Memory After Memory

Memory After Memory
Aku Melepaskan Mu


__ADS_3

*PROF SATRIA*


Aku melepaskan mu bel, aku harap kamu bisa bahagia dengan pria pilihan orang tua mu, mata ku memerah saat hati ku berusaha lapang dada menerima takdir hidup.


aku dan Bella satu universitas dan dari awal masuk kami memang dekat dan saling ketergantungan satu sama lain.


Hingga pada akhirnya aku jatuh cinta pada bella, begitu pun bella juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku.


Saat aku ingin memulai hubungan yang lebih serius, Bella datang dan memberitahukan ku perihal perjodohan nya dengan Mulya, Bella berharap aku segera melamarnya, tapi orang tuanya meminta mahar yang tak bisa keluarga ku sanggupi karena pada saat itu perekonomian keluarga kami sedang tidak stabil. Aku tidak bisa memberatkan orang tua ku, ibu juga berkata bahwa banyak gadis cantik diluar sana yang bisa menerima ku dan keluarga ku apa adanya, saat itu aku terpaksa melepaskan Bella yang mungkin bukan Tuhan ciptakan kau untuk ku.


Sekarang aku telah menemukannya, gadis sederhana berparas cantik dan mempesona Dimata ku, tutur katanya yang baik dan sikap nya yang lembut membuat ku melupakan sosok bella. Kenya namanya dia wanita yang pintar dan pekerja keras itu kesan pertama yang ku lihat dari nya, di tambah kecantikannya membuat banyak kaum Adam yang tergoda begitu menatap matanya.


Benar kalau kata orang bilang cinta datang dari mata turun ke hati, kami suka membicarakan pekerjaan, tukar pendapat dengan kasus yang pernah kami tangani sebelumnya, dia memang hanya seorang perawat tapi dia tanggap dan cekatan dalam menangani pasien. Semakin aku menatapnya semakin aku terbius aura cantiknya, aku mulai mendekatinya, aku juga mencoba meyakini hati ku apa kah aku benar jatuh cinta padanya.


Hari ini aku mengajaknya ke acara reuni kampusku, Kenya tampil sangat cantik dengan balutan gaun yang aku beli kan sungguh aku mengagumi dirinya.


"key" aku memengil namanya


"ehmm iya dok" senyumnya membuat ku gemas.


"kalau di luar jangan panggil aku dengan sebutan dokter oke"


"ahh.... terus aku harus panggil apa dok?


"Satria boleh, kakak, abang boleh, mas juga boleh" Kenya melongo saat aku menyebutkan kata-kata itu sambil tersenyum jahil menggodanya.


Saat kami masuk aku merasa beberapa pasang mata menuju pada kami.


"itu satria kan?" teriak Rio sambil menghampiri ku


"haiii bro, tambah keren penampilan mu sekarang" aku berjabat tangan dan memeluknya


"bisa aja bro, gw gini-gini aja kok, kenalin ini istri gw Ria dan ini buah hati kami" dia mengenalkan istrinya dan ada baby kecil di gendongan ibu nya itu.


"Widhi gandengannya sekarang"


"namanya Kenya bro, Kenya dia Rio dan istrinya"


"Bella dateng tuh sama tunangannya" bisik Rio pada ku

__ADS_1


"udah masa lalu bro, ini masa depan gw" aku menggenggam tangan Kenya.


beberapa menit kemudian Heidi, Excel dan bella bergabung dengan kami.


"Haiii Bella, apa kabar? aku memeluknya, ada rasa kerinduan setelah dua tahun kami tidak berjumpa, Bella tidak berubah tetap cantik dan anggun seperti dulu, tapi aku bersyukur Kenya ada di sini di sampingku dia tidak kalah menarik dengan bella.


"Iya sat, kabar ku baik jauh lebih baik sekarang" dia menarik seorang pria di sebelahnya, pria tampan yang ku yakini adalah tunangannya.


"Kenalkan dia tunangan ku, Mulya"


"Satria dan ini Kenya Kekasihku"


awalnya aku pikir biasa saja jika pria tersebut terpesona dengan Kenya, cara nya menatap seperti ingin merampas Kenya dari ku.


"ehmmm...Kenya"


dia menggenggam tangan Kenya dan aku tidak suka melihat pemandangan itu. Dan saat Kami berbincang-bincang pada satu meja dan aku memperhatikan Tunangan bella sepertinya tidak suka dengan ku yang dekat dengan Kenya.


Kami berniat untuk pulang karena aku sudah janji dengan ibu kenya, bahwa kami akan pulang sebelum larut malam.


"kita pulang yukz key" bisik ku padanya.


"ehmm iya mas"


"ahh ngak asikk lo sat, baru ngobrol bentar dah mo balik" Rio berkata sambil mengacungkan jari jempolnya ke arah bawah.


"sorry lain kali kita sambung, thanks yah semua, sukses selalu" aku berdiri lalu menggandeng tangan Kenya, dan kulihat lagi sorot mata tajam pria tersebut.


"kita tunggu undangannya" suara Excel berteriak.


