Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Sam tak sadarkan diri


__ADS_3

Sam yang sudah menggebu-gebu merindukan Meira dan ingin segera melepaskan kerinduannya pada Meira memacu motor matic milik Kimmy dengan cepat terlihat jelas Sam sangat optimis untuk bisa kembali bersatu dengan Meira, Sam merasa tak lama lagi hidupnya akan berjaya seperti dulu ketika bersama Meira memiliki tabungan berlimpah, kemana-mana menggunakan mobil dan memiliki rumah yang layak.


Tidak seperti saat ini kemana-mana memakai motor matic jadul milik Kimmy, rumah yang sempit, tabungan sama sekali tidak punya, hidup pas-pasan boro-boro untuk nongkrong direstoran mahal seperti dulu untuk makan saja pas-pasan, dalam benak Sam setelah dia melakukan operasi Sam akan segera menceraikan Kimmy.


"Aku yakin sekali Mei kamu tidak bisa hidup tanpa aku kan, buktinya sekarang kamu ingin menemui aku malam-malam begini, ternyata benar dugaan ku kamu tidak benar-benar mencintai Dokter itu" ucap Sam.


Huhuhu huhuhu.....


Sam berteriak sepanjang jalan merasa kegirangan.


Sementara didalam rumah Meira sudah tak sabar menunggu telepon dari Sam mengatakan bahwa Sam sudah sampai diujung jalan pantai, tempat biasa dulu dia bercinta dengan Kimmy dan membodohi Meira, sambil meneguk segelas kopi hangat diruang televisi Meira tersenyum senang Meira memang sengaja menyuruh Sam menelpon nya bukan mengirim pesan agar tidak ada jejak bahwa Meira lah yang mengajak Sam untuk bertemu, dan benar saja telepon di SIM card rahasia Meira pun berdering..


Kringggggg...


"Hallo Sam, kamu sudah disana?" tanya Meira.


"Iya Mei, aku sudah diujung jalan pantai, disini kebetulan sedang sepi sekali kamu sudah dimana?" jawab Sam.


"Tunggu ya Sam aku sedang menyiapkan mobil untuk segera menemui kamu, kamu jangan telepon lagi ya aku pasti datang kamu sabar kan Sam" ucap Meira.


"Ya aku akan sangat sabar Mei menunggu kedatangan kamu" jawab Sam sambil tersenyum.


Meira pun menutup teleponnya, dan membuang SIM card rahasia itu kedalam kloset.


Malam semakin dingin Sam masih setia menunggu Meira diujung jalan pantai, dia mulai menggigil kedinginan namun keyakinan dan keteguhan hatinya yang membuatnya tetap bertahan menunggu Meira.


Dua jam kemudian Sam mulai mengantuk wajahnya kini membiru akibat dinginnya angin malam, tapi Sam tidak menyerah untuk tetap menunggu Meira.


Sementara itu Meira tengah menonton acara action ditelevisi, kopinya sudah mulai habis dan Meira pun sudah sangat mengantuk, tanpa rasa bersalah sudah membuat Sam menunggunya hingga berjam-jam Meira pun kembali kekamar nya dan tidur sambil memeluk Dokter Gewa.


Sam yang sudah sangat kedinginan dan kepalanya sudah merasa sangat sakit akibat tumor diselaput pembuluh darahnya yang kambuh, sakit kepala yang dirasakan Sam semakin parah hingga membuatnya memegangi kepalanya dan berteriak-teriak

__ADS_1


Aaaaaaa....sakit.... kepalaku sakit sekali.


Tak lama tubuh Sam pun roboh ketanah dan dia pun tak sadarkan diri, diujung jalan pantai sangat sepi sehingga tidak ada orang yang akan lewat bila sudah malam begini.


Beruntung dua orang pemuda yang hendak mabuk-mabukan disitu melihat Sam pingsan dilantai, mereka pun menghampiri Sam dan ternyata Sam cukup terkenal setelah dulu diarak jadi pemuda ini mengenal Sam, mereka pun berusaha menyadarkannya, namun tak ada respon, akhirnya kedua pemuda itu memutuskan untuk membawa Sam pulang kerumahnya.


Sampai didepan rumah kedua pemuda itu langsung menggedor-gedor pintu rumah Kimmy, Kimmy dan Ibunya yang sedang tidur nyenyak akhirnya terbangun dan melihat dari jendela siapa yang malam-malam begini menggedor pintu, betapa kagetnya Kimmy dan Ibunya mendapati Sam yang tak sadarkan diri dibopong oleh kedua pemuda itu, Kimmy pun membukakan pintu rumahnya.


