
Hari-hari berlalu Sam saat ini tinggal di kota kecil di rumah Kimmy yang dulu sempat terbengkalai, sedangkan Alexa semakin lengket dengan Alice. Alice betul-betul menepati janjinya pada Alexa dia membantu Alexa menjadi pribadi yang lebih baik lagi bersama Melodi.
Mengajaknya belanja pakaian bersama, pergi ke salon bersama, dan terakhir mendaftarkan Alexa di kampus yang sama dengannya. Di sana lah tempat Gio mengajar sebagai dosen, setelah dulu sempat dipenjara selama beberapa tahun karena kasus penculikan Kimmy, Gio bangkit dan kembali melanjutkan kuliahnya lalu lulus dan menjadi dosen di kampus kota kecil ini.
Tapi di saat psikis Alexa sudah sembuh dan mulai melupakan kejadian buruknya Dokter Alex justru kembali sering mengunjungi rumah Melodi, meski telah menerima surat putusan cerai resmi dari pengadilan namun Dokter Alex berdalih rindu terhadap Alice. Saat Dokter Alex datang ke rumah Alexa pasti selalu bersembunyi di kamar, dia masih belum mau menemui Dokter Alex begitu pun hari ini Dokter Alex datang kembali ke rumah Melodi.
Tokkkkkkk,,,,,, tokkkkkkkkkkk,,,, tokkkkkk.
Saat ini Melodi tengah membuat kue untuk cemilan anak-anak, sedangkan Alice dan Alexa mereka menonton televisi bersama. Mendengar ada yang mengetuk pintu Alice pun membukakan pintunya.
"Papah," kata Alice membuat seketika Alexa berlari memasuki kamarnya.
"Apa kalian akan terus mengizinkan anak itu tinggal disini?" tanya Dokter Alex.
"Iya Pah, Alexa sudah membaik saat ini tapi belum mau menemui Papah," ungkap Alice.
"Ya sudah lah biarkan saja, lagi pula Papah ke sini bukan untuk menemuinya, tapi Papah rindu sekali dengan anak Papah yang sebentar lagi akan menjadi mahasiswi tercantik! Papah masuk ya," kata Dokter Alex yang meminta untuk mengobrol didalam rumah.
"Pah, Alice takut Mamah marah kalau Papah terus-menerus datang kesini," kata Alice.
"Alice, anak Papah yang baik hati sejak kecil. Mana boleh kamu bicara begitu dengan Papah yang dari kamu dalam kandungan sudah sangat menyayangi kamu," kata Dokter Alex.
Tak lama Melodi datang dari arah dapur mendengar apa yang dikatakan oleh Dokter Alex.
"Cihhhh,, kamu ngigo ya? Sejak dalam kandungan kamu bilang? Kamu kemana saat aku mengandung Alice mengalami mual dan lemas? Kamu malah bercinta dengan wanita itu kamu lupa?" kata Melodi yang langsung duduk dihadapan Dokter Alex.
"Mel, jangan begitu didepan Alice," kata Dokter Alex yang tak ingin terdengar jelek dihadapan anaknya.
"Sudahlah tidak usah banyak basa-basi, kita itu sudah resmi bercerai! Kamu mau apa si ke rumah ini terus?" tanya Melodi.
"Emm,, ini,, anu,, Alice waktu itu kan Papah sudah sempat bilang nak sama kamu, saat ini Papah tinggal dikontrakkan sempit dan tabungan Papah engga cukup untuk membeli rumah baru, kamu kan anak baik Papah bisa kan nak, kamu berikan Papah uang untuk membeli rumah baru dan mobil keluaran terbaru saat ini," kata Dokter Alex.
Melodi menggelengkan kepalanya melihat betapa tidak tau malunya mantan suaminya ini, belum sempat Alice menjawab di depan rumah sudah ada yang mengetuk pintu.
__ADS_1
Tokkkkk,,,,,, tokkk,,,, tokkk.
Melodi membukakan pintu, dan betapa kagetnya saat Melodi melihat didepan rumahnya sudah ada beberapa polisi berseragam lengkap.
"Selamat Pagi Bu," sapa polisi.
"Pa-pagi Pak, ada apa ya?" tanya Melodi dengan paniknya.
"Kami membawa surat perintah penangkapan untuk saudara Alex karena telah melakukan pelecehan terhadap anak dibawah umur," ungkap polisi.
