Memory After Memory

Memory After Memory
Galau


__ADS_3

'PROV AUTHOR'


Pagi hari ini terasa cepat untuk iraz, dalam hatinya Iraz sudah berjanji membawa Kenya menemui qila dirumahnya, kebetulan qila menginap dirumah Iraz karena beberapa hari mbak Mila dan suaminya melakukan perjalan bisnis.


Hari ini sepertinya kenya cukup terkejut karena Iraz menjemputnya terlalu pagi, dia memang sengaja ingin mengajaknya ke suatu tempat setelah bertemu qila nanti.


Kenya cantik sekali hari ini batin iras, pakaian sederhana yang dia kenakan selalu pas di badanya dan itu yang membuat dada laki-laki itu berdetak seperti genderang, tapi Iraz bukan menilai Kenya hanya dari penampilan luar dia lebih tertarik karena pembawaannya yang ramah, sopan dan murah senyum terhadap siapapun.


Yah hampir setengah hari ini kenya dan qila menghabiskan waktu bersama di kamar qila, Iraz memang menyediakan kamar sendiri untuk keponakannya itu. Pria tampan tersebut tidak sengaja mendengar percakapan mereka dan sepertinya qila yang mendominasi percakapan antara mereka mulai dari teman sampai guru dan pelajaran yang qila terima di sekolah, mereka sangat cocok dan sepertinya qila sangat menyukai Kenya.


"mau minum apa key?" Iraz masuk ke kamar qila


"apa saja raz, asal ngak dingin"


"Hot coklat?" karena Iraz sudah tau dia sangat menyukainya.


"ehmmm.... mau banget"


"tunggu yah, aku ke bawah dulu"


beberapa menit kemudian iraz kembali ke kamar qila.


"Ini coklat panas-nya"


Iraz menerka-nerka ada kejadian apa saat dia tidak bersama mereka tadi, tapi sepertinya qila membocorkan rahasia om tampannya itu.


"kok suster aja sih om yang di buatin, qila mau juga dong om susu hangat!" celetuk qila


"Kamu kan bisa minta buatin bi inah" 'Tluk' satu jitakan kecil ke kepala qila.


"awaauuu sakit tau om, gitu banget sama qila kalo ada suster, Iya deh beda emang kalo lagi jatuh cinta"


"Uhukkk...Uhukkk...." Iraz tersedak tiba-tiba.


'ini bocah mulutnya lemes banget yah' suranya hampir tidak terdengar, dia melirik ke arah Kenya dia tampak malu sepertinya.


"Qila awas yah, ngak boleh nginep rumah om lagi...!" ancamnya pada qila.


"hihii... ampun om jangan gitu donk"


'ahh sudahlah' batin Iraz dia juga akan jujur tentang perasaannya nanti anggap saja itu suatu kode.


"Tok...Tok... Tok... permisi den" suara Bu Inah dari balik pintu

__ADS_1


"masuk bi..."


"anu itu den, ada Nyonya mau bicara katanya"


"Oh, mami pulang bi?"


Mami dan papi Iraz sering melakukan perjalanan bisnis, baru Minggu depan rencana nya mami dan papi pulang. dan biasanya maminya selalu mengabarkan jika dia akan pulang. kenapa sekarang mendadak pulang, apa ada sesuatu yang penting yang harus di bicarakan.


"aku turun sebentar yah key, qila inget jangan bocor oke" jari telunjuk dan jempol iraz membentuk angka O


"beres Om..." qila mengedipkan sebelah matanya ke arah ku.


Iraz mulai menuruni anak tangga sejenak dia berfikir apa yang harus dia katakan pada maminya saat nanti bertemu dengan Kenya. Apa dia harus jujur kalau mulai menyukai gadis itu atau hanya memperkenalkan nya sebagai teman saja.


'tok..tok' "Permisi mi"


"iya Mulya masuklah..!" mami ku walapun isinya tidak muda lagi tapi penampilannya msh energik dan kekinian.


"Mulya..... bagaimana kuliah mu, bulan depan kamu wisuda kan?"


"iya mi, Minggu ini KKN nya selesai dan lanjut ujian akhir skripsi kalau tidak ada kendala bulan depan Mulya wisuda mi"


"Alhamdulillah bagus kalo gitu, Iras kenal Tante Erni kan? dia mamanya Bella, sekarang Bella sedang kuliah kedokteran gigi loh, mami dan Tante Erni berniat menjodohkan kalian berdua".


"Iya mami ngak akan ngelarang Mulya buat lanjutin kuliah kok, mami juga sudah punya rencana sehabis kamu lulus S1 kamu lanjut S2 ikut mama ke Prancis, dan kita tinggal disana" aku melongo mendengar keputusan mami.


"mi Iraz bisa lanjutin S2 di sini mi! sekarang juga banyak Universitas bagus disini!" aku mencoba memberikan pengertian pada mami.


"Ngak bisa mami udah daftarin kamu disana, dan Tante Erni juga sudah setuju kamu selesaikan S2 dulu, baru pernikahan kamu dan Bella akan dilangsungkan!"


pembicaraan mami sudah terlalu jauh, aku tidak ingin hidupku diatur seperti pola pikirnya, aku sudah dewasa dan aku berhak memilih tujuan hidupku apalagi mengenai pasangan hidup.