Sampai diparkiran lobi hotel aku mendapati ban mobil ku ternyata bocor dan aku tidak membawa ban cadangan.


"Sial..." aku menendang ban mobil ku yang bocor, lalu pandangan ku beralih pada Kenya, wajahnya terlihat cemas.


"Key hari sudah semakin malam, jam segini mana ada bengkel yang buka kamu pulang naik taksi online saja yah key?"


"Tapi dok, saya masa tega ninggalin dokter sendiri"


"Key, kalau memang mobil ini harus menginap di sini, aku pun akan menginap disini, besok baru aku minta orang bengkel untuk memperbaiki, kamu kan ngak mungkin ikut aku juga menginap disini key walaupun kita berbeda kamar" aku terkekeh saat melihat ekspresi wajah nya yang merona karena ucapan ku.

__ADS_1


"ehh... iya dok aku pulang duluan saja kalau begitu"


aku mengantar kenya sampai di loby hotel, dia bilang sedang memesan taxi online.


"udah dapat belum key?" tanya ku sambil melihat ke aplikasi hp nya.


"belum sih dok, disini tulisannya masih mencari driver"


"banyak yang pakai mungkin malam Minggu gini, sabar yah" entahlah secara naluri, tangan ku dengan lancang mengelus rambutnya indahnya. Aroma tubuhnya hampir saja membuat diriku membawanya ke dalam pelukan ku.


"Satria... kok masih disini, ku pikir kalian sudah pulang" Bella membuka jendela mobilnya, membuat ku tersadar.


"ehh... Mobil aku bannya bocor bel, tapi sepertinya bengkel sudah tutup jam segini" aku menjawab sambil menggaruk kepala ku.


"terus ngapain di lobi sat?"


"lagi nunggu tadi online buat antar Kenya pulang, karena aku terpaksa menginap di hotel"


"Sudah dapat belum taksi nya kalau belum juga Ayuk kami antar key, anak perempuan ngak baik pulang malam-malam" Benar juga rumah Bella kan satu arah dengan Kenya, lebih baik Kenya pulang dengan Bella, pasti lebih aman batin ku.


"Sudah naik key benar kata Bella, tenang saja mereka teman-teman ku percayalah!" aku berusaha meyakinkannya, karena dapat kulihat Kenya sepertinya merasa tidak nyaman.


Sebenarnya aku tidak tega, terlebih ada Mulya yang sepertinya menaruh hati pada Kenya, aku terus mengirimkan pesan pada Kenya agar dia lebih tenang, dan sampai ku pastikan dia tiba di rumah dengan keadaan baik-baik saja.


*******


Setelah kejadian kemarin, Bella sering mengirim pesan padaku dan beberapa kali mengajak ku untuk bertemu. Tapi aku menolaknya, sepertinya dia tidak terima karena aku telah melupakannya, jujur saja aku masih menyimpan sedikit rasa ku pada bella, tapi jika ingat bagaimana dulu aku di tolak oleh keluarganya, dan Bella sama sekali tidak membela ku, aku jadi enggan untuk bertemu dengan nya lagi.


Hari ini aku ingin mengatakan pada Kenya tentang perasaan ku padanya, besar harapan ku dia juga menyukai ku, kaki ku baru akan menuruni tangga terakhir menuju ke lobi rumah sakit, Tapi sebelum aku menyelesaikan langkahku, aku tidak sengaja mendengar percakapan Mulya dan Bella di dasar tangga. mereka sepertinya sedang bertengkar dan pemicunya adalah Kenya. Aku berfikir keras apa hubungan semua ini dengan Kenya. Aku urungkan niat ku untuk turun ke lobi dan terus menguping pembicaraan mereka, aku hampir tidak percaya mendengar pengakuan Mulya.


"Jadi pria tersebut sudah lama mengenal Kenya dan diam-diam menyukainya" suara lirih


Beberapa menit berikutnya pintu lift terbuka dan aku melihat kenya terperangah melihat kehadiran Mulya dan bella saat itu Mulya sedang memeluk Bella untuk menenangkannya. Kenya berbalik arah menuju pintu loby belakang dan aku naik kembali ke tangga untuk mengejarnya, karena aku harus memutar jauh untuk ke lobi belakang tanpa harus melewati Bella dan mulya.


"Key dimana kamu..." batin ku lirih, aku setengah berlari mengejarnya, setelah cukup lama, aku melihatnya di sudut taman loby belakang.


Aku mencoba menghubunginya, aku hanya ingin tau seberapa jujur dia padaku.


"Assalamualaikum, key kamu dah turun belum, aku nungguin kamu nih"

__ADS_1


"Walaikum salam dok, maaf dok aku sudah dijalan" sesuai seperti dugaan ku, Kenya belum bisa terbuka padaku.


"Bener nih udah di jalan, aku soalnya tadi liat perempuan mirip kamu loh di loby belakang" wanita cantik ini tengok tengok, memastikan keberadaan ku. Dapat ku lihat matanya yang sembab, dan masih tertahan cairan bening disana, sekarang aku tau key siapa orang yang sangat kau suka, kenapa sampai sekarang kamu selalu menolak pria yang mendekati mu.


__ADS_2