
"Iya Sam, lebih parahnya lagi Meira hampir saja ditabrak oleh peneror itu," kata Melodi.
"Pa apa dari dulu ibuku seorang yang bukan hanya gila tapi menakutkan?" tanya Alexa.
"Iya Lexa dia sangat berbahaya. Kamu harus bantu jagain Tante Meira dan Tante Melodi mulai sekarang, karena Ibu kamu wanita paling berbahaya dan nekat yang pernah Papa kenal," kata Sam.
Meira, Melodi dan Alexa pun pulang dari rumah Sam, berharap hasil rekaman cctvnya bisa mereka lihat hari ini juga, sementara Abian dan Dokter Gewa selesai memberikan keterangan tambahan pada polisi tentang sosok si peneror yang semalam sempat berkelahi dengan Abian.
Siang harinya Alice dan Abian pergi untuk fitting gaun acara pertunangan mereka yang akan dilaksanakan kurang dari seminggu disebuah butik terbaik di kota ini, aura bahagia jelas terpancar dari Alice dan Abian setelah selesai melakukan fitting Alice dan Abian pun pergi bantu-bantu di resort seperti biasanya.
Alice yang sedang memeriksa beberapa voucher promo yang nantinya akan diadakan oleh resort agar menarik minat pengunjung lebih banyak lagi tiba-tiba dihampiri oleh seseorang wanita berumur sekitar tiga puluh enam tahunan ya dialah Kimmy.
"Permisi nona Alice?" tanya Kimmy itu.
"Iya, saya sendiri. Ada apa ya Bu?" tanya Alice.
"Saya adalah pegawai dari butik yang tadi pagi nona datangi," kata Kimmy itu.
"Oh ya, saya tidak ingat Anda pegawai sana. Ada apa ya sampai kemari?" tanya Alice.
"Begini nona, sepertinya fitting gaun Anda dan pasangan Anda harus kembali dilakukan. Petugas kami melakukan kelalaian ukurannya hilang entah kemana. Bagaimana Anda tidak keberatan?" tanya Kimmy.
"Oh begitu, sebentar aku ajak Abian dulu untuk ikut bersama," kata Alice.
Tanpa rasa curiga Alice dan Abian masuk kedalam mobil bersama Kimmy dan seorang lelaki yang mengemudikan mobilnya lalu Kimmy mengambil sapu tangan dan membius Abian terlebih dahulu. Abian pun seketika tak sadarkan diri membuat Alice ketakutan dan berteriak-riak dari dalam mobil.
"Kamu siapa sebenarnya?? Tolongg!!!!!!Tolonggg!!!" teriak Alice.
Alice terus melawan ketika hendak dibius karena kesal Kimmy pun memukul kepala Alice hingga membentur body samping mobil dan membuat Alice akhirnya tak sadarkan diri.
Kimmy pun tersenyum puas melihat anak-anak dari orang-orang yang paling ia benci berhasil dibawanya ke sebuah gedung tua bekas pabrik penampungan teh yang sudah lama tak terpakai. Di sana juga sudah banyak jerigen-jerigen minyak tanah yang sudah dipersiapkan oleh Kimmy.
__ADS_1
Sore harinya Sam sudah menerima rekaman cctv dari pihak rumah sakit, tak langsung membukanya Sam lebih memilih segera menelpon Meira agar berkumpul di rumah Melodi untuk bersama-sama melihat siapa yang sudah menjemput Kimmy, karena sudah dapat dipastikan bahwa orang inilah yang menjadi peneror Meira.
Dengan sigap Meira dan Dokter Gewa menuju ke rumah Melodi, disana Sam, Melodi dan Alexa sudah menunggu untuk segera membuka rekaman cctv dari pihak rumah sakit jiwa.
"Sam apa kamu yakin kita akan bisa mengetahui dengan jelas sosok laki-laki yang membawa Kimmy?" tanya Meira.
"Aku yakin Mei, cctv di rumah sakit jiwa di kota besar sudah canggih pasti kita akan dengan mudah mengenalinya," kata Sam.
"Ya sudah Pak Sam kita lihat saja sekarang!" kata Dokter Gewa.
Sam pun mulai memutar rekaman cctv itu dengan seksama mereka semua memperhatikan rekaman tersebut dan benar saja laki-laki itu terlihat dibagian administrasi dan tertangkap kamera dengan jelas hingga Sam dan Meira mengenalinya.
