Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Sam dan Kimmy tidak diusir


__ADS_3

Sam pun ikut berlutut dihadapan Meira dan Pak RT, sedangkan Kimmy masih enggan untuk berlutut dia masih tetap berdiri kokoh tanpa rasa penyesalan sedikit pun.


"Meira aku mohon sama kamu Mei, kita dulu sudah pernah berjanji untuk menghabiskan masa tua kita dikota ini, aku tau aku bajing*n Mei tapi setidaknya kita pernah saling mencintai Mei, aku mohon aku ingin tetap tinggal disini" ucap Sam.


"Kimmy sedang apa kamu masih berdiri, cepat berlutut lah Nak, minta maaf pada Meira katakan kamu sangat menyesal!" ucap Ibu Kimmy dengan bercampur suara tangisannya.


"Aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu Mah" jawab Kimmy.


Seketika Ibu Kimmy bangkit dari berlututnya dan mendorong tubuh Kimmy hingga jatuh berlutut dihadapan Meira dan Pak RT.


"Mah sakit" ucap Kimmy.


"Dengarkan aku sekali ini saja Kim, ikuti permintaan Ibu mu yang sudah hampir mati ini" teriak Ibunya Kimmy.


Kimmy pun akhirnya menurut dan tetap berlutut dihadapan Meira namun dengan memalingkan wajahnya, seolah dia jijik untuk melihat Meira.


"Kamu beruntung mempunyai Ibu seperti Ibu kamu ini Kim, kalau aku jadi Ibu mu aku sendiri yang akan mengusir mu dari kota ini" ucap Meira.


"Aku tidak butuh belas kasihan darimu Meira" jawab Kimmy.


"Bu Mei, Pak Sam dan Kimmy memang sangat sangatlah bersalah, tapi saya rasa saya benar-benar tidak tega jika harus membiarkan Ibunya Kimmy hidup sendirian dimasa tuanya" ucap Pak RT.


"Ya, saya juga mengerti itu Pak, jadi biarkan saja mereka berdua tetap tinggal disini" jawab Meira.


"Terimakasih Mei, terimakasih banyak" ucap Sam sambil menitihkan air matanya.


"Meira terimakasih sudah bermurah hati mengabulkan permintaan wanita tua ini" ucap Ibunya Kimmy


"Baiklah, saya rasa sangsi sosial sudah cukup untuk memberikan efek jera pada mereka, bagaimana para warga setuju semuanya?" tanya Pak RT.


Huhhhhhhhhhhhh... warga bersorak tanda tak setuju.


"Pak Sam dan Kimmy mari ikut kerumah saya, besok pagi kalian akan tetap kami arak namun beruntung karena kemurahan hati dari Bu Meira kalian masih boleh tinggal dikota ini" ucap Pak RT.

__ADS_1


Warga pun satu persatu meninggalkan rumah Meira, begitu juga dengan Sam, Kimmy dan Ibunya yang malam ini akan dibawa kerumah Pak RT.


Pagi harinya Kimmy dan Sam diarak oleh beberapa warga, sedangkan warga lainya berkumpul dipinggir jalan untuk menonton begitu juga Meira dan Melodi, wajah Sam terlihat sangat malu dan penuh penyesalan sangat berbanding terbalik dengan Kimmy yang masih tersenyum melihat kerumunan warga yang tengah berkumpul menontonnya.


"Lihat itu Mei bisa-bisanya si Kimmy masih tersenyum emangnya dia pikir dia itu model atau artis apa yang lagi didatangi penggemar" celetuk Melodi.


"Aku juga sudah muak sebenarnya melihat wajahnya bahkan tak sekalipun kata maaf keluar dari mulutnya" ucap Meira.


Kimmy dan Sam pun mulai berjalan diarak keliling daerah sini dengan memakai papan nama " saya pelaku perzinahan" Sam hanya mampu menundukkan kepalanya sedangkan Kimmy melirik dengan senyuman anehnya kepada Meira dan Melodi, Melodi yang geram dengan tingkah Kimmy akhirnya mendekati nya.


"Dasar cewek sinting ngapain kamu ngelirik kita, lihat diri kamu ini Kimmy sudah sangat menyedihkan bisa-bisanya kamu tersenyum" ucap Melodi.


"Kamu bukannya sebentar lagi akan menikah? lebih baik kamu khawatirkan saja pernikahan kamu kelak bukan gak mungkin kamu mengalami nasib yang sama seperti sahabat kamu itu" jawab Kimmy.


