
Melodi sangat berbaik hati hingga meminjamkan Sam modal untuk membuka toko kecil yang menjual aneka macam topi-topi pantai dan kaca mata didekat pantai, usahanya lumayan laris karena seiring berjalannya waktu pantai pasir putih semakin digemari pengunjung diakhir pekan dan untuk berswa foto pengunjung memerlukan kaca mata gaya dan juga topi-topi pantai yang dijual oleh Sam.
"Gimana Sam? Apa pekerjaan dihari tua kamu cukup melelahkan?" tanya Melodi yang hari ini mengunjungi toko milik Sam.
"Ini justru lebih menyenangkan dari yang aku kira Mel, masa tua bisa berjualan tanpa diatur-atur oleh Bos atau atasan lagi tidak seperti dulu ketika aku masih bekerja di perusahaan," kata Sam.
"Syukurlah Sam, aku senang kamu sudah seperti Sam yang dulu aku kenal saat pertama kali kamu dan Meira pindah kesini," kata Melodi.
"Mel apa kamu tidak mau menikah lagi? Tapi ini,,,, amm maksud aku kamu mungkin memerlukan seseorang untuk menghabiskan waktu tua bersama kamu!" kata Sam.
Melodi pun tersenyum mendengar perkataan itu.
"Aku tau maksud kamu, tapi siapa yang mau menerima wanita tua seperti aku ini Sam," kata Melodi tersenyum.
"Aku rasa, kita mungkin bisa mencobanya. Begini Mel, kamu selalu menolong aku dan itu membuat aku memiliki perasaan lebih terhadap kamu," kata Sam yang dengan gugup menyatakan perasaannya pada Melodi.
"Sam kamu lupa? Kamu pernah menyelamatkan nyawa aku dan juga nyawa Alice ketika dia masih dalam kandungan dari Kimmy," kata Melodi.
"Emm ya aku ingat, tapi itu bukan jawaban dari pertanyaan yang aku tanyakan sama kamu saat ini. Kamu paham kan maksud aku?" tanya Sam.
"Aku paham, tapi saat ini aku sudah sangat bahagia Sam. Aku menikmati kesendirian aku dan aku hanya ingin fokus menyekolahkan Alexa dan membimbing dia hingga dia menjadi wanita yang sukses," kata Melodi.
"Jadi kamu tidak bisa menerima kehadiran aku dihati kamu Mel?" tanya Sam.
"Maaf Sam, tapi aku hanya ingin menjadi Ibu yang baik untuk Alice dan Alexa itu sudah membuat aku bahagia sekali," kata Melodi.
"Ya, aku paham Mel. Aku tidak memaksa dan aku pun sadar kita sudah cukup tua untuk membicarakan masalah seperti ini," kata Sam.
Melodi dan Sam pun memilih untuk tetap menjadi sahabat selamanya, sahabat dalam mengurus Alexa, sahabat untuk menjadi teman ngobrol yang bisa saling membantu satu sama lain tanpa perlu lebih dari itu.
__ADS_1
Meira dan Dokter Gewa kini hidup hanya berdua saja karena Abian dan Alice sudah memutuskan untuk hidup mandiri dan tinggal di rumah yang dibelikan oleh Meira. Abian mengambil keputusan untuk membatalkan beasiswanya di salah satu Universitas terbesar di kota besar.
Kini Abian kuliah di kampus yang sama dengan Alice isterinya dan juga Alexa adik iparnya, Abian yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata selalu menjadi perhatian para dosen dan para mahasiswa lainya.
Abian mampu membagi waktunya untuk kuliah dan mengembangkan resort serta restoran dengan kreativitas anak muda yang mengadakan berbagai hal yang berbeda untuk menarik lebih banyak lagi pengunjung, hingga resort kekurangan kapasitas saking melonjaknya para wisatawan yang datang menginap.
Alice yang selalu jadi bahan gunjingan oleh para mahasiswi yang tergila-gila pada suaminya Abian, mereka merasa Abian tidak pantas untuk menikah dulu karena terlalu muda, pintar dan terlalu tampan, tak jarang cewek-cewek itu selalu mengganggu Alice.
