Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Keahlian kedua Meira


__ADS_3

Dokter Alex menampar-nampar pipinya sendiri agar tidak terlena dengan kecantikan Kimmy dan godaan Kimmy, apalagi sekarang Melodi tengah mengandung justru rasa cintanya harus jauh lebih diberikan lagi untuk Melodi.


Setelah meyakinkan pendiriannya Dokter Alex pun bergegas menjemput Melodi yang saat ini tengah menunggunya dikedai bakmi Meira untuk memeriksakan kehamilannya.


Sesampainya dikedai bakmi Dokter Alex segera menghampiri Melodi yang tengah asik mengobrol dengan Meira dan Susan.


"Mel" panggil Dokter Alex.


"Hei kamu udah sampai" ucap Melodi yang langsung bangkit dan memeluk Dokter Alex.


"Maaf ya lama tadi ada sedikit pasien yang memaksa untuk diperiksa oleh ku" jawab Dokter Alex.


"Apa penyakitnya begitu parah Lex sampai dia bersikeras ingin diperiksa oleh Dokter umum terbaik dirumah sakit itu" tanya Melodi meledek Dokter Alex.


"Memangnya aku Dokter sehebat apa yang ada dipikiran kamu Mel?" ucap Dokter Alex.


"Cie cie saling gombal menggombal engga menghargai banget ada jomblo disini yang udah ngiler nih liatin suami isteri maen rayu-rayuan" ucap Susan.


Melodi dan Dokter Alex pun tersenyum mendengar ucapan Susan.


"Apa kalian mau USG sekarang Mel?" tanya Meira.


"Iya Mei aku udah engga sabar soalnya pengen liat" jawab Melodi.


"Yaudah Mei, San kita pamit dulu ya" ucap Dokter Alex.


"Iya hati-hati ya" jawab Meira dan Susan.


Selang beberapa lama tiba-tiba Adeline datang kekedai sambil menangis-nangis.


"Ci Mei" panggil Adeline sambil langsung memeluk Meira.

__ADS_1


"Ada apa Adel, kenapa kamu sampai menangis seperti ini?" tanya Meira.


"Adel kurang apa si Ci Mei, Adel engga pernah nuntut Gio apapun tapi kenapa Ci Mei kenapa Gio kaya gini sama Adel" jawab Adeline sambil terisak tangis.


"Kenapa lagi memangnya si Gio teh Del?" tanya Susan.


Adeline pun duduk dikursi kasir dan menjelaskan segalanya pada Meira dan Susan, setelah Gio menjadi cuek dengannya tak lama Gio memutuskan hubungannya dengan Adeline dengan alasan yang tak masuk akal yakni ingin fokus mengurus pendaftaran kuliahnya.


Mendengar perubahan sikap Gio yang seperti itu Meira jadi takut akan satu hal, bisa saja Gio berselingkuh dengan wanita lain.


"Udah Del kalau nanti kamu berjodoh dengan Gio dia pasti akan dengan sendirinya kembali sama kamu, mungkin belum saatnya sekarang" jawab Meira.


"Iya Del tenang ada Susan juga yang jomblo setelah Susan juga tiba-tiba diputusin sama Mama's ganteng" jawab Susan.


"Nanti ketika Gio kesini aku akan bantu bicara sama Gio ya Del" ucap Meira.


"Makasih ya Ci Mei, Adel tau soalnya Gio itu deket sama Ci Mei dan Gio juga udah anggap Ci Mei kakanya sendiri jadi dia pasti cerita sama Ci Mei nanti" ucap Adeline.


Meira pun buru-buru pergi keklinik tempat suaminya itu bekerja, Meira mengendap-endap layaknya agen FBI difilm detektif menutupi wajahnya dengan satu buah map sambil celingak-celinguk berjalan perlahan menuju ruangan Dokter Gewa seperti halnya difilm warkop.


Telettttt.....telettttt...telett..telettt.teletttt...telettt...telettttt.teleeeelettt.


Sesampainya diruangan Dokter Gewa, Meira mengintip Dokter Gewa dari balik jendela ruangan nya, dilihatnya Dokter Gewa tengah mengobrol dengan salah satu suster yang memberikan data-data pasien yang suda mendaftar untuk diperiksa siang ini.


Meira sampai berjinjit agar bisa melihat situasi didalam, Dokter Gewa yang sadar akan adanya seseorang yang sedang mengintipnya akhirnya meminta suster untuk mengikutinya kedekat pintu.


Kini Meira tak melihat siapapun lagi diruangan itu, Meira pun semakin curiga kemana dan sedang apa suaminya dengan suster itu, lalu Meira mendekatkan kupingnya dipintu ruangan Dokter Gewa agar bisa mendengar sesuatu dari dalam, tiba-tiba.


Cekrekkkkk pintu dibuka oleh Dokter Gewa hingga membuat tubuh Meira merosot dan bersandar pada tubuh Dokter Gewa, Meira pun sangat malu dan tersenyum untuk mengatasi rasa malunya.


"Ok Sus kamu boleh pergi, tolong undur jam pasien pertama sekitar lima belas menit ya" ucap Dokter Gewa.

__ADS_1


"Baik Dok" ucap Suster sambil menertawakan pelan kelakuan Meira.


Dokter Gewa memangku tubuh Meira sampai dinaikkan keatas meja kerjanya.


"Kamu marah?" tanya Meira sambil menundukkan wajahnya.


"Kenapa aku harus marah? justru akhirnya aku tau keahlian kedua kamu selain kamu pintar memasak bakmi" jawab Dokter Gewa sambil menahan senyumnya.


"Apa?" tanya Meira yang masih terus menundukkan wajahnya.


"Menguntit" bisik Dokter Gewa.


"Ishh baiklah aku tidak akan menguntit kamu lagi" ucap Meira.


"Ga apa-apa Mei justru aku senang kamu kesini, kalau perlu selama aku memeriksa pasien kamu duduk disini dimeja ku setiap hari, pasti akan sangat menyenangkan" jawab Dokter Gewa.


"Tau ah kamu malah meledek aku" jawab Meira.


Dokter Gewa pun tersenyum dan mengelus-elus rambut Meira dengan hangatnya.


"Mei kamu boleh memeriksa handphone aku, kamu boleh datang keklinik ini kapan pun, dan kapan pun kamu curiga sama aku kamu boleh menyelidiki nya" ucap Dokter Gewa yang masih mengelus-elus rambut Meira.


"Kenapa kamu engga marah Ge, apa kamu tau aku menguntit kamu untuk apa?" tanya Meira.


"Ya aku tauz kamu menguntit aku karena kamu ingin Mencari Selingkuhan Suami kamu ini kan?" tanya Dokter Gewa.


"Iya aku trauma" jawab Meira.


"Carilah Mei tapi kamu tak akan temukan selingkuhan aku, karena buat aku kamu sudah sangat sangat lebih lebih dari cukup" jawab Dokter Gewa.


Mendengar suaminya bicara begitu Meira pun tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2