"Mami, maaf aku tidak mau terlibat perjodohan ini, aku ingin fokus kuliah sambil belajar memajukan usaha papi dan satu hal lagi mi, aku sudah dewasa dan mulai menyukai orang lain jadi biarkan aku memilih jalan hidup ku sendiri!". mami mengeram kesal pada iraz wajahnya seperti menahan amarah, dan dia keluar menuju pintu kamar.....


"BLAAaaK...." Terdengar suara pintu kamar di banting dari luar.


"Dasar anak remaja zaman sekarang, susah sekali untuk di arahkan dia anak lelakiku satu-satunya aku tidak akan membiarkan nya salah melangkah" mami Puspa masih tampak berbicara menghadap pintu yang tadi di tutupnya.


"Moamy....!" qila menghampiri mami yang sudah terlihat tua tapi penampilannya masih sangat cantik di usianya yang sudah memasuki kepala lima.


"oh ada qila yah, nginep lagi?" mami Puspa bertanya pada qila dan tatapannya beralih ke arah Kenya, dipandangi gadis itu dari atas sampai bawah.


"siapa qila?" tanya mami puspa

__ADS_1


"ini suster mami, yang rawat qila di rumah sakit kemarin"


"Maaf Tante perkenalkan saya Kenya susternya qila di RS" gadis cantik itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum manis, tetapi mami Puspa tidak mau membalas uluran tangan nya.


"qila jangan mudah percaya yah dengan kebaikan hati orang lain, wajah lugu belum tentu tidak punya maksud apa-apa pada kita orang ada" dengan suara yang cukup tegas mami Puspa menjelaskan kepada qila.


"mami, suster qila ini baik kok pintar lagi, qila suka di rawat dengan suster qila jadi semangat buat sembuh" qila sepertinya tidak sependapat dengan ucapan mami Puspa.


"qila maaf yah sudah siang, suster harus pulang, terima kasih Bu, bi Inah atas jamuanya hari ini, semoga ibu dan keluarga sehat selalu, saya permisi dulu"


gadis cantik itu pergi, dia sepertinya tersinggung dengan perkataan mami Puspa.


Qila mengejar sus kenya, dia tidak mendapati sosoknya sepertinya dia sudah pergi, 'cepat sekali jalannya' batin qila. Qila masuk ke dalam dan melihat om Mulya keluar dari kamar mami.


"Qila sus Kenya mana?" tanya Iraz pada qila.


"dia sudah pergi om, sepertinya suster tidak suka dengan perkataan mami" lalu qila mengulang perkataan mami kepada suster.


Iraz menghampiri maminya yang sedang makan di ruang makan.


"Moamy kenapa bicara seperti itu pada kenya!"


"loh apa peduli mu, apa kamu mengenalnya?"


"dia satu kampus dengan Mulya mah, dia anak baik kalau bukan Mulya kenal juga, dia tidak akan Mulya ajak ke sini mah" Iraz mengela nafas mendekati maminya lalu duduk disamping maminya dan menjelaskan tentang Kenya.


"Mami minta maaf, tadi mami masih terbawa emosi"


mami Puspa menghentikan makannya, sepertinya many Puspa salah paham, tadi begitu melihat kenya emosinya tiba-tiba naik begitu saja, dia jadi merasa bersalah pada suster itu.


"sudah terlanjur mah, Kenya sudah pulang, Mulya takut dia tidak mau bertemu Mulya lagi" Iras menekuk mukanya dengan kedua tangan menompang kepalanya.


"Sudahlah, masa gitu aja tersinggung, kalau dia tidak juga memaafkan, nanti kalau bertemu mami yang minta maaf padanya" ku lirik mami sedang menoleh kepadaku.


"Iraz ke kamar dulu mah, mama istirahatlah" langkahnya gontai menaiki tangga, Iraz menaiki kamar fldan merebahkan tubuhnya diatas kasur. 'Humfhh' sudahlah, bagaimana pun mami adalah orang tua ku, aku tau dia ingin yang terbaik untuk ku tapi aku sudah punya hati untuk orang lain, entah akan bertambah terang atau redup cahaya di hati ku ini, dia pikir kira cinta itu sederhana, Kenya akan menyukainya dan tersanjung akan prilakunya tapi dia sama sekali tidak pernah merespon perhatian yang sudah Iraz, mungkin Kenya sudah mempunyai orang lain yang dia suka.


Pagi ini dia akan menjelaskan padanya, sejak kemarin Iraz berkali-kali menghubunginya tapi tidak di jawab, lalu dia mencoba mengirim pesan dan hasilnya tetap sama tidak ada balasan.


Selama seminggu ini iraz fokuskan untuk ujian akhir dulu, sambil memberikan waktu untuk dirinya dan Kenya berfikir. setelah ujian akhir, sidang dan skripsinya selesai barulah dia akan mencari gadis cantik itu. Seminggu ini menjadi hari yang panjang untuknya, hatinya ingin segera bertemu dengan Kenya dan menjelaskan semuanya. Yah! semuanya juga tentang perasaannya kepada wanita cantik itu.


Tetapi hari ini Iras tidak melihatnya, dia bertanya pada seseorang di kelas Kenya, dia bilang gadis itu tadi hadir tapi pergi lagi dengan temannya setelah ujian usai. Hingga sore hari iraz belum berhasil menemuinya, dia


mulai merasakan kerinduan yang amat pada kenya. 'bersabarlah hati besok aku akan mencarinya lagi' batin Iraz menyemangati.

__ADS_1


__ADS_2