Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Menjenguk Dokter Alex


__ADS_3

"Loh Mei, kok kamu udah disini aja?" tanya Melodi.


"Iya Mel aku ada perlu," kata Meira.


"Aku kira kamu kesini untuk menjenguk Alex," kata Melodi.


"Alex? Memang dia disini Mel?" tanya Meira.


"Iya Mei, tadi pagi Alex dijemput paksa oleh polisi karena kasusnya dengan gadis dibawah umur," kata Melodi.


"Astaga ada-ada saja si Mel, kamu yang tabah ya Mel," kata Meira.


"Aku si bodo amat dan engga peduli Mei, cuma kamu sendiri kenapa sekeluarga ada disini?" tanya Melodi.


"Ini Mel, tadi pagi ada yang pecahin kaca mobil milik Gewa berikut dengan surat ancaman, aku pikir itu cuma ulah orang iseng tapi ternyata barusan aku hampir ditabrak pengendara motor yang benar-benar ngebut banget Mel dan niat untuk mencelakakan aku," ungkap Meira.


"Astaga Meira, siapa tapi yang tega melakukan itu?" tanya Melodi.


"Makanya aku juga bingung selama ini kami engga ada musuh atau berantem dengan orang lain Mel, kamu tau sendiri," kata Meira.


"Ya sudah nanti malam kita tunda dulu pertemuannya," kata Melodi.


"Ahh engga perlu Mel, aku engga apa-apa kok lagian nanti ada yang cemberut kalau ditunda," lirik Meira pada Abian.


Abian yang merasa Meira tengah meledeknya didepan Alice langsung pura-pura membuang muka.


"Oh jadi ada yang buru-buru pengen cepet nikah ya Mei?" ledek Melodi.


"Ih Mamah, Tante Meira Tante engga ada yang luka kan?" tanya Alice.


"Engga ko nak, kamu tenang aja pokoknya pernikahan kalian akan secepatnya kami urus," kata Meira sambil tersenyum.


"Mel, kalau kamu butuh pengacara untuk membantu Alex aku ada kok, setidaknya kita bisa minta korban untuk mencabut laporannya dan memberikan jaminan agar Alex bisa bebas," kata Dokter Gewa.


"Iya Om, Alice butuh," kata Alice.


"Alice!! Engga usah Ge biarin aja lah biar dia kapok dulu," kata Melodi.


"Mah," rengek Alice.


"Cukup Alice, dengarkan Mamah!" kesal Melodi.

__ADS_1


"Ya sudah mumpung kita udah disini kita sekalian jenguk Alex saja!" ajak Dokter Gewa.


Akhirnya mereka bersama-sama menjenguk Dokter Alex sepanjang jalan Alexa berbisik pada Alice.


"Kak, jadi itu calon suami kakak?" tanya Alexa.


"Emm, iya. Kamu kenal?" tanya Alice.


"Dia laki-laki yang engga mencegah aku bunuh diri waktu itu kak, nyebelin banget dasar kakak ipar durhaka," kata Alexa.


"Emm!! Kamu benar dia memang laki-laki menyebalkan," kata Alice.


Sadar dirinya sedang jadi bahan gosip kedua gadis itu Abian melotot kearah Alice dan Alexa.


"Hentikan Lexa sepertinya laki-laki itu tau kita sedang membicarakannya," kata Alice.


Alexa dan Alice pun tertawa cekikikan dan tak lagi membicarakan Abian.


Polisi pun membawa Dokter Alex dari sel menuju ruang besuk, sesampainya diruang besuk Dokter Alex sangat bahagia melihat Melodi dan yang lainnya datang dan optimis untuk segera bebas dari penjara.


"Kalian datang rupanya, bagaimana apa sudah diurus untuk kebebasan aku dari sini?" tanya Dokter Alex.


"Kepedean kamu tuh," celetuk Melodi.


Namun Alice hanya terdiam karena takut Melodi akan semakin marah jika Alice berbicara dengan Papahnya.


"Kenapa kalian diam? Besan apa kamu tidak kasihan melihat Papah dari mempelai wanita seperti saat ini? Ayolah Ge kita kan sudah seperti keluarga aku yakin tidak sulit untuk kamu dan pengacara kamu mengurus masalah kecil seperti ini," kata Dokter Alex


"Aku sebenarnya ingin membantu kamu Lex, tapi ini semua tergantung Melodi saja," kata Dokter Gewa.


