Memory After Memory

Memory After Memory
Mulai Dari Nol


__ADS_3

Kami mengantar ayah untuk kontrol ke dokter hari ini, kami harap akan ada perkembangan yang baik untuk pengobatan kaki ayah, kata dokter Ayah masih dalam tahap penyembuhan, untuk berjalan masih memerlukan alat bantu jadi ibu harus selalu berada di samping ayah sampai beliau merasa sudah bisa berjalan dan melakukan aktifitas fisik yang berat secara mandiri, tapi yah begitu lah ayah selalu merasa hebat, kuat dan serba bisa, karena malu dengan pangkat polisi yang melekat padanya walaupun sudah pensiun, ayah tidak pernah mau terlihat lemah di depan orang.


Masa cuti ku sudah habis Minggu lalu, aku memutuskan untuk melanjutkan proses surat resign ku, pesangon yang kudapat lumayan bisa untuk membantu ayah dan ibu membesarkan toko mereka.


Hari ini adalah launching produk baru di toko kami, karena keterbatasan modal ibu dan kakak ku berinisiatif menjadikan aku model dari produk toko kami sendiri, dengan terpaksa aku mengiyakan ide mereka.


Tidak sulit untuk ku melakoni ini karena memang aku hobi di foto dan pernah ikut pemilihan model majalah remaja pada zaman SMA.


Ibu dengan cekatan mendandani ku hari ini, dia memakaikan pakaian batik yang sedang trend di kalangan remaja dan anak muda saat ini, untuk baju muslimah aku di bantu saudara perempuan ku untuk memakainya, kakak ku dan ibu ku sudah berhijab tinggal aku yang belum memutuskan untuk berhijab.


"Cantik sekali anak ibu ini"


"Ibu mujinya kenya terus, Ayu kok jarang ibu puji" kakak ku cemberut sambil memasangkan jilbab di kepala ku.


"Oalah, Mbak Ayu juga cantik kok makanya sudah ada yang mau, adik mu kan belum"


"Ahh ibu kok bahasanya ke arah situ lagi, aku bukan belum ada yang mau Bu, tapi aku tidak tertarik saja dengan mereka"


"hahaa..... hahaa ... ibu bercanda, kalian semua anak ibu yang cantik, pintar dan Sholehah ibu sayang kalian"

__ADS_1


Alhamdulillah Sebulan setelah launching produk batik dan baju muslimah pendapatan toko kami naik drastis, aku juga memasarkan produk kamu via aplikasi belanja online dan membuat akun toko kami, kakak ku tidak bisa banyak membantu di samping sudah mempunyai keluarga, kakak ku juga bekerja sebagai dosen di dua universitas di kota B.


Jadi semua desain dan pemasaran aku yang menjalankan, sedang ayah dan ibu fokus di bagian produksi dan perputaran uang belanja. Produk kami membatasi model yang keluar ke pasaran, sehingga tidak pasaran di luaran. Dan tentunya banyak pela**** kembali untuk membeli produk kami dengan model, motif dan warna yang berbeda.


Satu setengah tahun berlalu, pencapaian kemajuan toko kami di luar dugaan, tadinya kami hanya punya satu ruko untuk produksi di lantai atas dan lantai bawah sebagai pengemasan juga etalase toko. Alhamdulillah sekarang kami sudah bisa membeli satu ruko lagi jadi satu kami gunakan untuk bagian produksi dan pengepakan satu lagi khusus untuk ruang pemotretan, model produk dan etalase toko.


Hari ini ibu katanya ada janji dengan salah satu pengurus dari perkumpulan ibu pejabat teras di Semarang, katanya beliau sedang berkunjung ke Jogya jadi ibu berinisiatif menemuinya, kata ibu istilahnya jemput bola hihiii, dan ibu bilang organisasi tersebut berminat ikut memasarkan produk kami pada pameran di Jakarta dua Minggu yang akan datang, jadi ibu dari semalam mengemasi beberapa contoh model pakaian yang akan di tunjukan kepada mereka, semoga saja mereka benar-benar tertarik dengan desain dan kwalitas produk kami.


Jadi aku sangat sibuk menghandle sendiri semua pekerjaan hari ini di toko, karena bertambahnya omset penjualan maka kami juga menambah pekerja yang membatu di toko kami, ada 5 orang pegawai wanita dan 3 orang pegawai pria di sini yang membatu kami disini, mereka orang Jogya asli kami merekrutnya bukan tanpa sebab, Ibu memberikan pekerjaan pada janda, tuna wisma dan pemuda pemudi yang benar-benar mau bekerja. Cukup dengan mengajari mereka beberapa hari saja, mereka sudah mampu beradaptasi, untuk tempat tinggal kami juga menyewakan kontrakan untuk pegawai wanita dan pegawai pria tidur di lantai atas ruko kami, Alhamdulillah sudah lebih dari satu tahun belum ada keluhan dari mereka, mereka sangat bersyukur mendapat lapangan pekerjaan dari kami.


Kami sekeluarga pun ikut senang bisa membantu dan bekerja sama dengan baik, karena mereka sudah kami anggap sebagai keluarga kami sendiri.


"di depan lahan parkir saja pak biar terlihat"


"Wah mbak key ini mah nanti bukan mau beli batik tapi mau ngelamar mbaknya"


"Ih pak, jangan bercanda deh"


"Beneran mbak, mbaknya cakep banget habis di foto disitu"

__ADS_1


"Bisa aja pak yanto"


Iya setelah toko kami berkembang, wajah dan belakangan ini memang banyak massage dari Pela**** kami yang memuji tentang penampilanku, sejujurnya aku takut jika salah satu diantara mereka berniat tidak baik pada ku, karena statusku yang masih singel mungkin.


"Assalamualikum... gimana key capek yah ibu tinggal seharian"


"walaikumsalam ibu baru pulang?"


ibu tidak menjawab hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan ku.


"Kenapa tidak langsung pulang dan beristirahat Bu"


"Tidak ibu mau pulang dengan kamu, sekalian mau ajak kamu jalan sebentar"


"Jalan mau kemana Bu sore-sore begini, ada deh yuk"


"Tapi tokonya Bu"


"Sudah tutup lebih awal saja, atau kalau tidak suruh Nina menjaganya" aku mau tak mau mengikuti kemauan ibu, Nina salah satu pegawai terbaik ku, yang aku percaya untuk menghandle toko saat kami tidak ada di tempat, dia pintar menjelaskan detail produk pada masing-masing barang yang kami pasarkan, aku menyuruh nina untuk menjaga selama satu jam setelah kepergian kami, aku memerintahkan seluruh pegawai kami untuk pulang dan beristirahat 30 menit sebelum waktu magrib.

__ADS_1


__ADS_2