"Ada Apa ini, apa yang terjadi dengan suami saya mas, kenapa dia pingsan begini?" tanya Kimmy.


"Dia ditemukan pingsan diujung jalan pantai, karena kami bangunkan tak kunjung sadar kami bawa kesini" ujar salah satu pemuda.


"Kim sebaiknya kamu segera kerumah Dokter Alex suruh dia periksakan Sam" ucap Ibunya Kimmy.


"Iya Mah, kalau begitu Kimmy pergi kerumah Dokter Alex dulu" jawab Kimmy dengan nada panik.


Sam pun dibopong masuk kedalam kamarnya, kedua pemuda tadi pun pamit pada Ibunya Kimmy untuk mengambil motor Sam yang masih berada disana, sementara Kimmy berjalan dengan terburu-buru menuju rumah Melodi dan Dokter Alex.


Kimmy pun sampai didepan rumah Melodi dan Dokter Alex, Kimmy pun mengetuk pintu.


Tokkkkk tokkk tokkk...


"Dokter Alex, Mba Mel permisi" ucap Kimmy hingga berkali-kali.


Melodi dan Dokter Alex pun bangun dari tidurnya, dan menuju kepintu depan rumah untuk melihat siapa yang tengah malam begini mengganggu tidur nyenyak mereka.


"Kimmy" ucap Melodi.


"Iya Mba Mel, Dokter Alex tolong suami saya pingsan belum sadar-sadar juga" jawab Kimmy.


"Apa Sam pingsan?" tanya Melodi sedikit panik.

__ADS_1


"Tunggu sebentar saya ambil peralatan dulu, Mel kamu tidak usah ikut lebih baik kamu tunggu aku dirumah aja ya!" jawab Dokter Alex.


"Iya Lex, semoga Sam engga kenapa-kenapa" ucap Melodi.


Kimmy dan Dokter Alex pun bergegas menuju rumah Kimmy, diperjalanan sempat-sempatnya Kimmy mengajak ngobrol Dokter Alex.


"Apa semua Dokter kalau baru bangun tidur begini tetap mempesona dan tampan seperti Dokter Alex?" tanya Kimmy.


Dokter Alex pun sedikit tersipu malu mendengar gombalan Kimmy.


"Ah tidak" jawab Dokter Alex menundukkan wajahnya.


"Andaikan setiap malam bisa melihat wajah tampan ini, hidup rasanya akan sangat indah dan menyenangkan bukan begitu Dokter Alex" ucap Kimmy sambil melirik wajah Dokter Alex lalu tersenyum menggoda.


Dokter Alex pun hanya terdiam dan menggaruk kepalanya, Kimmy yang melihat Dokter Alex menggaruk kepalanya tiba-tiba ikut menggaruk kepala Dokter Alex hingga menyentuh tangan Dokter Alex.


Dokter Alex pun segera menurunkan tangannya, namun tangan Kimmy tetap berada di kepala Dokter Alex.


"Biar saya yang garuk ya Dok, apa ini gatal sekali?" tanya Kimmy sambil terus menggaruk-garuk kepala Dokter Alex.


"Tidak usah Kim, sudah tidak gatal kok" jawab Dokter Alex.


"Oh sudah tidak gatal rupanya" ucap Kimmy sembari menurunkan tangannya dari kepala Dokter Alex.


Mereka pun sudah hampir sampai dirumah Kimmy.


"Sayang sekali rumah aku dengan rumah Dokter Alex sangat dekat jadi sudah mau sampai saja, rasanya aku ingin memindahkan rumah aku ketempat yang lebih jauh lagi" ucap Kimmy sembari terus menatap wajah Dokter Alex yang masih menundukkan wajahnya.


Dokter Alex tak menghiraukan gombalan Kimmy, namun tak dipungkiri bahwa kini Dokter Alex merasa malu-malu terus menerus dalam perjalanan kerumah Kimmy dirinya menerima pujian-pujian manis dari Kimmy hingga membuat kedua pipi Dokter Alex memerah.


Kimmy sepertinya sudah lupa bahwa suaminya tengah sekarat saat ini, bukanya jalan cepat malah dia sengaja melambatkan kakinya agar lama sampai kerumah, lalu tiba-tiba kaki Kimmy tersandung.

__ADS_1


Aduhh..... Kimmy pun terjatuh disamping Dokter Alex.


__ADS_2