
Setelah menyusun rencana untuk menangkap basah perselingkuhan Sam dengan Kimmy, Meira, Melodi dan Gio pun pulang kerumah mereka masing-masing.
Sesampainya dirumah Meira mendapati Sam tengah duduk disofa ruangan televisi.
"Dasar laki-laki pedof*l bahkan murid kamu sendiri kamu pacari, aku sudah benar-benar tidak sabar untuk mengungkapkan semuanya dan mempermalukan kamu juga gadis jala*g itu" ucap Meira dalam hatinya.
"Mei, sedang apa berdiri disitu?" tanya Sam.
"Tidak aku hanya ingin meminta izin sama kamu, tapi aku takut kamu keberatan" jawab Meira yang mulai mendekati Sam.
"Izin? izin untuk apa?" tanya Sam.
"Melodi ingin merayakan pertunangannya dengan mengajak aku dan Neneng pergi liburan kekota besar ya semacam ke tempat wahana, atau ragunan dan lain-lain kami ingin menginap satu malam, lagipula kan sekalian aku perawatan diklinik langganan aku" jawab Meira sedikit gugup.
"Oh ya tentu, sesekali memang kamu perlu liburan Mei agar kamu tidak terlalu stres" ucap Sam.
"Benarkah kamu gak keberatan Sam?" tanya Meira.
"Ya kalau itu membuat kamu senang dan bahagia tentu aku tidak akan melarang, kapan kamu kekota besar" tanya Sam.
"Hari Sabtu Sam, Minggu sore aku sudah pulang lagi kok" jawab Meira.
"Yasudah" Sam tersenyum.
"Akhirnya kamu pergi juga Mei dari rumah, aku sudah sangat merindukan Kimmy, Sabtu aku akan sangat punya banyak waktu dengan Kimmy" ucap Sam dalam hatinya.
Meira yang meminta Gio untuk mengajak Adeline saat nanti rencana mereka dilakukan, karena Meira akan menjadikan Gio dan Adeline saksi untuk pihak sekolah bagaimana kelakuan bejadnya murid yang mendapat beasiswa itu.
Sedangkan Melodi pergi menemui Neneng, untuk memintanya menjadi saksi atas bejad nya kelakuan Sam, guru yang selama ini menyandang gelar sebagai guru favorit dan sedang mendapat rekomendasi untuk naik jabatan menjadi wakil Kepala Sekolah.
Tiba waktunya Sabtu ini Meira berpamitan pada Sam untuk pergi bersama Neneng dan Melodi, Neneng dan Melodi sudah berada didepan rumah Meira untuk menjemput Meira menggunakan mobil Melodi.
Tiittttt,,,, tiittttt ( bunyi klakson mobil Melodi ).
"Sam aku berangkat sekarang ya, Melodi sudah jemput didepan" ucap Meira.
"Iya Mei, kamu hati-hati ya jangan sampai telat makan" jawab Sam.
Meira pun masuk kedalam mobil Melodi dan bergegas meninggalkan rumah Meira.
Sam yang tengah berbahagia ditinggalkan Meira sendirian dirumah, langsung menelpon Kimmy untuk mengajak nya bertemu.
__ADS_1
"Hallo Kim" ucap Sam.
"Ya hallo Sam" jawab Kimmy.
"Apa kamu rindu aku Kim?" tanya Sam.
"Tentu, aneh sekali kamu bertanya begitu" ucap Kimmy.
"Kalau begitu aku akan menjemputmu sekarang" jawab Sam.
"Sepagi ini Sam?" tanya Kimmy.
"Ya, kenapa memangnya?" tanya Sam.
"Kamu gak sabaran banget si Sam, tinggal hitungan bulan aku lulus jadi kita hanya boleh bertemu malam saja agar lebih aman" jawab Kimmy.
"Iya si kalau siang, takutnya ada yang melihat kita" ucap Sam.
"Baiklah nanti malam aku akan menjemputmu Kim" ucap Sam.
"Tapi Sam kontrakan nya kan sudah habis bulan kamu gak memperpanjang lagi, ke hotel dekat sini saja?" tanya Kimmy.
"Oh ya, wah aku sudah tidak sabar Sam" jawab Kimmy.
"Yasudah kamu tunggu diminimarket seperti biasa nanti aku jemput jam 23.00 malam saja" ucap Sam.
