
Saat tersadar Kimmy meringis kesakitan dan melihat ada seorang Dokter yang baru saja selesai membersihkan darah dihidung Kimmy.
"Bayiku,,,,,bayiku " hikzzzzzz.....hikkkkzzzzz Kimmy menangis.
"Tenang ya kandungan kamu tidak apa-apa jadi tidak perlu khawatir, ini saya berikan beberapa obat pereda sakit dan obat penguat kandungan semoga lekas sembuh" ucap Dokter wanita itu.
Dokter itupun keluar dari klinik dan meninggalkan Kimmy sendirian, saat sendiri Kimmy mengingat semua yang menimpanya adalah karena Meira, Melodi, Dokter Gewa, Dokter Alex dan juga Sam seketika emosi nya memuncak dan mengamuk dia membuang obat-obatan yang diberikan Dokter dan memecahkan gelas minuman nya.
Prang......
Aaaaaaaaaa... teriak Kimmy.
"Breng* sek kalian semua aku pasti akan secepatnya meninggalkan penjara ini untuk membalas kalian semua terutama kamu Meira dan Melodi tidak akan aku biarkan kalian bahagia" ucap Kimmy.
Polisi pun berdatangan mendengar keributan dari dalam klinik.
"Heh apa-apaan kamu membuat klinik jadi berantakan begini cepat bersihkan dan rapihkan kembali" ucap polisi wanita itu.
Mau tidak mau Kimmy menyapu dan membersihkan klinik itu meski tanga dan kakinya masih memar dan hidung nya yang masih terasa sakit akibat ditinju napi senior tapi semangatnya untuk menuntut balas karena sudah dijebloskan ke penjara membuatnya bisa menahan rasa sakit itu.
Tak lama Kimmy dipanggil karena ada yang menjenguk nya hari ini, ternyata itu Sam datang untuk menjenguk Kimmy.
"Sam kamu akan mengeluarkan aku dari sini kan secepatnya lihat Sam tangan, kaki dan wajahku memar semua karena napi gila disini terus-menerus menghajar aku" ucap Kimmy memelas pada Sam.
"Semua yang kamu terima saat ini itu semua karena perbuatan dan dosa-dosa kamu Kim, jadi sabarlah menerima semua hukuman ini" jawab Sam.
"Tapi Sam uang dari penjualan rumah orang tua kamu kan masih banyak kamu bisa kan sewakan aku pengacara yang handal agar aku bisa bebas Sam, dan melahirkan anak kita" ucap Kimmy dengan penuh harap.
__ADS_1
"Dengar Kim sudah berapa banyak masalah yang sudah kamu timbulkan dikota ini, aku malu Kim aku mohon kamu berubah dan tebus semua dosa-dosa kamu terhadap Meira dan Melodi minta maaflah sama mereka, agar dosa-dosa kamu bisa diampuni" jawab Sam.
"Jadi kamu kesini cuma untuk menceramahi aku Sam? kalau mau ceramah dimesjid sana jangan dikuping aku sakit aku denger ceramah kamu yang ga guna itu, dan satu lagi Sam kamu itu benar-benar suami tidak berguna tau gak? pergi kamu dan jangan pernah kesini lagi" teriak Kimmy.
Kimmy yang sudah emosi karena Sam menolak untuk menyewa pengacara untuk membebaskan nya segera bangkit dari duduknya dan hendak kembali kedalam sel tapi Sam menghentikan nya.
"Tunggu Kim" ucap Sam.
"Sam apa kamu berubah pikiran dan mau membebaskan aku, hahhahaha aku sudah duga Sam kamu memang sangat mencintai aku kan Sam kamu tidak mungkin membiarkan aku dikurung disini" tanya Kimmy yang mulai merasa ada harapan untuk bebas dari penjara.
"Aku,, aku" ucap Sam.
"Iya Sam kamu akan menyewa pengacara kapan?" tanya Kimmy.
"Kim aku talak kamu, mulai detik ini kamu bukan lagi isteri aku" jawab Sam.
