Memory After Memory

Memory After Memory
Terikat Janji


__ADS_3

"Assalamualaikum....."


"Walaikum Salam... Kamu.." aku terkejut karena seseorang yang berdiri di hadapan ku.


"Haiii..... apa kabar?" dia melewati ku, sambil tersenyum.


aku masih mematung, otak normal ku seperti berhenti bekerja.


"Uncle ....." suara teriakan qila membuatku tersadar.


"Qila sayang sudah sehat sekarang, mana yang sakit..." aku membalikan badan melihat Iraz sedang mengelus kepala qila dengan sayang.


"udah dong om, kan ada suster Kenya yang selalu merawat aku" senyumnya sambil menoleh ke wajah ku


"Oh,,, jadi ini Suster Kenya yah yang gantiin Om di hati kamu" Iraz menghampiri ku dgn kedua tangan di lipat.


tatapan matanya lekat, ahh aku hampir saja tersihir olehnya, Ya Rob kenapa harus ada manusia setampan ini di hadapan ku.


aku menunduk tidak berani menatap wajahnya terlalu lama.


"Ihhh om masa cemburunya sama suster sih..?" qila tertawa.


"ahh.... maaf qila, suster harus periksa pasien yang lain, nanti suster kesini lagi yah, kalo qila butuh sesuatu pencet bel saja oke!" aku tersenyum pada qila, sambil mengelus telapak tangannya.


"Permisi...." hanya kata itu yang bisa ku ucapkan saat melewatinya.


'Ya Tuhan, kenapa aku harus melihatnya saat ini, aku sebenarnya senang karena harus praktik di Rumah sakit dan tidak ke kampus hampir seminggu ini, aku memang berharap saat ujian aku bisa lebih fokus jika tidak ada lagi bayang-bayang Iraz di sekitar ku.


ini kenapa harus ada di saat ini, di saat aku ingin lebih fokus ujian'


"Kenya... Lo ngak papa?" tanya Lina menyenggol bahu ku yang tersandar di luar kamar qila.


"ehh... iya Lina? aku ngak papa, mungkin hanya lelah"


"istirahat klo capek key jangan di paksa untuk mikir tuh otak, besok kan ujian udah duduk sana, nanti klo ada pasien yang pencet bel biar aku aja yang datang" bujuk Lina menarik bahuku menuju ke Nurse room.


Jam praktik ku selesai, aku tidak berpamitan dengan qila karena aku berfikir Iraz masih di dalam. ngak profesional banget sih aku, tapi aku benar masih belum siap kalau harus melihatnya lagi.


"key... Lo bener nih ngak pamitan sama qila, kalau tuh anak ngambek dan besok ngak mau jadi pasien Lo gimana hayo..?"

__ADS_1


"ih jangan nakut-nakutin deh Lin,,," masa iya sih, aku jadi worry juga


"emang kenapa sih, biasanya ceria kalo pulang dari kamar dia, terus ceritain qila deh!" Lina biasa deh pasti ingin tau, tingkat dewa kepo nya.


"ngak papa la, muka aku kan lagi Bete ngak enak aja kalo qila liat" jawab ku asal.


"Ooo... iya tadi kakaknya qila nitip sesuatu... nih" Lina menyerahkan amplop putih tanpa ada tulisan di luarnya pada ku.


"kakaknya qila?" aku mengerutkan dahi ku.


"iya key laki-laki ganteng, yang ada di ruangan qila, duh sampah deh itu cowok kok mirip Gong Yoo yah?" hahaaa 'Gong Yo' Lina kepincut pesonanya Iraz deh, iya sih, salah satu kenapa aku suka sama gong Yoo karena sedikit mirip Iraz.


"Itu bukan abangnya qila, itu OM nya!"


"Oalah gitu yah" Lina salah tingkah sambil menggaruk kepalanya.


"bener dari qila?" tanya ku menyelidik.


"iya... tadi qila yang kasih sendiri tapi sini kalo ngak percaya gw yang baca!" Lina sepertinya kesal dia meminta kembali amplop putih yang ku pegang.


