
Sesampainya dirumah Meira dan Dokter Gewa beristirahat dikamar Dokter Gewa memijit kepala Meira yang tengah sakit dengan telaten Dokter Gewa memijat-mijat kepala Meira layaknya tukang urut profesional.
"Sayang kamu kenapa engga buka klinik satu lagi aja?" tanya Meira.
"Hah buka klinik lagi? kenapa emang Mei?" tanya Dokter Gewa.
"Iya klinik pijat dan urut, enak banget pijatan kamu udah kaya tukang urut beneran" ledek Meira.
"Sembarangan kamu aku bisa mijat karena isteri aku yang lagi hamil ini sering sakit kepala kaki nya sering pegal jadi keahlian itu muncul secara alami sayang khusus untuk kamu aja" jawab Dokter Gewa.
"Dih gombal banget kamu, pasti ada mau nya ya kalau gombal gini" ucap Meira.
"Ya kan punyaku juga kalau malam suka pegal Mei" hehehe Dokter Gewa mulai memberikan kode.
"Iya iya kode mulu kamu tuh, kalau hamil udah besar gini kan emang kata Dokter juga harus sering-sering kan biar nantinya gampang" ucap Meira.
"Ya udah yuk sehari tiga kali nanti kalau aku lagi diklinik aku sempetin pulang dulu untuk setor sama kamu" ledek Dokter Gewa yang masih terus memijit kepala Meira.
Hahahaha...
"Apaan si Ge kamu tuh omes banget" jawab Meira sambil tertawa.
"Omes apa tuh sayang?" tanya Dokter Gewa.
"Otak me* sum" singkat Meira.
"Biarin me* sum sama isteri sendiri ini daripada nih si Alex me* sum sama isteri orang jadinya kaya sekarang tuh ngeri banget" jawab Dokter Gewa.
"Iya ya sayang kok Alex sampai depresi gitu ya aku engga nyangka deh" jawab Meira.
"Bisa aja sayang kan kita engga tau mental setiap orang itu beda-beda apalagi dia mengalami kejadian kaya kemaren ngeri banget kan ditusuk sama selingkuhan nya terus anak isteri hampir celaka gara-gara dia pastilah mental nya keganggu" jawab Dokter Gewa.
"Makanya kamu harus belajar tuh dari Dokter Alex jangan sampai deh kaya gitu ga ada kebaikan dari perselingkuhan itu Ge yang ada kehancuran yang akan menghampiri kita" ucap Meira.
"Iya sayang aku juga paham aku ga mungkin seperti itu bisa memiliki isteri sebaik kamu, secantik kamu aku sudah merasa lebih dari cukup apalagi anak kita sebentar lagi akan lahir semakin lengkap kebahagiaan kita ya sayang" jawab Dokter Gewa yang setia memijat-mijat kepala Meira dengan penuh kasih sayang.
Dimalam hari di sel tahanan terasa sangat dingin apalagi tidur napi hanya beralaskan tikar kecil yang itupun dipakai tidur oleh napi senior sedangkan Kimmy hanya bisa tidur tanpa alas apapun, dirinya sampai menggigil napi senior bahkan hanya menyisakan tempat sedikit untuk Kimmy tidur sangat sempit hingga dirinya tidak bisa memejamkan mata dan duduk bersandar pada jeruji besi.
__ADS_1
Salah seorang napi terbangun dan melihat kearah Kimmy.
"Eh Lo sini pijitin nih kaki gue pegel banget" ucap napi itu.
Kimmy hanya terdiam dengan tatapan penuh kebencian.
"Ngapain Lo melotot gitu sama gue, mau Lo gue hajar sampai bayi Lo keluar sekarang juga?" bentak napi itu.
Karena tak ingin ambil resiko bayi nya kenapa-kenapa Kimmy pun menurut dan memijit kaki itu.
"Ih Lo be* go banget si pijit yang bener pake tenaga dong kaya orang cacingan aja Lo" teriak napi itu.
Kimmy pun menahan rasa kesalnya agar napi itu tidak memukulinya lagi, tak lama napi itu menendang wajah Kimmy.
Bughttttt.....
"Elah ga becus banget si ko mijit, yang bener atau engga perut Lo yang gue tendang" teriak napi itu lagi.
