key, kamu tenang aja Mulya nanti anter kamu sampai rumah" Bella ternyata tidak seburuk yang aku pikirkan, dia baik, sopan dan ramah pula, tapi kenapa dok satria dan Bella bisa putus yah, aku kok jadi penasaran.
"Key, boleh tanya ngak? kamu sama satria sudah berapa lama pacaran?"
"AH.... itu kami belum lama, maksudku kami hanya dekat saja" duhh ini sih jadi beban buat ku, bagaimana aku harus menjelaskan.
"Hihiii.... iya masih malu yah key, satria tuh orangnya baik key, perhatian, humble dan suka bercanda" apa muka ku terlihat merona, duhh tambah salah tingkat saja aku.
"ehhh iya ya bel sepertinya gitu" aku mengangguk mengiyakan.
"Oh ya nanti aku harap kamu dan satria datang yah di acara pertunangan kami"
__ADS_1
"eumm...Insyaalloh aku dan satria akan datang" dan itu obrolan terakhir kami sebelum Bella turun dari mobil.