Hari ini Alice dan Alexa berangkat kuliah bersama setelah Alice dan Abian semalam menginap di rumah Melodi, Abian yang berjalan terburu-buru hingga meninggalkan Alice dan Alexa jauh dibelakang.
"Ehh,, liat tuh yang katanya isterinya seorang Abian. Cantikan juga gue kemana-mana," ujar seorang mahasiswi.
"Iya iuhhhh banget," kata mahasiswi yang lainnya.
Alice yang sudah terbiasa mendengar perkataan tidak mengenakan itu dari cewek-cewek tim sakit hatinya karena Abian sudah memiliki isteri tidak pernah menggubrisnya dan terus lurus jalan kedepan tanpa menengok sedikit pun.
"Emm," singkat Alice yang cukup kesal dengan cewek-cewek tadi.
"Kakak duluan ya, kayanya buku aku ketinggalan deh dimobil," kata Alexa.
"Ya sudah,.ini kuncinya!" kata Alice yang pergi duluan ke kelasnya.
Alexa kembali ke tempat cewek-cewek tadi yang sudah berani menggunjingkan kakaknya, sambil berjalan tangan kanan Alexa mengambil tempat sampah yang berada dipinggiran lalu menyeretnya sampai kedepan cewek-cewek tadi.
"Heh Lo Ade nya si Alice kan?" kata mahasiswi tadi.
"Iya, itu tau," kata Alexa tersenyum sinis.
"Mau ngapain Lo kesini?" ujar mahasiswi lainya.
__ADS_1
"Mau buang sampah," kata Alexa yang langsung mengangkat tong sampah lalu menyiramkan seluruh isi sampahnya pada mahasiswi-mahasiswi yang tadi sudah menggunjingkan Alice.
Aaaaaa...... teriak mahasiswi-mahasiswi itu.
"Sialan, uweeeeeeeee bau banget," ujar seorang mahasiswi.
"Heh Lo gila ya, apa-apaan Lo nyiram sampah ke kita?" teriak mahasiswi lainya.
"Mulut Lo sama tong sampah itu sama baunya," kata Alexa yang langsung pergi meninggalkan para mahasiswi itu yang masih mual-mual muntah-muntah saking baunya sampah yang disiram Alexa kekepala mereka.
Alexa dan Alice berada dikelas yang sama karena jurusan mereka memang sama dan kebetulan satu kelas. Tiba waktunya Gio mengajar di kelas Alice dan Alexa, Gio begitu bersemangat karena bisa bertemu dengan pujaan hatinya itu.
Gio pun masuk ke kalas dengan membawa beberapa buku tebal untuknya menerangkan materi pembelajaran di kelas, dari awal masuk kelas Gio sudah senyum-senyum sendiri sambil tak henti-hentinya menatap ke arah Alexa.
Alexa yang kesal dan geram bahkan menutupi wajahnya dengan buku agar Gio tak lagi bisa menatap wajahnya.
Dalam hati Alexa apa gadis rusak seperti dirinya tidak berhak hidup dengan tenang? Menata kembali masa depan yang sempat rusak? Kenapa malah sekarang Alexa dihadapkan dengan laki-laki seperti Gio.
Alexa begitu sedih karena dia hanya ingin menjalani kehidupan barunya, Alexa hanya ingin fokus kuliah, membantu pekerjaan di resort bersama kakanya dan kakak iparnya serta membuat bangga Sam dan Melodi.
Alice yang sadar bahwa benar yang dikatakan Alexa ketika dihari pernikahannya itu Gio menatap Alexa dengan tatapan menjijikkan. Kini Alice menyaksikannya sendiri dan imut geram melihat tatapan Gio pada Alexa hingga Alice memukul mejanya.
Bughtttttttt...... Alice pun maju kedepan.
Semua mahasiswa dikelas hanya menatap kearah Alice dengan pertanyaan ada apa Alice sampai menggebrak meja?
"Pak Gio, tolong jangan ganggu adik saya. Bapak tau,saya bisa melaporkan tindakan bapak yang kurang sopan ini pada pihak kampus," bisik Alice.
"Aku akan melamar adik kamu besok, aku akan menikahinya kamu Alice tidak akan bisa menghalanginya Alexa milikku," jawab Gio.
__ADS_1