"Kurang ajar" Melodi geram dan hampir menampar wajah Kimmy.


"Sudah Mel aku meminta maaf atas nama Kimmy" ucap Sam.


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan nya dengan diarak oleh warga menyusuri jalanan kota kecil ini.


"Rasakan itu pelakor" ucap Ibu-ibu penjual ikan.


Kimmy dan Sam sama sekali tak menggubris dan terus berjalan kedepan, merekapun melewati pedagang-pedagang sayur dipinggir jalan pasar, ibu pedagang sayur yang melihat wanita pelakor itu lewat langsung melemparkan sayuran busuk kewajah Kimmy.


"Sayuran busuk ini sama busuknya seperti hati kamu pelakor" ucap Ibu penjual sayur.


Kimmy dan Sam tetap diam tanpa menoleh sedikitpun kearah kiri atau kanan mereka terus berjalan kedepan, Sam yang sudah sangat sedih akibat sangsi sosial yang kini dia terima membuatnya saat ini menangis tersedu-sedu.


"Sam kenapa kamu menangis?" tanya Kimmy.


Mendengar pertanyaan Kimmy, Sam pun berhenti berjalan.


"Kamu tanya kenapa? kenapa kamu bilang? Kim kamu sadar kita sedang diarak keliling jalanan, kamu lihat semua warga melempari kita dan aku kehilangan semuanya sekarang kamu masih tanya kenapa sekarang aku menangis?" jawab Sam.

__ADS_1


"Sam ayolah menangis tidak ada gunanya, dan saat ini anggaplah kamu sedang berjalan-jalan santai sembari berkencan dengan aku, bukankah kamu sangat menyukainya ketika bersama aku?" ucap Kimmy sambil tertawa renyah.


"Kamu sudah hilang akal Kim" ucap Sam yang kembali berjalan.


Setelah selesai diarak oleh warga, Sam pergi kerumah Meira sedangkan Kimmy dibawa pulang oleh Ibunya, tiba dirumah Meira kedai bakmi tidak buka dan Meira terlihat keluar dari rumah dan memakai pakaian bagus, serta memakai riasan tipis diwajahnya membuat Meira kelihatan muda kembali.


"Mei, kamu mau kemana?" tanya Sam.


Belum sempat Meira menjawab sebuah mobil parkir didepan rumah Meira, dan turunlah Dokter Gewa dari mobilnya.


"Kamu sudah siap Mei?" sapa Dokter Gewa.


"Ya aku sudah selesai berdandan" jawab Meira dengan tersenyum.


"Kalian, apa yang kamu lakukan dengan laki-laki ini Meira kita bahkan belum bercerai" ucap Sam.


"Dokter Gewa akan mengantar aku ke pengadilan untuk memasukan gugatan perceraian kita Sam, apa itu salah?" tanya Meira.


"Bohong kamu Mei, kalau sekedar kepengadilan kamu tidak akan memakai baju sebagus itu" jawab Sam.


"Ahh kamu pintar sekali Sam, tebakan kamu jitu sekali aku memang akan sekalian makan siang dan pergi jalan-jalan dengan Dokter Gewa" jawab Meira.


"Engga, kamu gak boleh pergi dengan laki-laki lain Mei aku suami kamu" jawab Sam yang menghampiri Meira dan menarik tangan Meira.


"Sam lepas apa-apaan kamu" ucap Meira yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Sam.


Tak terima Meira ditarik-tarik oleh Sam, Dokter Gewa pun meninju pipi sebelah kanan Sam, hingga membuat Sam melepaskan cengkraman nya.


Bughtttttttt...


"Saya tidak akan biarkan laki-laki seperti kamu menyakiti Meira lagi" ucap Dokter Gewa.


Dokter Gewa pun memegang tangan Meira untuk masuk kemobilnya, sementara Sam hanya berdiam diri tanpa melawan lagi, tak berapa lama Sam melihat pakaian-pakaiannya berada didekat tempat sampah depan rumahnya dan diberi tulisan

__ADS_1


" kamu sudah tidak bisa lagi tinggal disini".


"Meira kamu tega sama aku Mei, aku masih suami kamu Mei kenapa kamu mempermalukan aku dan mengusir aku dari rumah kita Mei" ucap Sam berteriak kencang, Sam masih meratapi nasibnya dibalik pintu rumahnya yang saat ini dikunci oleh Meira tiba-tiba Kimmy datang.


__ADS_2