
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga..
setelah 4 tahun sudah aku melewati perkuliahan, yang penuh dengan perjuangan, jauh dari orang tua, sambil kerja part time dan hidup di kota orang dengan uang seadanya. tapi itu tidak mengendorkan semangatku untuk meraih yang ku inginkan, iya aku memang suka dengan bidang yang kuambil, sebenarnya aku ingin masuk sekolah kedokteran tapi ternyata prekonomian keluarga ku jauh dari mampu, walaupun dapat bantuan beasiswa pun pasti biaya praktek dan lainnya membutuhkan banyak rupiah. jadi aku putuskan menjadi seorang Perawat, kuliahku selama 4 tahun ini berjalan mulus, nilai ku IPK terakhir ku sangat baik dengan status cumlaude peringkat ke satu.
Keluarga ku janji akan hadir di acara wisuda ku, sekalian untuk menjemput ku pindah ke daerah asal ku. sudah terlalu lama aku berpisah dengan mereka, aku juga berfikir ini yang terbaik.
Ibu, ayah ku sudah sampai subuh tadi.
"ini pakai sayang kebaya nya" ibu mengeluarkan kebaya yg telah di gantung rapi dari dalam kopernya
"ini baru Bu, buat aku?" aku mengerutkan dahi merasa tidak percaya.
"Iya ini khusus ibu jahitkan untuk kamu loh, kamu suka?" ibu membantu mencoba kebaya tersebut.
"Masyaalloh Bu ini bagus banget, Kenya suka!" kebaya berwarna pink soft, dengan kain songket warna senada cantik, ini bukan jahitan butik loh, ini asli jahitan ibu ku.
"Syukurlah, pas di badan mu" ibu menaikan resleting belakang, aku menengok kearahnya
"makasih ibu ini indah"
"ini hadiah karena nilai IPK mu cumlaude" ibu memelukku, ibu pelukan ini yang ku rindukan ibu.
"sini ibu bantu make up" ibu membuka alat make up nya, karena jujur saja ibu pasti tau aku tidak punya.
"Bu jangan tebal-tebal yah, nanti sangka in mau lenong" aku meringis sambil tersenyum. ibu ku juga bukan wanita yang suka berdandan tapi dari pada kami harus keluar uang lagi untuk bayar MUA.
"Iyaa... nah sudah selesai, anak ibu sudah pintar, baik dan cantik pula" puji ibu melihat pantulan ku di cermin
"ihh ini aku Bu, kok kayak bukan aku yah hehehe" aku juga tak percaya melihat diriku, ini bajunya yang buat pangling atau make up nya yah.. ah pokoknya semoga hari ini berkesan dan terkenang selamanya di hati ku .
"yuk sudah jam 7 ayah dah nunggu di mobil" iya sampai lupa ada ayah di mobil, dia tidak mau keatas karena mo tidur saja di mobil, maklum kami tidak ada supir jadi ayah menyetir sendiri perjalanan dari Jakarta Bandung.
"loh kok pake alas kaki itu?" ibu menunjuk arah pandang ke telapak kaki ku.
"heheee... aku belum sempat beli Bu, sepatu yang aku punya kan ibu tau sendiri" iya aku hanya punya beberapa sepatu kets dan sendal jepit.
"ya sudah, nanti sekalian jalan kalo ngelewatin pasar kita beli dulu yah" ibu menarik ku turun setelah aku mengunci kamar kos ku.
__ADS_1
"Wah anak ayah, makin dewasa makin cantik rupanya" aku menyalami sosok lelaki cinta pertama ku ini, dan seperti biasa ayah paling suka muji anak gadisnya.
"tapi tunggu kok sepatunya ngak mancing yah ndok?" ayah yang seorang pria aja memperhatikan penampilan ku, gimana seisi kampus.
"humfl)lh.... ngak pa-pa yah, buat Kenya kehadiran kalian itu yang penting"
masih ada waktu 30 menit dari acara untung lalu lintas pagi ini lancar, tapi saat melewati pasar kenapa ibu tidak memberhentikan mobil yah? seketika nyali ku ciut, masa iya aku pake sepatu kets beneran ini ke atas podium.
"wah key parkirannya penuh banget tuh, kalo nunggu ayah dapet parkir nanti kamu telat ndok"
"kamu turun duluan saja yah, nanti Ibu dan ayah menyusul"
"Eum... iya yah" belum aku membuka pintu mobil ku, ayah memberikan aku kotak hitam dan ku yakini isinya adalah benda yang ku butuhkan.
