
Pagi-pagi sekali Abian dan Alice pergi menuju resort untuk membantu pengurusan event yang akan segera berlangsung ketika libur panjang tiba, resort megah itu selalu memberikan event-event menarik untuk membuat para tamu yang datang semakin merasa nyaman staycation di resort ini.
Setiap libur panjang tiba wisatawan asing maupun wisatawan lokal sangat membludak di resort ini mereka menikmati keindahan pantai pasir putih disini dengan resort yang sangat megah dan nyaman.
Tema event di resort megah kali ini adalah panggung musik dan permainan game untuk para tamu dengan doorprize yang sangat menarik ada hadiah voucher belanja senilai satu juta rupiah untuk berbelanja di minimarket sini, voucher makan sepuasnya di restoran mewah di resort ini hadiah berupa barang-barang elektronik lainya akan turut diberikan.
Alice terlihat sangat sibuk untuk mendekorasi panggung untuk acara musik mengecek keamanan panggung, lampu dan lain-lain begitu juga Abian dirinya sibuk mengatur tata letak meja dan kursi serta hadiah-hadiah untuk doorprize nantinya.
Alice pun naik kepanggung dan membawa vas bunga yang terlalu besar dan tidak perlu berada diatas panggung untuk diturunkan dan dipindahkan ketempat lain dengan berjalan tergopoh-gopoh Alice mengangkat vas bunga besar yang menutupi wajahnya itu Abian yang melihat Alice kesulitan segera menghampirinya.
"Sini kemarikan" ucap Abian.
"Minggir aku tidak butuh bantuan kamu dasar orang menyebalkan" celetuk Alice.
"Sudahlah jangan seperti anak kecil" sinis Abian yang terus memaksa membawakan vas bunga besar itu.
Tak lama muncul pegawai laki-laki tampan yang menghampiri Alice untuk membawakan vas bunga itu.
"Nona biar saya saja yang bawakan gadis cantik seperti nona tidak boleh membawa barang seberat ini" gombal pegawai itu.
Gombalan itu sukses membuat Abian sedikit kesal.
"Oh tentu kamu memang laki-laki sejati dan baik yah semoga kelak aku bisa menikah dengan laki-laki sebaik kamu" sindir Alice yang memberikan vas bunga itu pada pegawai tadi.
Setelah memberikan vas bunga itu pegawai itu berlalu pergi begitu juga Alice yang hendak pergi meninggalkan Abian yang masih berdiri didepannya namu tak disangka Abian menarik tangan Alice hingga Alice terjatuh dalam dekapan dada bidang Abian.
"Abian apaan si lepas! Alice terlihat sangat malu orang-orang melihat mereka berpelukan.
__ADS_1
"Kenapa apa kamu malu?" tanya Abian yang tidak melepaskan pelukannya itu.
"Aku benci kamu lepas! ucap Alice.
"Bukankah kamu sangat menginginkan untuk menikah denganku jadi apa masalahnya jika kita berpelukan didepan umum seperti ini" ledek Abian.
"Sebenarnya apa mau kamu cepat lepaskan!" Alice semakin tak tenang.
"Berhenti bersikap centil terhadap laki-laki seperti tadi" bisik Abian yang langsung segera melepaskan dekapannya.
Abian pun pergi meninggalkan Alice yang masih terdiam gugup dipeluk mendadak seperti tadi sedangkan Abian berjalan menjauhi Alice sambil menyelipkan senyuman tipis dibibirnya.
"Apa itu tadi, apa aku mimpi? kenapa Bian memeluk aku seperti itu yes,,,, yes,, yess" Alice kegirangan mendapatkan pelukan dari laki-laki yang disukainya itu.
Sementara dirumah Melodi sedang sangat gelisah menunggu dijemput Meira karena hari ini Melodi ingin sekali menangkap basah kelakuan suaminya itu jika benar feeling Melodi bahwa Dokter Alex selingkuh lagi.
"Mel ini kan belum pasti kamu tenang aja dulu ya" Meira berusaha menenangkan Melodi.
