
Setelah mendengar Gio bicara akan segera melamar Alexa, Alice benar-benar sangat marah pada Gio karena Alice tau Gio bukan laki-laki yang tepat untuk Alexa yang sedang membutuhkan bimbingan untuk mengarahkan hidupnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
"Alexa!!" panggil Alice yang saat ini masih berhadapan dengan Gio.
Alexa pun bangun dari kursi dan menghampiri Alice.
"Iya kak," kata Alexa.
"Ayo kita tinggalkan kelas ini!" kata Alice dengan masih menatap kesal Gio.
"Iya kak, aku sangat setuju," kata Alexa yang menuruti perintah kakaknya itu.
Alice dan Alexa meninggalkan kelas, Alexa tidak mengetahui apa yang dikatakan Gio pada Alice sehingga Alice bisa semarah itu pada Gio.
"Kita akan kemana? Dan kenapa Kakak marah pada laki-laki aneh itu?" tanya Alexa.
"Kakak mau memberitahu Abian dulu, malam ini kakak akan menginap lagi di rumah Mamah," kata Alice.
"Asik," kata Alexa.
Alice dan Alexa menuju kelas Abian dengan terburu-buru. Sesampainya di kelas terlihat Abian tengah duduk seorang diri membaca sebuah buku disamping kanan-kirinya terlihat mahasiswi-mahasiswi yang sedang menatap wajah tampan Abian.
Alice masuk dan mengambil buku Abian, lalu memegangi kedua pipi Abian.
"Auhh suamiku sayang kamu tampak makin tampan sekali hari ini," kata Alice sambil mengunyeng-ngunyeng pipi Abian.
Abian hanya melirik kekanan-kekiri bingung dengan sikap isterinya yang aneh ini.
"Alice lepas!" kata Abian.
"Apa? Kiss? Tentu saja aku mau," kata Alice yang langsung mencium pipi kiri dan kanan Abian.
Para mahasiswi itu akhirnya tak lagi menatap Abian dan memalingkan muka karena cemburu Alice bisa melakukan semua itu pada laki-laki tampan yang jutek dan irit bicara itu, sementara dibelakang Alice ada Alexa yang menertawakan raut wajah Abian diperlakukan seperti itu oleh kakaknya.
"Bian, malam ini kita menginap lagi di rumah Mamah ku, dan aku akan langsung pulang ke rumah hari ini! Aku juga tidak akan pergi ke resort dulu hari ini! Oke bye," kata Alice yang berbicara secara cepat hingga Abian hanya sempat mengedip-ngedipkan mata saja tanpa menjawab.
Alice buru-buru meninggalkan Abian yang masih bengong dengan tingkah Alice.
"Tunggu! Adik ipar, apa yang terjadi dengan kakak mu?" tanya Abian.
"Sudah turuti saja keinginan kakak ku, jika tak ingin pipi mu jadi bahan adonan kue oleh kakak ku!" kata Alexa yang masih tertawa renyah lalu bergegas menyusul Alice.
Abian yang masih terbayang-bayang dengan sentuhan Alice dipipinnya lalu perlahan mulai tak bisa menahan senyumnya itu.
"Ah isteri ku memang paling romantis, kenapa dia imut sekali si hari ini. Tidak,,, tidak Alice memang setiap detik selalu imut." Kata Abian yang cengengesan sendiri sambil memegangi kedua pipinya.
__ADS_1
Sadar para mahasiswi itu kembali menatap wajahnya, Abian pun kembali fokus membaca buku dan bersikap cuek tanpa menoleh sedikitpun.
Alice dan Alexa sampai di rumah Melodi, disana Melodi tengah menyiapkan beberapa lauk pauk untuk makan malam nanti.
"Mah, Alice pulang," kata Alice.
"Hmm harum, pasti Tante lagi masak nih!" kata Alexa.
"Loh kok jam segini kalian sudah pulang ke rumah?" tanya Melodi.
"Tau tuh, kak Alice," jawab Alexa.
"Ga apa-apa kok Mah, malam ini Alice sama Abian menginap lagi disini ya Mah!" kata Alice.
"Iya, tapi engga biasanya?" tanya Melodi yang sedikit merasa aneh dengan wajah kesal Alice.
"Lexa kamu bilang ingin lancar mengemudikan mobil?" kata Alice.
"Emm, iya," jawab Alexa sambil mengunyah kacang kulit yang tersaji dimeja.
"Belikan Kaka ice cream sana ke minimarket, sekalian agar kamu semakin lancar mengemudikan mobil!" kata Alice.
"Asik, sini kak kuncinya!" kata Alexa yang langsung mengambil kunci mobil milik Alice untuk dibawanya membeli ice cream.
