Memory After Memory

Memory After Memory
#Engkaulah Jawabannya


__ADS_3

Tibalah hari ini sabtu malam Minggu, pembukaan Cafe Banana, Abang Tony pendiri sekaligus pemegang saham di cafe tersebut.


"Yuk sudah siap yah semua" ajak ku pada teman-teman


"Tenang okeh, tampilkan yang terbaik" timpal ibal sambil mengacuhkan jempolnya.


"iya pasti sob, gw bakal tebar pesona" Dendi sambil mengedipkan matanya.


"hahaha .... belagu Lo ah, emang yang kemarin masih kurang?" ibal sambil geleng-geleng kepala.


"Kan bagi dua sama Angga hahaha..!"


jawab Dendi sambil menyenggol pundak angga.


"Rese Lo,," Angga melirik sinis ke Dendi.


"udah-udah bercandanya, Lets go..." ajak ibal sambil merangkul kami bertiga.


Tiba disana pengunjung sudah ramai menempati kursi yang tersedia, sepertinya aku melihat dia seseorang yang sudah seminggu ini membayangi ku. tapi tidak mungkin hanya khayalan ku saja,,


Saat kami maju ke atas panggung kami mendengar mereka meneriaki nama kami, dan band kami *STAR LIGHT*


itu sudah biasa bagi kami seperti Setrum listrik yang membuat band kami semangat.


mata ku liar menjelajah para pengunjung cafe ini, dan tiba-tiba saja mulut ini berhenti sejenak,,,

__ADS_1


mata ku menangkap seseorang yang selalu aku pikirkan, dia nyata ternyata di hadir disini, mata kami saling memandang, seketika ada rasa bahagia di hati.


aku semakin semangat untuk menyanyikan lagu ini untuknya,,


"Semua yang kau lakukan is Magic..


smua yang kau berikan is magic..


Bagiku kau yang terindah"


selesai juga kami menyanyikan lagu itu, tapi kenapa agak sakit hati ini, ketika dia membuang muka, saat aku menatapnya.


"Kerennn penampilan kalian sungguh Luar Biasa.." puji kak Tony dan sahabatnya.


"Vokalisnya semangat sekali bawain lagu terakhir, kayak orang lagi Jatuh cinta aja Lo ras..." tunjuk Angga


"Iraz mah jual mahal aja, ya ngak ras.. cewek yang ngebet mah banyak" kali ini bang Tony membela ku


"hahaaaa iya bang..... hati gw cuma satu soalnya bang, ngak kayak Angga sama Dendi" kami tertawa sampai pegal sambil menyantap menu makanan di cafe ini yang ternyata enak, ngak kalah dengan resto bintang lima.


setelah perform kami mengikuti games yang kak Tony buat.


awalnya aku malas karena ajakan anak-anak dan....."


"Ayoo Raz...." ajak Ibal menarik tangan ku

__ADS_1


"iya ras buat rame-rame aja, kasian kan kak Tony dah mempersiapkan moments ini" Dendi merangkul ku sekarang.


"Ogah ah bel, gw jadi penonton aja" aku terhenti saat melihat gadis itu sudah naik ke atas panggung.


"ehh Raz mau kemana..." teriak Angga di belakang ku


"Maju lah keatas" setengah berlari aku menaiki panggung itu


"lah ini anak katanya ngak mau,,," ibal dan yang lainya berlari menyusul ku


Sayangnya aku tidak tanya dlu pada bang Tony strategi permainannya, ada rasa kecewa aku tidak satu team dengan nya...


kulihat Ibal dan Kak Gilang menatap gadis itu lekat, ah rasa apa ini rasanya perih sekali, apa aku cemburu atau hanya perasaan ku saja, padahal di team nya ada Anita si primadona kampus.


Aku tidak terlalu fokus pada tim ku, karena semua wanita di tim kami hanya menggoda dan mencuri pandangan tak enak kepada ku.


sorak-sorak penonton menyemangati kami, sampai suatu insiden yang terjadi pada tim 3, aku melihat gadis itu jatuh, tertimpa temannya, dan hampir seluruh pakaiannya terkena pecahan telur, karena ikut panik aku pun meninggalkan permainan kami, dan berlari ke arah kejadian,


gadis satu lagi menahan sakit, smbil menangis,,


dan gadis yang satunya berdiri, wajahnya pucat, aku membuka jaket ku untuk menutupi bajunya yang basah, aku bawa dia ke taman belakang cafe.


perasaan apa ini jantungku berdetak hebat, sungguh aku hampir tidak bisa mengendalikannya...


aroma tubuhnya, wangi rambutnya, badan mungilnya menempel pada tubuh ku.

__ADS_1


yang Aku Tau Kaulah Jawabnya.


__ADS_2