"ehmm... makasih yah, nanti gw baca" aku menggeleng cepat, buru-buru ku masukan amplop itu ke dalam saku baju ku, sebelum Lina ngamuk.


"Ihhh.... Lo yang Bete, kok gw yang kesel, tungguin gw key"


malam hari aku dan lina berdiskusi untuk ujian besok, sepertinya Lina kelelahan dan sudah tertidur lelap, selesai sholat malam aku mengingat sesuatu.


'amplop putih, ahh di saku baju ku' dahi ku mengerut, aku ambil kertas itu dan benar hampir saja terkena air rendaman baju kotor.


setelah aku selesai membereskan Tugas untuk ujian besok, ujungnya sdh sedikit basah tapi sepertinya isinya masih aman.


ku buka amplop itu, benar ini tulisan qila, tulisan ini di tulis dengan pencil dan hurufnya agak besar tapi rapi.


'suster Kenya,


besok qila kan jadi pasien suster, boleh ngak qila minta sesuatu?'


boleh yah please...


'Qila' ^•^

__ADS_1


"Assalamulaikum Haiii qila" aku memberanikan diri untuk masuk kamar tersebut, syukurlah Iraz tidak nampak.


"Suster hai... kenapa kemarin tidak ke kamar qila sebelum pulang" anak mungil itu cemberut.


"Aduh .. maaf yah qila, suster harus pulang segera, harus Konsul sebelum ujian hari ini" aku menyatukan telapak tangan ku.


"mama mana ?"


aku memandangi ruangan yang besar itu, tapi tidak melihat Tante Mila dan keluarganya.


"mama dan papa ada urusan di kantor katanya sus, bi Iyah sebentar lagi ke sini kata mama" aku kok miris yah, anak usia 7 tahun ini dah dewasa banget pemikirannya, ngak manja sama sekali dia lagi sakit loh padahal.


"suster dah baca surat qila belum" suara qila seketika memecah lamunanku.


"ya..ya.. suster dah baca surat qila, permintaan qila apa yah, takutnya Tante ngak bisa kabulkan?"


"gampang kok, nanti habis ujian qila kasih tau sua" ihh nih anak main rahasia-rahasia segala.


Akhirnya selesai sudah ujian ku, dosen pembimbingku Bu Ita sangat menyukai cara ku berinteraksi dengan pasien, tindakan yang ku ambil tepat, pengkajian yang ku lakukan juga baik dan tak lupa pasien ku ini sangat koperatif, tidak sesekali qila memuji ku dan selalu membenarkan yang dosen tanyakan padanya.


"Leganya ....." satu Maslah selesai, tinggal ujian kampus Minggu depan, setelah itu sidang skripsi selesai sudah perjuangan ku, jika berhasil.


"makasih yah qila sayang" aku mencubit hidung mancung nya.


sementara dia hanya tersenyum, smbil mengangguk.


"suster sini, ini,,,,!" bisik nya mengatakan aku untuk lebih mendekat, dan menyodorkan tiket nonton padaku.


'Cinderlela'


"qila ini kan tiket bioskop"


"iya sus, qila dah lama pengen nonton film itu, tapi pas tayang qila sakit, dan tiketnya mau exp hari ini, suster mau yah gantiin qila nonton terus besok ceritain ke qila ceritanya" tanyanya sambil memohon, duh kalau dah kayak gini apa aku bisa nolak


"ehm..... iya sore ini kebetulan suster ngak acara, tapi besok pagi yah suster ceritain nya ke qila"


"iya janji yah sus, harus cerita ke qila isi film nya" qila menunjukan satu jari kelingkingnya untuk ku takutkan dengan kelingkingku. Sebenarnya ngak usah nonton filmnya aku sudah tau, jalan ceritanya, ini mah dongeng turun temurun.


"Maaf yah teman-teman aku bisa update 3 hari sekali, karena jadwal ku sangat padat, harap maklum yah dan terus setia menunggu kelanjutan cerita ku"

__ADS_1


__ADS_2