Setelah Alexa pergi ke minimarket Alice baru mau membicarakan permasalahan tadi dengan Melodi.
"Mah, Mamah tau kan Pak Gio?" tanya Alice.
"Iya, tentu saja dia kan termasuk teman dekat Mamah daridulu," kata Melodi.
"Om Om tua itu tergila-gila pada Alexa Mah," kata Alice.
"Apa? Mana mungkin Alice, kamu jangan asal bicara ah," kata Melodi yang tak percaya dengan yang dikatakan Alice.
"Alice serius Mah, tatapan matanya terhadap Alexa seakan-akan ingin menerkam Alexa. Dan lebih parahnya lagi dia bilang akan melamar Alexa besok," kata Alice dengan nada bicara serius.
"Alice, engga mungkin Gio nekat seperti itu pada Alexa, itu paling hanya bercandaan dia saja. Tidak usah kamu pikirkan," kata Melodi yang enggan percaya.
"Ya sudah Mah, kita lihat saja besok karena feeling Alice engga mungkin salah. Laki-laki itu memang kelainan," kesal Alice.
"Kalaupun benar Gio kesini dan akan melamar Alexa, Mamah orang pertama yang akan menentangnya. Sudah kamu jangan khawatir," kata Melodi.
Setelah berbicara dengan Melodi, kekesalan Alice sedikit berkurang. Alice benar-benar tidak ingin Alexa mengalami kehidupan yang sulit lagi. Selama ini Alexa sudah terlalu banyak hidup menderita jadi kali ini Alice lah yang akan menjaganya dan membantunya agar bisa hidup dengan baik.
Keesokan harinya jam setengah enam pagi semua masih terlelap setelah subuh bangun lalu tidur kembali. Tiba-tiba suara petasan beruntun bunyi tak henti-hentinya, ditambah suara reramaian orang-orang nyaring terdengar.
__ADS_1
"Aduh,,, ini berisik banget si. Engga tau apa kalau weekend orang pada tidur sampe siang!" kesal Alexa didalam kamarnya.
Melodi, Alice dan Abian lantas keluar kamarnya, karena penasaran dengan suara ramai-ramai serta bunyi petasan yang sangat nyaring. Sepertinya dari arah depan rumah Melodi.
Betapa kagetnya Melodi, Alice, dan Abian saat membuka pintu rumahnya. Didepan rumah sudah berjajar orang-orang yang membawa berbagai seserahan dilihatnya Gio berdiri paling depan digandeng oleh kedua orangtuanya dan berpakaian sangat rapi.
"Pagi Kak Mel," sapa Gio.
"Iya pagi, ada apa ini ya?" tanya Melodi yang masih speechless dengan orang-orang didepannya.
"Begini Bu Melodi, maksud kedatangan kami disini adalah menemani anak saya Gio untuk melamar anak Bu Melodi yang bernama Alexa," kata bapaknya Gio.
Belum sempat Melodi menjawab apa yang dikatakan oleh bapaknya Gio, dari arah belakang Alexa langsung memotong pembicaraan.
"Engga!" teriak Alexa yang langsung maju menghampiri Gio.
"Alexa, tapi kenapa? Kita itu saling mencintai Alexa," kata Gio.
"Apa Pak Gio bilang? Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima semua ini. Bubar!!!! Bubar!!" teriak Alexa.
"Lexa kamu tenang! Biar kakak dan Mamah yang handle," kata Alice.
"Alexa, jadi kamu menolak lamaran aku?" teriak Gio.
"Begini Gio, saya minta maaf namun Alexa memang untuk saat ini sedang fokus untuk sekolah karena dia masih sangat muda," kata Melodi.
"Iya Pak Gio karena itu kami memohon sekali lagi, untuk Pak Gio membawa kembali rombongan-rombongan ini untuk meninggalkan kediaman kami!" kata Abian.
"Baik, bubar semuanya!" bentak Gio yang terlihat begitu murka dengan penolakan ini.
Alexa, Abian, Alice dan Melodi sampai geleng-geleng kepala Gio sampai nekat seperti ini, bukannya mencari wanita yang mencintainya dengan tulus malah ambisinya yang dituruti.
"Alexa, aku bersumpah kamu dan keluargamu akan menyesal telah menolak lamaranku ini! Camkan itu aku tidak akan tinggal diam." Kata Gio dalam hatinya.
Visual Gio

__ADS_1
SAYA SELAKU PENULIS NOVEL MENCARI SELINGKUHAN SUAMIKU MENGUCAPKAN BANYAK-BANYAK TERIMAKASIH PADA PARA READERS YANG SUDAH MEMBACA NOVEL INI HINGGA TAMAT.