"Kamu bilang ini masalah kecil? Kamu mikir engga si? Kamu melakukan pelecehan se*sual pada gadis dibawah umur Lex. Hukumannya minimal dua belas tahun penjara kamu akan menghabiskan masa tua kamu disini," kata Melodi yang semakin menakut-nakuti Dokter Alex.


"Mel kamu kenapa malah jadinya makin nakut-nakutin aku si," kesal Dokter Alex.


"Mah udah dong kasian Papah," kata Alice.


"Kamu lihat kan nak, Mamah kamu ini wanita paling jahat dan paling egois," kata Dokter Alex.


"Heh! Apa maksud kamu?" bentak Melodi.


"Apa namanya kalau bukan jahat dan egois? Kamu tau kan anak kita akan segera menikah, dan dia butuh aku sebagai ayahnya untuk mendampingi dia dan menikahkan dia. Tapi kamu dengan kedengkian hati kamu tega membiarkan aku dipenjara disisa umurku ini," kesal Dokter Alex.

__ADS_1


"Kamu tau Lex, setelah aku mendengar kamu bicara seperti barusan. Aku semakin yakin untuk tidak akan pernah membebaskan kamu dari sini," kecam Melodi.


"Alice kamu dengar sendiri kan nak Mamah kamu benar-benar tidak memiliki empati sama sekali, Papah kan sakit diabetes sejak dulu nak dan sekarang semakin parah Papah malah akan segera buta nak, apa kamu tega membiarkan Papah menderita seperti ini nak?" ungkap Dokter Alex yang memelas pada Alice.


"Sudahlah ayo kita pulang!" kata Melodi yang sudah muak berdebat dengan Dokter Alex.


Melodi dan yang lainya pun pulang ke rumah mereka masing-masing sementara Dokter Alex kembali ke sel tahanannya dengan rasa kesal karena Melodi tidak peduli lagi dengannya.


Menjelang malam hari Melodi dibantu Alexa, Adeline dan Neneng segera menyiapkan beberapa cemilan untuk menyambut kedatangan keluarga Abian sedangkan Alice sibuk berdandan agar terlihat sangat cantik malam ini.


Malam ini adalah penentu hari lamaran dan hari pernikahan Alice dan Abian, hidangan sudah siap semua begitu juga Alice sudah sangat cantik dan tak sabar menunggu kedatangan Abian dan keluarganya.


"Mba Mel bener engga si? Tadi teh ya Neneng dikasih tau sama Ci Mei kalau dia teh sekeluarga lagi diteror sama seseorang?" tanya Neneng.


"Hah yang bener Bu Neng?" tanya Adeline.


"Iya bener itu lagi diselidiki sama polisi sini, mudah-mudahan pelakunya cepet ketangkap," kata Melodi.


"Aya-aya we si nya padahal kan selama ini teh kita tentram dan damai saja, heh Adel anak kamu teh udah SMP aja ya sekarang masih inget dulu teh kamu lama pisan move on dari si Gio teh,"kata Neneng.


"Itu kan dulu Bu Neng sekarang Adel kan sudah hidup bahagia menikah sesama guru," ungkap Adeline.


"Ngomong-ngomong Gio belum menikah ya sampai sek?" tanya Melodi.


"Belum Mba Mel padahal kerjaannya udah enak pisan jadi dosen," kata Neneng.


"Aneh itu orang kaya hidupnya cuma untuk Kimmy doang," kata Melodi.


Malam harinya keluarga Abian tiba di rumah Melodi, Abian yang gagah dan tampan membuat Alice sangat terkesima menatapnya begitu juga sebaliknya Alice yang malam ini sangat cantik membuat Abian semakin jatuh hati padanya.


Obrolan pun dimulai untuk membahas tanggal pertunangan terlebih dahulu baru setelah itu tanggal pernikahan.


"Bagaimana kalau pertunangan Alice dan Abian kita laksanakan dua Minggu kedepan?" kata Dokter Gewa.


"Ya boleh aku setuju," kata Melodi.


"Kamu gimana Bian setuju kan?" tanya Meira.


"Apa tidak sebaiknya Minggu depan saja Pah?" kata Abian dengan malu-malu.


Membuat semua orang tersenyum karena Abian yang tidak sabaran untuk segera menikah.

__ADS_1


"Em bukan apa-apa, Abian hanya menyarankan saja karena katanya lebih cepat niat baik itu dilakukan," kata Abian berusaha mengelak.


"Ya sudah Minggu depan kita adakan proses lamarannya," kata Dokter Gewa.


__ADS_2