Membuat Melodi sedikit tercengang dan hanya terdiam kaku.
"Bagaimana Bu? Apa yang bersangkutan ada didalam?" tanya polisi.
Melodi hanya mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa. Akhirnya polisi masuk dan mendapati Dokter Alex sedang mengobrol dengan Alice. Kedatangan polisi membuat Alice kaget bukan main begitu juga dengan Dokter Alex.
"Ada apa ini Pak?" tanya Dokter Alex.
"Apa benar Anda saudara Alex?" tanya polisi.
"Mari ikut kami ke kantor polisi, anda kami tahan karena telah melakukan pelecehan terhadap anak dibawah umur," kata polisi yang langsung memborgol tangan Dokter Alex.
"Tu-tunggu dulu Pak ini hanya salah paham saja, Alice ini salah paham nak bebaskan Papah," teriak Dokter Alex.
Teriakan Dokter Alex membuat Alexa mendengar apa yang sedang
terjadi di luar kamarnya itu lalu Alexa berani membuka pintu kamarnya dan menghampiri Alice melihat Papah mereka dibawa paksa oleh polisi.
"Alice tolong Papah nak, Papah tidak bersalah," teriak Dokter Alex.
"Tolong Pak bersikap kooperatif Pak Alex bisa menjelaskan semuanya di kantor, sekarang mari ikut," kata polisi.
"Papah, kenapa Papah engga ada henti-hentinya membuat Alice malu Pah? Sekarang apa lagi yang sudah Papah perbuat?" tanya Alice.
__ADS_1
"Sudah Alice biarkan Papah kamu dibawa dulu ke kantor polisi, nanti baru kita menyusul," kata Melodi.
Ada rasa kesedihan didalam diri Alice dan Alexa melihat Papah mereka yang sudah tua harus di tahan di kantor polisi, tapi juga ada rasa kesal yang sangat Alice rasakan, karena tak henti-hentinya Dokter Alex membuat malu keluarga. Alice pun menangis, Alexa yang melihat Alice akhir-akhir ini sudah banyak melewati masa sulit mulai tak tega melihat kakaknya itu menangis.
"Kak, ayo duduk!" ajak Alexa.
"Lexa, kamu barusan memanggil Alice kakak?" tanya Melodi.
"Iya Tante," jawab Alexa dengan malu-malu.
"Alice kamu jangan terlalu pikirkan kejadian ini, biarlah Papah kamu mempertanggung jawabkan perbuatannya di penjara," kata Melodi.
"Tapi Mah, Papah sudah tua Alice engga mungkin tega melihat dia di penjara. Terlebih lagi bagaimana dengan keluarga Abian Mah? Mereka akan malu memiliki calon isteri dari seorang anak narapidana," kata Alice yang sudah sangat kepusingan saat ini.
"Kak Alice calon isteri siapa Tante?" tanya Alexa.
"Ahh iya kamu belum sempat kami kenalkan sama calon suaminya Alice ya Lexa? Nanti malam keluarga kita akan kembali membahas hari pernikahan kakak kamu ini. Alice akan segera menikah," kata Melodi.
"Tapi aku dan Kak Alice baru akan masuk kuliah sebentar lagi Tan," sedikit kebingungan Alexa.
"Iya tapi sejak kecil Tante sudah menjodohkan Alice, dan sempat mau ditunda memang setelah banyaknya masalah kemarin, tapi dari pihak laki-laki meminta untuk disegerakan saja," kata Melodi.
"Kak kebahagiaan kamu sudah dekat, kenapa kakak terus memikirkan laki-laki jahat itu?" kesal Alexa.
"Kamu tidak boleh begitu Lexa! Walau bagaimanapun Papah Alex adalah Papah kita. Aku engga tega melihatnya dipenjara. Kalian setuju juga kan untuk membebaskan Papah dari penjara?" tanya Alice.
Lalu Melodi dan Alexa menjawab secara kompak.
"Tidak kami tidak setuju, biarkan saja laki-laki itu mendekam di penjara," ungkap Alexa dan Melodi.
"Kamu setuju kan sama Tante Lexa?" tanya Melodi.
"Emm tentu Tante, Kak Alice terlalu baik jadi orang," kata Alexa.
__ADS_1
"Pokoknya siang ini kita hanya akan menjenguk Papah kamu Alice, tapi tidak untuk membebaskannya," kata Melodi.