Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Melepas rindu


__ADS_3

Keesokan harinya Meira buru-buru menutup kedai bakmi miliknya agar tak kesorean dan Melodi tidak keburu pergi dari kliniknya, segera Meira pergi menuju ke klinik tempat Melodi bekerja menggunakan sepeda motornya.


Saat tengah dalam perjalanan keklinik, Meira melihat Sam memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, Meira pun dilema harus langsung ke klinik tempat Melodi bekerja ataukah memperhatikan gerak gerik Sam dulu.


Akhirnya Meira pun memarkirkan motornya tidak jauh dari mobil Sam, rupanya Sam menuju ketoko bunga disana Sam sedang memilih-milih bunga mawar merah, Meira berpikir pasti bunga itu untuk Melodi karena mereka akan bertemu hari ini.


Sam pun masuk ke mobilnya dan meninggalkan toko bunga tersebut, Meira pun mengikuti Sam dengan menjaga jaraknya untuk tidak terlalu dekat, namun tak disangka Sam menuju jalan kerumah mereka.


Meira bingung lalu siapa yang janjian dengan Melodi, kalau Sam ternyata pulang kerumah. Apakah bukan Melodi selingkuhan Sam? Meira semakin kebingungan.


Sam masuk kedalam rumah dengan membawa buket bunga mawar merah yang merekah nan indah, disusul Meira yang masuk kedalam rumah.


"Sam" Meira memanggil Sam.


"Mei kamu darimana? aku pikir kamu dikamar" jawab Sam.


"Aku tadi kemini market untuk beli sesuatu" jawab Meira gugup.


"Oh, ini Mei" ucap Sam sambil memberikan buket bunga mawar merah itu.


"Ini untuk aku Sam?" tanya Meira denan wajah yang tampak memerah karena sudah lama sekali Sam tak pernah memberinya bunga.


"Iya, mungkin itu hanya sebuket bunga tapi aku berharap itu bisa membuat kamu bahagia Mei" ucap Sam.


Meira pun bingung harus senang atau sedih, Sam memang seperti sudah berubah tapi entah kenapa Meira masih ragu akan semua itu, Sam bahkan sudah tidak pernah lagi pergi kekota ataupun pergi keluar seusai mengajar disekolah dan ketika weekend pun Sam menghabiskan waktunya dengan Meira.


Sabtu pagi Sam yang sedang libur membantu Meira dikedai nya dengan penuh senyuman, Sam merapihkan kedai, menata kursi dan meja segalanya dilakukan Sam agar Meira senang.


"Cie cie Ci Mei, sekarang Pak Sam nempel terus ya sama Ci Mei bahkan hari libur begini juga giat banget bantuin Ci Mei dikedai" goda Susan.

__ADS_1


"Iya San, memang sekarang Sam sudah tidak pernah lagi kemana-mana" jawab Meira tersenyum.


Siang hari pelanggan berdatangan untuk makan siang dikedai bakmi Ci Mei, Melodi pun datang kekedai dengan wajah cemberut.


"Mba Mel itu mukanya kenapa asem banget kaya ketek Susan" ledek Susan.


"Semua cowok tuh emang brengsek ya San" jawab Melodi kesal.


"Kamu kenapa Mel bicara begitu" tanya Meira.


"Mei, kamu tau engga kemarin pulang kerja aku nungguin dia tapi dia engga dateng, alasannya mantannya bikin masalah lagi kan kesel banget" jawab Melodi.


Mendengar Melodi kesal seperti itu karena gebetan yang dia maksud Sam bukan? jelaslah dia tidak datang karena Sam lebih memilih bersama aku kemarin, dalam hati Meira.


"Mungkin kamu cuma dijadikan pelampiasan saja Mel" ucap Meira.


"Astaga Mei, kamu jahat banget ngomong kaya gitu sama aku" jawab Melodi.


"Hanya bercanda Mel" jawab Meira karena belum saatnya dia meledakan emosinya sekarang.


"Sumpah ya kalau aku nanti ketemu sama mantannya itu aku bakal cakar-cakar mukanya terus aku jambak rambutnya terus abis itu aku lempar ke tengah pantai" ucap Melodi dengan kesalnya.