"Iya Mei kamu benar tapi aku sedikit lega kalau aku cerai nanti Alice sudah ada yang menjaga aku yakin sekali Mei kalau Abian pasti mau menikah dengan Alice" Melodi sedikit sedih namun bahagia kala mengingat Alice akan segera menikah.
"Kamu benar Mel, aku tau betul anakku memang pendiam dan cuek terhadap siapapun itu termasuk aku Mama nya tapi sejak kecil Abian selalu perhatian dengan Alice walaupun caranya sedikit aneh" Meira tertawa mengingat masa kecil anak-anak itu.
Tak terasa Meira dan Melodi sampai di rumahsakit tempat Dokter Alex bekerja mereka pun turun dari mobil dan melangkah menuju ruangan Dokter Alex secara perlahan Melodi dan Meira melangkahkan kaki mereka hingga sampai didepan pintu ruangan Dokter Alex ketika hendak membuka pintu suara tertawa dari seorang wanita disusul tawa dari Dokter Alex terdengar dari luar.
Tawa wanita itu seperti sedang merasakan kegelian dan tawa Dokter Alex seperti sedang merasa senang akan sesuatu.
Ahahahhaaha....
__ADS_1
Meira dan Melodi saling bertatapan dan secara bersamaan membuka pintu ruangan Dokter Alex dilihatnya seorang gadis yang masih sangat belia kira-kira seumuran dengan Alice sedang duduk dikursi pasien dan Dokter Alex duduk diatas meja.
"Mel ada apa kok tiba-tiba kesini?" Dokter Alex terlihat sedikit gugup.
"Apa yang kamu lakukan dengan gadis belia ini hah?" Melodi naik pitam.
"Ya apalagi selain dia berobat kesini Ma kamu ini pertanyaannya aneh-aneh saja" Dokter Alex menanggapinya dengan santai.
"Berobat kamu bilang? aku dengar kalian sedang tertawa bersama tadi!" ucap Melodi.
"Sabar dulu Mel" Meira berusaha menenangkan Melodi.
"Itu memang tugas aku Mah sebagai seorang Dokter membuat pasien tertawa, tersenyum sampai lupa dengan penyakitnya pasien harus gembira agar cepat sembuh dari sakitnya Mah" Dokter Alex membela diri.
"Kalau begitu saya permisi pulang dulu Dokter Alex" ucap gadis itu.
"Heh tunggu, saya mau tanya jujur sama kamu ada hubungan apa kamu sama suami saya ngaku saja kalau kamu itu ada main dengan suami saya maka dengan senang hati saya akan ceraikan dia sekarang juga" ucap Melodi.
"Maaf saya tidak mengerti dengan yang anda maksud saya hanya berobat kesini dan tolong sopan lah sedikit terhadap pasien dari suami anda, isteri seorang Dokter masa seperti ini" celetuk gadis itu yang langsung pergi begitu saja
"Kamu lihat itu tadi Lex? puas kamu aku dipermalukan seperti itu tadi?" Melodi semakin kesal.
"Lagian kamu ada-ada saja si Mah kura itu sudah tua seperti ini udah lah sekarang kita itu lebih baik fokus pada Alice dia kan sebentar lagi akan menikah kamu janganlah cemburu-cemburu yang tidak jelas seperti itu apalagi itu dengan pasien" Dokter Alex terus mengelak.
"Ingat ya Lex aku akan ceraikan kamu tunggu sampai aku mengumpulkan semua bukti perselingkuhan kamu itu" Melodi melemparkan kemeja kotor yang wangi parfum seperti wangi yang gadis tadi itu pakai.
Melodi dan Meira pun keluar dari ruangan Dokter Alex dan mengejar gadis tadi untuk membuatnya mengakui perselingkuhan dengan suaminya itu, Melodi ingin ketika dia dan Dokter Alex bercerai Alice mengetahui seberapa parah kesalahan Papah nya agar Alice bisa paham kenapa Melodi sampai menggugat cerai nantinya.
__ADS_1