Sam pun mengakhiri panggilan telepon nya, kemudian dengan semangat Sam merapihkan rumah, mengelap meja, membersihkan lantai lalu pergi kekamar yang biasa dipakai untuk Sam dan Meira tidur, Sam merapihkan sprai menyemprotkan pengharum ruangan agar ketika Kimmy datang kamar sudah bersih dan wangi
Malam hari pukul 23.00 malam, Sam mengendarai mobilnya untuk menjemput Kimmy, sampailah diminimarket tempat biasa Kimmy menunggu, Kimmy pun masuk kedalam mobil untuk menuju tempat yang sudah disiapkan Sam.
"Tunggu Sam ini seperti arah kerumah kamu?" tanya Kimmy.
"Ya, aku akan membawa kamu kerumah aku Kim" jawab Sam.
"Kamu sudah kehilangan akal Sam? gimana kalau Meira melihat kita?" tanya Kimmy sedikit kesal.
"Meira pergi bersama teman-temannya kekota besar Kim, besok sore baru kembali" jawab Sam tersenyum.
"Benar begitu Sam, em itu artinya aku akan jadi nyonya dirumah kamu Sam" ucap Kimmy yang kegirangan sambil memeluk Sam.
"Ya Kim, kamu bahagia kan?" tanya Sam.
__ADS_1
"Hmm" Kimmy tersenyum dan mengangguk.
Sampailah Kimmy dan Sam dirumah Sam, dengan menengok kanan-kiri memastikan tak ada satu orangpun yang lewat, dan aman Sam dan Kimmy keluar dari mobil lalu buru-buru masuk kedalam rumah.
"Wah rumah kamu bagus banget Sam" ucap Kimmy.
"Apa kamu mau tinggal disini nantinya Kim?" tanya Sam.
"Ya tentu aku sudah tidak sabar Sam" jawab Kimmy.
"Tapi malam ini aku lebih tidak sabar lagi" ucap Sam.
Tanpa berlama-lama Sam langsung menarik tubuh Kimmy kedalam dekapannya kemudian mencium bibir ranum Kimmy dengan rakusnya, Sam pun memangku tubuh Kimmy menuju kamar yang biasa dipakai Sam dan Meira untuk tidur bersama.
Dengan penuh gejolak birahi yang sudah memuncak Sam menidurkan Kimmy diatas ranjang lalu melucuti pakaian Kimmy hingga Kimmy tak memakai sehelai benangpun saat ini.
Sementara diluar rumah, Meira, Gio, Melodi, Adeline, Neneng, serta ketua RT/RW setempat sudah bersiap untuk mendobrak pintu rumah Meira yang terkunci dari dalam dengan linggis, pelan-pelan Gio dan Pak RT membuka paksa pintu dengan mencungkil menggunakan linggis.
Akhirnya pintu pun terbuka, secara beramai-ramai Meira masuk kedalam rumahnya dan langsung menuju kedalam kamar Meira.
Sam yang tengah asik memadu kasih dengan Kimmy bahkan keduanya sudah tak mengenakan sehelai benangpun saat ini, Meira dan yang lainya pun langsung membuka pintu kamarnya.
Sam dan Kimmy kaget bukan kepalang melihat Meira yang datang bersama banyak orang lain nya memergoki mereka tengah memadu kasih.
"Dasar kalian tidak tahu malu" teriak Meira yang langsung menghampiri Kimmy lalu menjambak rambutnya.
"Meira hentikan" ucap Sam berusaha melindungi Kimmy dan memakai selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Kimmy.
"Kimmy saya teh ga nyangka pisan kelakuan kamu semurahan ini" celetuk Neneng.
"Kita semua ketipu dengan sifat pendiam kamu yang ternyata diam-diam menyimpan bangkai kebohongan" ucap Melodi.
Adeline yang emosi masuk kedalam toilet didalam kamar itu dan mengambil air kedalam ember, bukan untuk menyiram tanaman melainkan untuk menyiram Kimmy dan Sam.
Burrrrrrrrrr......
Air satu ember disiramkan kewajah Kimmy dan Sam oleh Adeline.
"Biar kamu tuh sadar Kimmy, Adel bener-bener malu punya temen kaya kamu" ucap Adeline.
"Aku sudah peringatkan kamu Kim, untuk engga bermain api tapi kamu malah ga mau bertobat" celetuk Gio.
__ADS_1