Kimmy pun terus memijat-mijat sekuat tenaga nya padahal siang tadi dirinya hanya makan tempe kecil saja dia benar-benar lemas saat ini namun demi menjaga agar kandungannya tidak kenapa-kenapa dia berusaha kuat dan memijat napi itu sepanjang malam tanpa tidur.
Mendengar dirinya akan dipindah dari sel itu Kimmy sedikit bernafas lega tidak akan dihajar lagi oleh napi-napi di sel itu, namun Kimmy salah besar dirinya dipindah ke sel tahanan tempat temannya Adeline dan penguasa tahanan itu berada.
Justru inilah awal penderitaan Kimmy sesungguhnya satu sel dengan napi yang terkenal paling kejam dan sadis, apalagi temannya Adeline sudah memberikan nya uang yang lumayan banyak nasib Kimmy akan jadi daging cincang ditangan penguasa napi itu.
Napi penguasa itu dan teman Adeline menyambut kedatangan Kimmy di sel mereka.
"Cewek cantik selamat datang di sel penuh suka cita ini" sambut napi yang berkuasa itu.
Hahahahaha,,,,, tahanan lain ikut menertawakan Kimmy.
Kimmy hanya keheranan sebenarnya kenapa mereka tertawa.
"Lo lagi hamil ya? anak dari suami orang kan?" tanya napi yang berkuasa itu.
"Kenapa memangnya kalau aku hamil dengan suami orang ini tidak ada urusannya dengan kamu" jawab Kimmy dengan sinis.
Uhhhhhhhhhh.......teriak napi lain.
__ADS_1
"Boleh juga nyali nya kita lihat besok apa Lo bisa masih ngebuka mulut Lo itu" jawab napi itu.
"Dengar kalau kamu pikir aku takut dengan kamu, kamu salah besar aku masuk ke penjara karena aku berusaha membunuh orang lain" jawab Kimmy.
Hahahahhahha.... napi yang berkuasa itu tertawa terbahak-bahak.
"Gue masuk penjara karena gue ngabisin nya* wa perempuan yang udah ngerebut suami gue dari gue dan anak gue, gue paling muak liat pelakor kaya Lo ga perlu gue jelasin gimana cara gue ngabisin itu pelakor yang jelas sangat mengenaskan" jawab napi itu.
"Dasar gila" teriak Kimmy.
"Asal Lo tau ya berapa banyak isteri-isteri sah yang menderita dan anak-anak yang harus ikut menderita akibat ulah Pelakor, Lo bakal mampus ditangan gue" jawab napi itu lagi .
Kimmy pun berteriak-teriak meminta tolong dikeluarkan dari sel ini.
Tolong.....tolong.
Tak lama polisi wanita datang dan menghampiri Kimmy lalu memarhi nya.
"Heh kamu berisik ya engga di sel mana bikin gaduh mulu udah diem" ucap polisi itu.
"Tolong saya ga mau disini dia orang gila, saya takut" jawab Kimmy.
"Diem ga atau saya kurung kamu di sel yang penuh tikus mau kamu" bentak polisi itu.
Kimmy pun hanya bisa pasrah dan ketakutan dengan ancaman penguasa napi itu keesokan harinya Kimmy dibekap oleh kedua napi dibawanya dia ketoilet belakang yang sudah tidak terpakai dihadapkan nya Kimmy dengan penguasa napi itu.
"Emmm,,,, Emmmmm" mulut Kimmy dilakban hitam.
"Sutttt jangan berisik dong gue tuh ya kalau liat pelakor-pelakor kaya Lo gini tuh ya gue keinget lagi sama kelakuan suami gue sama pelakor itu boleh lah ya gue lampiasin kemarahan gue sama Lo?" ucap napi yang berkuasa itu.
"Emmm,,, emmmm" Kimmy menggelengkan kepalanya.
"Tenang gue tau kok Lo lagi hamil jadi ga akan gue sakitin bayi itu, tapi coba gue tebak Lo jadi pelakor karena wajah cantik Lo ini kan?" tanya napi itu.
"Emmmm,,,, emmmm" Kimmy berusaha berteriak.
"Gimana kalau gue bikin Lo ga bisa jadi pelakor lagi dengan wajah Lo itu?" ucap napi itu tersenyum sinis.
__ADS_1