"Bisa jadi mantannya yang akan lakukan hal itu sama kamu Mel" jawab Meira.


Mendengar jawaban Meira Melodi dan Susan keheranan kenapa daritadi Meira terkesan sangat kejam dengan Melodi.


"Mei kok kamu malah belain orang lain si, bukanya hibur sahabat terbaik kamu ini malah tambah bikin down aja" celetuk Melodi.


"Ah iya Mel, maaf ya mungkin aku hanya sedikit kurang paham dengan cerita kamu" jawab Meira.

__ADS_1


"Heumm iya ya sudah mungkin emang nasib aku masih belum baik" ucap Melodi.


Setelah selesai menyantap bakmi Melodi dan pelanggan lain perlahan pergi meninggalkan kedai bakmi.


Sam yang sudah selesai merapihkan mangkuk-mangkuk dan gelas-gelas bekas pelanggan, mendadak handphone nya berbunyi pertanda pesan masuk dari Kepala Sekolah.


"Mei Kepala Sekolah kirim pesan ke aku, untuk mengecek buku yang barusan dikirim dari pusat perpustakaan, apa boleh aku pergi? tapi kalau kamu merasa curiga aku gak akan pergi" ucap Sam sambil menunjukan pesan itu.


Meira yang melihat pesan itu langsung percaya tanpa rasa curiga karena benar dari Kepala Sekolah.


"Iya Sam aku percaya kok" ucap Meira.


Sam pun segera pergi meninggalkan bakmi, ternyata bukan kesekolah melainkan menemui Wanita itu, Sam dan Wanita itu memang membuat nomor dengan menggunakan foto Kepala Sekolah agar Meira tidak curiga.


Sam melaju dengan kecepatan tinggi seperti harimau yang melihat mangsanya dan tak sabar untuk segera menerkam mangsa yang lezat itu, seperti biasa Sam berhenti disalah satu mini market dan sosok Wanita memakai topi pun muncul lalu masuk kedalam mobil.


Mereka pergi tidak jauh dari situ, rupanya Sam menyewa sebuah kontrakan sepi penduduk tidak begitu jauh dari tempat Meira, dia dan Wanita itu masuk kedalam.


Sam yang sudah sangat merindukan Wanita ini benar-benar sudah tidak bisa menahan hasr*t mendalamnya segera setalah mengunci pintu Sam memangku tubuh sexy Wanita itu lalu menidurkannya dikasur.


Dengan brutalnya Sam ******* bibir Wanita itu dan meremas buah kembarnya begitu kasar, dengan terus ******* bibir Wanita itu Sam melucuti pakaian Wanita itu hingga tak tersisa satu helai benang pun yang menutupinya.


Terdengar lenguhan demi lenguhan dari mulut Wanita itu, menandakan dia sangat menikmatinya seolah Sam adalah laki-laki terhebat dalam hidup Wanita itu.


Sesekali Sam menggigit kecil buah kembar Wanita itu, membuat Wanita itu mencengkram kuat sprei dikasur itu, dengan hasr*t yang sudah memuncak Sam langsung melakukannya tanpa ampun, hingga Wanita itu hanyut dengan kepasrahannya dia benar-benar dibuat melayang oleh gerakan-gerakan Sam yang brutal.


Sam dan Wanita itu terus bergulat diatas kasur dengan sangat lama sudah hampir satu jam Sam belum juga menyudahinya, membuat Sam dan Wanita itu dipenuhi keringat disekujur tubuh mereka.


Sprei yang sudah tidak beraturan akibat pergulatan Sam dan Wanita itu serta ranjang yang bergoyang seolah pertanda kedahsyatan Sam diatas kasur terhadap Wanita itu, keduanya melepas rindu yang berhari-hari mereka tahan akibat menjaga agar Meira tidak curiga lagi.

__ADS_1


Setelah puas Sam mengakhiri pergulatan diatas kasur itu dengan wajah yang sudah penuh dengan keringat Sam terlihat sangat puas oleh permainan ranjang Wanita itu.


__ADS_2