"Aku talak kamu dan aku akan secepatnya mengurus perceraian kita ke pengadilan, aku juga tidak akan pernah menemui kamu lagi dan tolong lupakan janji aku sama kamu kalau aku akan merawat bayi kamu kelak karena aku berubah pikiran Kim" jawab Sam yang langsung pergi meninggalkan Kimmy yang masih berdiri mematung.
Kimmy masih terdiam seribu bahasa melamun dan tak percaya Sam akan benar-benar meninggalkan nya disaat dirinya benar-benar tengah terpuruk.
Kimmy segera kembali ke sel tahanan dengan mengepalkan tangannya dan menahan air matanya yang nyaris turun membasahi pipinya.
"Aku dipenjara dan bayiku terancam jika napi-napi itu kembali memukuli aku dan sekarang Sam datang kesini hanya untuk menceraikan aku ini semuanya gak adil untuk aku sedangkan Meira dan Melodi mereka bahagia disana, aku benci mereka aku benci aku akan hancurkan kehidupan mereka lihat saja aku pasti akan cari cara untuk kabur dari penjara sia* lan ini" ucap Kimmy dalam hatinya.
Siang hari tiba waktunya untuk para napi makan siang bersama setelah mereka beres-beres sel dan juga halaman kantor polisi, menu makan siang dilapas benar-benar hanya alakadarnya saja kadang napi senior yang garang merebut jatah makan siang napi lainnya.
__ADS_1
Kimmy pun duduk sendiri menghindari napi-napi reseh dirinya sudah kelaparan sejak tadi pagi dan mulai menyendok nasi serta tempe miliknya tak lama seorang napi berwajah sangar datang menggebrak meja Kimmy hingga membuat Kimmy tak jadi memakan nasi nya.
Bughttt......
"Heh Lo napi baru yang rese Lo pikir bisa makan dengan enak disini hah? ini jatah gua" ucap napi itu sambil mengambil makanan milik Kimmy.
"Kembalikan" teriak Kimmy sambil berusaha merebut kembali makanan miliknya.
Lalu tak lama tangan Kimmy diplintir dan wajah Kimmy dibuatnya mencium meja lalu napi itu berbisik.
"tenang aja gue sisain buat bayi yang Lo kandung jadi ga perlu Lo teriak-teriak" bisik napi itu kemudian melepaskan plintiran tangannya.
"Tapi itu makanan milikku kembalikan" teriak Kimmy yang terus berusaha merebut nasinya kembali.
"Lo ga bisa dikasih tau baik-baik ya" jawab napi itu dan langsung memukul kepala Kimmy dengan tangannya.
Buggttttttttttt....
Kimmy pun kesakitan dan tidak lagi berontak pasrah ketika napi itu mengambil seluruh nasi dan sayur milik Kimmy kini hanya tinggal satu tempe goreng yang kecil yang disisakan napi itu, Kimmy pun mulai meraih tempe kecil itu dan memakannya sekaligus kini tangisan pun tak dapat dia bendung lagi.
Hikzzzzs...... hikzzzzs.
"Aku bisa mati kalau terus-terusan ada dipenjara sialan ini, ayo Kimmy kamu harus berpikir gimanapun caranya aku harus kabur dari sini kalau perlu aku bakar kantor polisi ini" ucap nya dalam hati.
Sam memutuskan untuk pindah kekota besar dan tetap bekerja dikantor dengan gaji minim dirinya telah bercerai dengan Kimmy secara agama sekarang dan berencana untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik dikota besar, Sam juga tidak berencana untuk merawat bayi Kimmy jika nanti nya Kimmy berhasil melahirkan bayi nya itu.
Sam pun memutuskan untuk menemui Meira dan Melodi untuk berpamitan karena Sam kemungkinan tidak akan menginjakkan kakinya lagi dikota kecil ini meski berat meninggalkan kota sejuta kenangan ini namun dikota ini sudah tidak ada lagi kebahagiaan untuk Sam, apalagi jika Sam harus terus-menerus melihat Meira setiap waktu bersama Dokter Gewa rasanya penyesalan dihati Sam kian bertambah.
__ADS_1