
Kimmy dan Sam hanya menundukkan kepalanya, Meira yang sudah tersulut amarah nya kini kian memuncak, Meira mendekati wajah Sam lalu menjambak rambut Sam yang sudah basah akibat siraman air Adeline.
"Aaaaaaaaaaa Mei lepas Mei" teriak Sam.
Tak lama Kimmy menarik tangannya Meira agar melepaskan tangannya dari rambut Sam, Meira pun berhasil dikalahkan Kimmy dan membuatnya melepaskan rambut Sam.
"Kamu Kimmy, saya akan kasih pelajaran untuk kamu sampai kamu gak akan pernah lupa seumur hidup kamu" ancam Meira dengan mata melotot.
"Arak aja mereka keliling kota kecil ini" sorak Neneng dan Adeline serta Melodi.
"Sudah-sudah, sebaiknya kita biarkan dulu Pak Sam dan dek Kimmy ini untuk memakai pakaian mereka baru kita adakan sidang untuk keduanya" ucap Pak RT.
"Ih Pak RT si ku naon kitu si Kimmy sama Pak Sam suruh pake baju, atuh kan mereka berdua itu engga punya malu kalau pun sekarang teh suruh telanjang keliling kota ini teh mereka mah ga bakalan malu atuh, udah biarin aja kaya gitu" celetuk Neneng.
"Udah lah Neng, biarkan mereka memakai pakaian, setidaknya aku tidak akan terlalu jijik" ucap Meira.
Melodi pun memeluk Meira yang sudah mulai meneteskan air matanya, Meira tak habis pikir Sam tega berselingkuh didalam rumahnya sendiri dan melakukan hubungan terlarang mereka dikamar yang selama ini dipakai Sam dan Meira untuk tidur dan memadu kasih, terlebih kamar ini pun yang dipakai Meira untuk sembahyang kepada sang khalik setiap harinya, dan dengan tanpa rasa malu mereka, kamar ini dipakai untuk berzina.
Setelah menunggu beberapa saat diruang tamu, satu persatu warga yang mendengar akan adanya keramaian dirumah Meira, mulai berdatangan karena rasa penasaran mereka, dan mulai saling bergosip membicarakan Kimmy dan Sam, semua orang merasa kasihan dengan Meira dan mengutuk perbuatan terlarang Sam dan Kimmy.
Saat ini bahkan dijalanan depan rumah Meira warga-warga sudah banyak berkerumun tak sabar ingin melihat wajah dua orang si pembuat mesum itu keluar dari kamar, ada yang mulai merekam menggunakan kamera ponselnya, ada yang meneriaki Sam dan Kimmy supaya digunduli saja rambutnya, sangat ramai situasi malam ini.
Tak lama Sam dan Kimmy keluar dari kamar dan sudah berpakaian, Pak RT dan Pak RW sudah mempersiapkan kursi didepan rumah Meira untuk melakukan sidang terhadap mereka berdua disaksikan oleh seluruh warga yang sudah ramai memadati area rumah Meira.
Gunduli saja mereka berdua.....
Usir dari kota kecil ini...
Arak keliling kota kecil ini..
__ADS_1
Biadab gak pantas ditiru guru dan murid ga waras....
Kecil-kecil udah jadi pelakor...
Rasanya pengen jambak aja tuh rambut si pelakor sampe kelepas dari kepalanya..
Pengen gaplok pipi nya...
Cakep-cakep tapi perusak rumah tangga orang.
Teriakan demi teriakan terus terlontar dari mulut warga-warga disini, Sam dan Kimmy pun duduk dikursi dijalanan depan rumah Meira dengan terus menundukkan wajahnya bahkan Sam terlihat meneteskan air matanya, sedangkan Kimmy sudah mulai berani mengangkat kepalanya, mendengar semua teriakan dari warga membuat Kimmy emosi dan mulai bicara dengan nada tinggi.
"Apa kalian semua yang ada disini sudah gila?" teriak Kimmy.
Sontak teriakan Kimmy membuat warga terdiam sejenak dan mendengarkan nya.
