
Keesokan harinya Alexa memutuskan untuk pergi kekota kecil pagi-pagi sekali Alexa sudah berkemas dan meninggalkan sepucuk surat untuk Sam serta uang sebesar lima juta rupiah untuk keperluan Sam ketika Alexa tidak ada di rumah.
Alexa menempuh perjalanan menggunakan bus antar kota menuju kota kecil dengan harapan bisa menemukan ayah biologisnya disana.
Sam yang baru saja terbangun segera memasak nasi goreng untuk sarapan dia dan Alexa setelah nasi goreng siap Sam memanggil-manggil Alexa untuk sarapan.
"Lexa,,, Lexa sarapan dulu nak" panggil Sam.
Alexa tidak menyahut sama sekali karena penasaran Sam pun masuk ke dalam kamar Alexa betapa kagetnya Sam ketika melihat Alexa tidak berada di kamarnya.
"Lexa kamu dimana nak?" Sam mulai panik.
Sam kemudian melihat sepucuk surat diatas ranjang beserta uang yang ditinggalkan oleh Alexa isi surat berisi,
~Pa Lexa pergi untuk mencari ayah kandung Lexa, nanti Lexa akan kembali setelah mengetahui ayah kandung Lexa~
"Engga kamu engga boleh pergi nak, apa yang kamu lakukan kenapa kamu pergi nak kamu hanya akan memperoleh rasa sakit jika kamu mencari ayah kandung kamu, karena kamu anak yang tidak pernah diakui Lexa, aku harus susul Lexa" ucap Sam.
Sam pun buru-buru untuk pergi menyusul Alexa tiba-tiba kepala Sam sakit hingga membuat apapun yang dilihatnya terasa berputar-putar lalu Sam pun tak sadarkan diri tergeletak dilantai.
Sementara itu Dokter Alex masih seperti biasa berangkat ke rumah sakit tak disangka seseorang bapak-bapak datang bersama anak gadisnya yang masih muda perkiraan anak gadis itu baru berusia enam belas tahunan.
"Ini dia kan Dokter yang kamu bilang pacar kamu itu hah?" bapak-bapak itu berteriak-riak.
"Tunggu dulu, ada apa ini?" tanya Dokter Alex.
"Ada apa kamu bilang, kamu lihat wajah anak saya baik-baik anak saya yang pantasnya itu menjadi anak untuk anda malah anda berbuat cabul pada anak saya anda pacari anak saya, dimana otak anda hah?" ucap bapak-bapak itu yang sudah emosi tinggi.
Sontak para suster dan pegawai rumah sakit serta beberapa pasien yang sedang berada disana melihat keributan itu.
"Ayah udah malu yah lagi pula Dokter Alex akan menikahi aku dia sudah janji" rengek anak gadis itu.
"Diam kamu! ayah sedang bicara pada orang tua bejad ini" menunjuk Dokter Alex.
"Bi,,,,, biar saya jelaskan Pak tolong ini rumah sakit jangan buat keributan disini kita bisa selesaikan ini baik-baik" jawab Dokter Alex dengan gerogi.
__ADS_1
"Alah baik-baik endas mu, mana pimpinan rumah sakit disini ehh security cepat panggil pimpinan rumah sakit disini, gimana si kok bisa Dokter tua mesum begini direkrut oleh rumah sakit ini" ucap bapak itu dengan marah-marah.
Security pun dengan sigap segera memanggil pemimpin rumah sakit yang tengah berada diruanganya, sedangkan Dokter Alex kini dirinya menjadi bahan tontonan orang banyak dan divideokan oleh orang-orang yang menontonnya.
Pemimpin rumah sakit itu segera menghampiri keributan itu.
"Mohon maaf Pak mari ikut ke ruangan saya,, saya akan dengan senang hati mendengar keluhan dari bapak" pemimpin rumah sakit berusaha membujuk bapak itu.
Akhirnya dengan wajah yang masih kesal ikut kedalam ruangan pemimpin rumah sakit itu sedangkan Dokter Alex marah-marah dengan orang-orang yang masih menontonnya layaknya topeng monyet.
"Hehh bubar-bubar semuanya ini lagi videoin ini cuma salah paham jadi udah jangan diperpanjang" ucap Dokter Alex yang langsung masuk kedalam ruangannya dan membanting pintu.
Para pasien dan suster saling bergosip membicarakan Dokter Alex.