"Buat Kesayangan ayah, karena sudah membuat ayah dan ibu bangga, pakailah nak"
duh dah make up gini kan ngak lucu kalo harus nangis, tapi mata ini dah berkaca-kaca, ku peluk punggung ayah dari jok belakang
"terima kasih ayah..." aku segera melepas sepatu kets ku dan menggantinya dengan sepatu cream dengan aksesoris Glitter.
Aku berjalan menuju gedung Sasono Langen Budoyo dimana acara wisuda kampus kami diadakan, masih tak habis pikir ayahku dapat ide dari mana membelikan aku sepatu ini, lumayan sulit aku memakainya karena tinggi haknya kurang lebih 5-7 cm. dari jarak satu meter aku lihat teman satu angkatan ku sedang foto bersama. aku bergegas menghampiri mereka, dan menyempit di antaranya.
"Tyas ini aku, ihhhh kok gitu sih..!" aku merenggut, lalu tersenyum menghadap kamera lagi.
"ini Lo key, sorry-sorry?" tanya Tyas
"iya trus siapa!"
"key Lo mang ling in banget asli,,, gw pikir Lo telat habis gw wa gw telp ngak diangkat-angkat" Vicka kali ini menarik kedua pundak ku.
"ihhh lepasin sih, emang gimana penampilan gw aneh yah berlebihan ngak?"
"ihh ngak lah Lo Cantik banget!! siapa yang make up in?" Tyas kali ini bertanya
"Ibu aku"
"ohh syukurlah Tante sama om Dateng?'" aku mengangguk membenarkan.
__ADS_1
kita semua masuk ke ballroom, hiasan merah dan emas menambah mewahnya acara wisuda kami hari ini. kami duduk berdasarkan Fakultas kami masing-masing.
"KENYA NADIRA LESTARI'
giliran nama ku di sebut, deg-degan so pasti, tapi hening memang saat acara berlangsung semua yang hadir diharapkan tidak mengeluarkan suara sekecil apapun, keringat di telapak tangan ku mulai muncul, aku seperti itu jika dalam keadaan te****.
"selamat Kenya, Bapak bangga pada mu" rektor menyelempangkan selendang predikat cumlaude pada pundak ku, suaranya tangis ku mau pecah antara percaya ngak percaya aku bisa meraih IPK 3,84.
"terimakasih pak" dia menepuk pundak ku, dan aku membalas dengan senyum.
"selamat yah Kenya atas pencapaian mu, kamu cantik sekali hari ini, ibu bangga sebagai dosen mu" aku tersenyum
aku menengok ke arah rombongan Fakultas hukum, sekilas aku seperti ada beberapa pasang mata tertuju padaku. aku turun dari atas panggung, teman-teman satu angkatan ku sudah menunggu ku.
"Kenya ayo foto, keren dari Fakultas kita ada yang cumlaude"
"Iya kita jadi terharu dan ikut bangga bisa ngalahin Fakultas lainnya"
"Biasnya FK atau FH yang pada meraih cumlaude, Lo hebat" semua teman-teman ku memberikan selamat, dan pelukan kepada ku. aku bersyukur angkatan kami solid.
kini giliran Fakultas Hukum aku ingin melihat dia tapi aku urungkan niat ku untuk menatapnya lebih lama.
sayup-sayup ku dengar namanya di panggil, 'Viras Mulya Pratama' wajah tampan nya yang selalu aku rindukan, aku hanya bisa tersenyum dalam hati. harus belajar lebih ikhlas lagi karena mungkin hari ini pertemuan ku terakhir dengan nya, walaupun hati ku masih perih, tapi aku harus bisa melewati ini, aku harus mengucapkan sesuatu.
iraz turun dari panggung dan bergabung dengan teman-temannya, lalu pandangan kami bertemu dia sepertinya akan menghampiri ku, dan aku ragu untuk melangkah lebih dekat dengan nya.
"Hii... Key, selamat yah, selempang mu bagus" sapa nya, tatapannya ke arah selempang cumlaude ku.
"hai Iraz, iya selamat juga untuk mu" aku memberanikan diri menatapnya.
"iraz maaf aku, sibuk jadi tidak bisa membalas pesan mu"
"iya aku tau, sebenarnya aku ingin minta maaf secara langsung atas perkataan ibu ku tempo hari" aku melirik, dia tersenyum canggung saat mengatakan itu.
"aku tidak masalah, dan aku sudah memaafkannya"
"maaf Iraz aku harus menemui orang tua ku" aku sepertinya belum bisa terlalu lama bicara dengan nya, aku takut terluka lagi.
__ADS_1
"Iya sudah key, salam untuk kedua orang tua mu. Key kamu sangat cantik hari ini"
"eum... terima kasih, sampai nanti" Selamat tinggal Iraz, aku Mencintai Mu' detik berikutnya air mataku meleleh, ternyata patah hati rasanya sesakit ini.