Memory After Memory

Memory After Memory
Siapa Dia


__ADS_3

Di sebuat Cafe saat ini aku berada, iya tadi aku memang menghubungi Vicka dan Tyas untuk bertemu, bukan sekedar bertemu emang kami sering melepas kerinduan 2-3 kali dalam setahun.


Karena sekarang kami telah bekerja dan tidak satu tempat yang sama seperti kuliah dulu, jadi agak sulit mengatur waktu untuk bertemu.


untungnya hari ini kami bertiga off bersamaan, jadi kami putuskan untuk makan siang bersama disini.


"Ini nih yang ngak aku suka, dah jarang bisa ketemu pake acara ngaret lagi" aku menatap jam tangan ku dengan gelisah


"Ihhh kebiasaan emang tuh anak, mau di bilang janjian 1 jam sebelum tetap aja ngak bisa Dateng on time" Vicka mengendus kesal sambil mengaduk-aduk teh manis kesukaannya.


"Duhh sorry sorry sorry.... tadi tuh busway nya lama beb" akhirnya 10 menit kemudian nongol juga sih orang dengan mimik mukanya yang panik.


"Iyehh gak papa, udah biasa ya kan key" Vicka melengos ke arah ku.


"Ya sudah yang penting sudah kumpul semua, mau pesen apa nih" aku menyodorkan buku menu pada Tyas.


"Key, jadi tadi kamu cerita ada yang ngirim buket bunga tanpa identitas, maksudnya" Mata vicka menyipit


"Iya ada kiriman buket bunga lily dari orang asing, karena aku bolak balik tidak ada nama pengirimnya"


Nambah dong penggemar kamu key heheee" Tyas selalu saja menggodaku sambil bercanda


"Ohh yah sudah tau belum kak Gilang mau menikah?" Vicka bertanya sambil mengunyah makanannya.


"Iya aku tau Vic, tadinya aku juga mau bahas itu tapi Vicka dah tau duluan ternyata"


"kamu di undang key?" tanya Tyas penasaran


"Uhmmm... iya kak Gilang sempat menelpon ku 2 hari yang lalu, Vicka dengar dari mana?"


"Aku buka sosmed nya key, aku agak syok tapi aku tau saling dekat saja kami tidak, bagaimana bisa ada rasa" Vicka menundukkan kepala sambil memainkan makanan pada piringnya.


"Tapi Vicka tau siapa calon kak Gilang?" aku bertanya lagi, dan Vicka hanya menunjukan gambar yang pada hp nya.


"Loh ini kan Anita, gadis cantik dari fakultas hukum, satu kelas dengan Iraz!" deg tatapan ku berhenti ketika melihat gambar itu, gadis yang awalnya aku dicemburui karena dekat dengan Iraz, apa nanti Iraz juga akan datang ke nikahan mereka.


"Keyy, kok bengong, kamu berencana hadir tidak ke nikahan kak Gilang?"

__ADS_1


"Aku... ada niat sih Vic, tapi aku belum bisa putuskan saat ini"


Saat kami ingin pulang, salah satu pelayan restoran ini mendatangi kami.


"Tadi sudah bayar di awal kan Vic?"


"Iya sudah"


Dari balik punggungnya pelayan wanita itu memberikan buket bunga Lily lalu bertanya pada kami.


"Maaf kak ini ada titipan untuk nona Kenya, yang mana yah orangnya?"


"Iya saya mbak, dari mana yah?"


"Saya tidak tau kak, tadi seseorang laki-laki paruh baya berkumis menitipkan bunga ini kepada saya"


Vicka menyenggol lengan ku "Coba baca"


"Really Miss you key, See you"aku menutup mulutku tidak percaya.


"Duduk dulu key" aku berusaha duduk dengan baik. Tyas berlari ke meja resepsionis restoran tersebut.


"Kemarin buket bunganya kayak gini?" Vicka mengambil buket bunga itu dan mengamatinya.


aku hanya menganggukkan kepala.


"Gile cepet banget tuh orang perginya" Tyas datang nafasnya tersengal-sengal.


"Tadi gw sempet liat orang di ceritain sama mbak pramusaji itu key, jadi langsung gw kejar tuh orang, dia langsung naik mobil mercy hitam dan tancap gas"


Tyas menceritakan dengan detail kejadian itu.


"Masa iya bapak dengan ciri-ciri yang di ceritakan mbaknya ada feeling ke aku, tau gitu mah mending aku di jodohkan aja" aku membenamkan kepala ku diatas meja.


"Bentar key, bisa jadi bapak itu hanya suruhan dari si pelaku sebenarnya" aku menaikan kepalaku sebagian, masuk akal juga omongan Vicka.


Aku sudah di busway kali ini, mungkin karena hari Minggu jadi agak sepi di dalamnya. bunga tadi aku berikan pada Tyas yang memang sangat menyukai bunga Lily, mungkin kalau tadi langsung di tunjukan kepada Tyas aku sangat-sangat tidak keberatan.

__ADS_1


Aku jadi tidak nyaman saat ini, hidupku seperti di ikuti orang lain rasanya.


Aku berjalan dipinggir jalan, sebelum berbelok kearah gang rumah ku aku mampir ke minimarket berlogo lebah merah untuk membeli hot coklat.


"Hot coklat satu yah mbak!" seorang laki-laki berteriak di belakang ku.


"Maaf mas sudah habis, tinggal kopi Americano dan hazelnut atau varian yang lainnya mungkin?" pelayan itu menjelaskan.


"Tidak mbak, saya pengen hot coklat"


"Satu hot coklat nya mbak!" pelayan itu menyodorkan satu gelas hot coklat pada ku.


"Terima kasih m-" belum juga aku menerima satu gelas hot coklat, pria di belakang ku mengambilnya lebih dulu.


"Loh maaf mas itu punya saya!" aku berbalik dan mengenali pria tersebut.


"Maaf tapi saya bayar 5x lipat untuk satu coklat ini!" pria itu jga sama terkejutnya dengan ku "Kenya"


"Mulya!" aku menarik nafas panjang "Ya sudah ambil saja, aku sudah tidak ingin, tidak perlu bayar! dan jangan lakukan hal ini kepada orang lain, karena tidak semua milik orang lain dapat kau beli dengan uang!!" aku ingin beranjak pergi rasanya, orang ini sangat membuatku kesal.


"Dulu memang aku mencoba menerima keadaan, tapi sekarang aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan apa yang aku mau"


Mulya menarik tangan ku dan menatap mataku lekat.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud, dan tolong lepaskan tangan ku" aku menghempaskan tangan pria itu, bisa-bisanya dia memegang tangan wanita lain dengan status tunangan orang.


"Baiklah aku akan melepaskan mu kali ini, tapi tidak besok!" aku melongo mendengar ucapannya.


"Kamu tidak berhak atas aku, dan aku tidak akan pernah dekat dengan orang seperti mu" aku mengangkat tangan telunjukku.


"Jangan pernah berbicara mendahului takdir nona Kenya!" dia menyentuk dahi ku lalu pergi dengan santai, meninggalkan ku yang masih mematung.


"Dasarrr Kurang Ajar... !!!!" aku mengeram kesal dan berbalik tapi pria itu telah masuk ke dalam mobilnya dan pergi.


Aku pergi meninggalkan keluar pintu minimarket itu dengan kesal, sumpah serapah tidak henti-hentinya ku ucapkan untuk pria itu.


Dasar pria yang aneh, semoga aku tidak bertemu lagi dengannya, aku merutuk dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2