"Gila Dokter kelakuannya bejad banget dia" celetuk salah seorang suster.
"Parahnya lagi itu yang dipacarinya cewek yang masih muda banget seumuran kali tuh sama anaknya" ujar suster lainya.
"Ehh aku si tau Dokter Alex emang rada genit dari dulu tapi engga nyangka aja dia sampe nekad macarin pasiennya sendiri, dibawah umur pula" ucap suster lainnya.
"Duhh Pak untung aja ibu engga pernah ditangani sama Dokter itu, kalau engga bisa-bisa ibu jadi mangsa juga" ujar salah seorang pasien bicara pada suaminya.
"Ish si bapak ngeselin pisan" celetuk si ibu.
Sementara diruangan pemimpin rumah sakit bapak-bapak tadi menceritakan apa yang dialami puterinya yang masih dibawah umur itu.
"Jadi gimana pak? apa sebenarnya yang sudah terjadi?" tanya pemimpin rumah sakit itu.
"Begini Pak anak saya beberapa bulan lalu sempat periksa sendiri kesini saat sakit usus buntu nah yang nanganin itu Dokter Alex tau-taunya anak saya dimintain nomor handphonenya bahkan dijadikan pacar sama Dokter Alex, isteri saya mendapati ada Kon* dom dan juga pil KB didalam celana anak saya yang hendak dicuci. Coba pak bayangkan gimana saya tidak naik pitam" ucap bapak itu.
"Apa benar begitu dek?" pemimpin bertanya pada anak gadis itu.
"Iya pak benar tapi tolong ya pak Dokter Alex jangan di apa-apakan soalnya dia janji akan nikahin saya setelah saya lulus sekolah" anak gadis itu merengek.
"Diam kamu, masih saja kamu termakan dengan kata-kata manis dia" bentak bapak itu.
__ADS_1
"Baik pak informasi ini saya terima dan tentunya dari pihak rumah sakit akan segera ambil tindakan ini jelas melanggar kode etik dari profesi kami disini, dan saya janji Dokter Alex akan dicabut izin prakteknya dan tidak akan bisa lagi membuka prakteknya" ucap pemimpin rumah sakit itu.
"Nah ini baru benar masih banyak kok Dokter lain yang layak bekerja dirumah sakit ini asal jangan Dokter cabul itu" bapak-bapak itu sedikit lega.
Sementara diruangan Dokter Alex dia mengamuk dan melemparkan dokumen diatas mejanya.
"Kenapa si bisa ketahuan gadis itu ceroboh banget bisa sampai orang tuanya tau dan parahnya langsung koar-koar disini bisa tamat riwayat aku sebagai Dokter" Dokter Alex memegangi kepalanya yang hampir pecah.
Tak lama suster mengetuk pintu mengantarkan sebuah amplop untuk Dokter Alex.
"Misi Dok" ucap Suster.
"Iya masuk" jawab Dokter Alex.
"Ini ada amplop untuk Dokter Alex" suster menyerahkan satu buah amplop dan keluar dari ruangan Dokter Alex.
Dokter Alex pun segera membuka amplop itu setelah dibaca kepala Dokter Alex semakin mendidih saat ini.
"Ahhh sial!!! Melodi benar-benar menceraikan aku apa-apaan ini surat sidang dari pengadilan disaat suasana lagi begini bisa-bisanya Melodi mempercepat untuk menceraikan aku" ucap Dokter Alex.
Tak lama bapak-bapak tadi mengetuk pintu ruangan Dokter Alex bersama anak gadisnya.
Tokkkk....tokkkkk....tokkkk,
"Masuk" ucap Dokter Alex.
"Dokter Alex urusan saya dengan anda belum selesai ya secara pribadi" ucap bapak-bapak itu.
"Ada apa lagi pak? Anda belum puas juga sudah membuat keributan tidak jelas disini?" tanya Dokter Alex dengan sinis.
"Apa keributan tidak jelas?" kurang ajar anda, anda sudah merampas mahkota anak saya anda bilang itu tidak jelas?" bentak bapak-bapak itu.
Tak lama telepon Dokter Alex berbunyi,
Kringgggg,,,,, kringgggg.
__ADS_1
"Ya hallo" jawab Dokter Alex.
"Keruangan saya sekarang" ucap pimpinan rumah sakit dengan nada bicara tidak enak.