"Dengar, aku dan Sam bukan pelaku kriminal kami saling mencintai bahkan sejak dua tahun lalu, jadi ini memang takdir untuk kami berdua" teriak Kimmy.
"Tenang semuanya tenang, Bu Meira apa bisa duduk disini bersama saya didepan Pak Sam dan Kimmy sekarang?" tanya Pak RT.
"Ya bisa Pak" Meira pun duduk didepan Sam dan Kimmy.
"Pak Sam saya selaku ketua RT disini sangat menyayangkan perbuatan tidak baik ini terjadi, tentunya saya dan warga disini akan memberikan keadilan atas perbuatan tidak terpuji Pak Sam ini" ucap Pak RT.
Usirr usirrr pelaku pembuat zina....
Warga kembali berteriak.
"Harap tenang dulu semuanya" ucap Pak RW.
__ADS_1
Sam pun menangis tersedu-sedu dan menatap wajah Meira, seolah-olah meminta belas kasihan dari Meira.
"Saya minta maaf Pak RT saya sangat menyesal atas perbuatan saya, Mei aku harap kamu mau memberikan kesempatan lagi untuk aku Mei aku janji tidak akan pernah mengulangi perbuatan bejad aku ini" ucap Sam sambil terus meneteskan air matanya.
"Gimana Bu Meira, apa ada yang mau disampaikan dari Bu Meira sendiri?" tanya Pak RT.
"Sam, aku akan segera memasukan gugatan perceraian kita ke pengadilan, aku sudah jijik dan muak melihat wajah kamu ini, aku akan ambil mobil milik aku dan usir kamu dari rumah ini, kamu harus ingat Sam semua aset ini atas nama ku dan sebagian besar dibeli oleh uangku, akan aku pastikan kamu gak akan pernah mendapatkan sepeserpun dari aset yang kita miliki saat ini, dan untuk kamu Kimmy saya bersumpah akan membuat kamu ditendang dari sekolah bahkan tidak akan ada sekolahan lain dikota kecil ini yang akan menerima kamu!" ucap Meira dengan wajah penuh kebencian.
"Kenapa kamu semarah ini Ci Mei? aku tidak akan pernah biarkan kamu menghancurkan masa depan aku apalagi mengusik tentang sekolahku" jawab Kimmy.
Huhhhhhhhhhhhh
Warga kembali meneriaki Kimmy yang benar-benar tidak punya malu itu.
Meira pun maju kedekat wajah Kimmy, kemudian.
Prakkkkkkkkk.......
Tangan kanan Meira menampar pipi Kimmy hingga menimbulkan kemerahan, tak terima dengan tamparan dari Meira, Kimmy langsung bangkit dari duduknya.
"Kamu yang bodoh kenapa aku yang disalahkan?" teriak Kimmy.
"Hehh Kimmy eling atuh kamu teh sudah tidak waras kali ya otak kamu itu udah ketutupan botol nya Pak Sam kali ya, ehh maksudnya ketutupan botol sampah? ngapain kamu teh segala ngatain Ci Mei bodoh" tanya Neneng.
"Sejak kapan korban jadi tersangka? kalian yang berbuat dosa kalian berdua yang berbuat salah kenapa aku yang kamu katakan bodoh hah?" teriak Meira.
"Apa namanya kalau bukan bodoh, wanita yang tidak bisa menjaga suaminya sendiri, wanita yang tidak bisa membuat suaminya betah disisinya apa namanya kalau bukan bodoh?" ucap Kimmy.
"Kimmy stop, hentikan" ucap Sam.
__ADS_1
"Kamu membela isteri kamu ini Sam, dia yang sudah mempermalukan kita sekarang Sam, kamu lihat semua warga berbuat seenaknya sama kita itu semua karena ulah isteri bodoh kamu ini" teriak Kimmy.
Mendengar hal itu Meira dan warga beramai-ramai ingin mencakar wajah Kimmy, situasi sudah mulai tak terkendali, Pak RT dan Pak RW berusaha menenangkan suasana dan melindungi Kimmy dari amukan Meira dan warga-warga yang sudah bergerak maju ingin mencakar wajah tidak tahu malu Kimmy.