"Arka?" kata Meira.
"Iya ini Arka, aku pernah bertemu dengannya sekali ketika dia menanyakan kabar Kimmy dulu sekali ketika dia masih bekerja dikantor yang sama denganku," kata Sam.
"Kamu kenal Mah?" tanya Dokter Gewa.
"Ini orang suruhan aku ketika dulu aku harus mengawasi Kimmy Pah. Tapi kenapa bisa Arka seakrab itu dengan Kimmy?" heran Meira.
"Iya Mel, kamu benar," Kat Meira.
"Apapun motifnya laki-laki ini meneror kita ini pasti karena dia disuruh oleh Kimmy. Sebaiknya kita cepat serahkan rekaman ini pada polisi agar polisi bisa segera memburu laki-laki ini dan juga Kimmy!" kata Dokter Gewa.
Sam, Dokter Gewa, Melodi, Meira dan Alexa pun segera bersiap untuk berangkat bersama ke kantor polisi tapi tiba-tiba handphone Meira berdering.
📞"Hallo," ucap Meira.
"Hallo wanita tua yang bodoh," kata Kimmy.
"Kamu.... ?" tanya Meira.
__ADS_1
"Suttt, sebaiknya kamu dan Melodi datang berdua kesini untuk menyelamatkan anak kalian tercinta ini dan jangan coba-coba melapor pada polisi atau aku akan membakar gedung ini sekarang juga," ancam Kimmy.
"Aku tidak percaya sama kamu Kimmy," kesal Meira.
Kimmy pun mengirimkan foto Abian dan Alice tengah diikat dan dilakban mulutnya membuat hati Meira terasa teriris dan panik. Alexa yang mendengar percakapan Meira dan Kimmy terus menguping pembicaraan antara keduanya ditelepon.
"Sebaiknya kamu datang bersama sahabat kamu Melodi itu, kalianlah yang bersalah terhadap aku, kalian yang menghancurkan hidupku. Jangan sampai anak-anak kalian yang menanggung deritanya," kata Kimmy.
"Ba-baik aku dan Melodi akan kesana, tapi tolong jangan sentuh anak-anak mereka tidak bersalah apapun sama kamu Kim," lirih Meira.
Dokter Gewa dan Sam sudah berada didalam mobil sementara Meira, Melodi dan Alexa yang sejak tadi menguping pembicaraan Meira ditelepon belum naik ke mobil.
"Pah kamu duluan berangkat ke kantor polisi ya, aku dan Melodi nanti menyusul," kata Meira.
"Loh kamu kenapa Mah?" tanya Dokter Gewa.
"Aku sakit perut sekali Pah, aku harus ke toilet dulu, biar Melodi yang menemani aku disini," kata Meira.
"Ya sudah, kamu cepat menyusul kesana ya Mah!" kata Dokter Gewa.
Dokter Gewa dan Sam segera menuju ke kantor polisi sedangkan Melodi masih bingung kenapa Meira menyuruhnya untuk menemani ke toilet.
"Mei, kamu sakit perut kenapa si? Kita harus cepat ke kantor polisi!" kata Melodi.
Meira pun menunjukkan foto yang dikirimkan oleh Kimmy.
"Kita harus pergi berdua Mel, kalau tidak wanita gila itu akan membakar hidup-hidup anak-anak kita," sedih Meira.
"Kurang ajar! Alice, Abian bagaiman bisa mereka disana Mei? Wanita gila si*alan.Wanita itu ga waras dia ga punya akal sehat lagi Mei," panik Melodi.
"Aku sudah tidak tau lagi Mel dia hanya memberi waktu kita dua puluh menit agar kita cepat kesana, ini wanita gila itu sudah sharelok, kira disuruh pergi ke gudang bekas pabrik teh yang di sana!" kata Meira.
__ADS_1
"Ayo Mei kita kesana, aku engga mau anak-anak kita kenapa-kenapa," tangis Melodi seketika pecah.
Alexa yang sudah mengetahui lokasi Ibunya itu bingung apa harus lapor polisi? Tapi Alexa takut Ibunya yang gila itu akan langsung membakar gedung tua itu jika sirine polisi terdengar. Alexa pun berpikir harus pergi kesana menyelamatkan Alice dan Abian.