Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Terror dikeluarga Meira


__ADS_3

Di kediaman Meira, Dokter Gewa, Abian dan Meira tengah mengobrol bersama di ruang televisi untuk membicarakan tentang pernikahan Abian yang nanti malam akan dibahas dengan Melodi.


"Pah, apa sebaiknya kita undur saja ya pernikahan Abian dengan Alice sampai mereka lulus kuliah?" tanya Meira.


Mendengar Mamanya hendak mengundur pernikahan dirinya dengan Alice membuat Abian cemberut.


"Iya Ma, terus terang akhir-akhir ini Melodi dan Alice melewati masa-masa tersulit mereka apa tidak apa-apa kalau kita tetap pernikahan dilakukan sekarang ini," kata Dokter Gewa.


"Gimana Abian? Kamu setuju untuk undur pernikahan kamu?" tanya Meira.


Uhukkkk,,,, uhukkkkk, Abian batuk.


"Em, Ma Abian si setuju saja tapi lebih baik disaat seperti ini Alice memiliki seseorang untuk menguatkannya Ma. Lagi pula lebih cepat lebih baik," bisik Abian.


"Bian, Bian itu si namanya kamu tidak setuju. To the point saja si dasar anak ini terlalu gengsi dia Ma padahal udah engga sabaran untuk menikah dengan Alice," kata Dokter Gewa.


"Iya Pa sepertinya begitu orang sudah beberapa hari ini Alice tidak datang ke resort,,, pulang-pulang Abian selalu memasang wajah cemberut karena engga bisa ketemu Alice," ledek Meira.


"Ma, siapa yang cemberut lagi pula Abian tidak berharap Alice datang ke resort," kata Abian dengan gengsinya.


"Ya sudah kalau gitu kita undur saja ya Ma," ledek Dokter Gewa.


"Pa!!!?" teriak Abian yang langsung menutupi wajahnya dengan bantal.


"Iya Bian kita tidak undur pernikahan kalian, tapi nanti siang temani Mama ke minimarket ya nak!" kata Meira.


"Biasanya kamu pergi bersama Alice dan Melodi kan Ma?" tanya Dokter Gewa.


"Iya Pa, tapi kan Melodi dan Alice sekarang sibuk menghibur Alexa, Mama engga enak mau minta anter juga," kata Meira.


Pranggggggggggg............


Terdengar suara kaca pecah dari luar rumah Meira.


"Pa, suara kaca pecah," kaget Meira.

__ADS_1


Segera Meira, Abian dan Dokter Gewa menuju ke depan rumah mereka untuk melihat apa yang terjadi. Kaca rumah aman tidak ada pecah lalu Dokter Gewa memeriksa mobil miliknya dan benar saja kaca mobil bagian samping depan sudah pecah berserakan.


"Mobil Papa, Ma pecah sampai begini," kata Dokter Gewa.


Meira dan Abian sontak langsung melihat kerusakan kaca dan menengok kesana-kemari siapa yang sudah memecahkan kaca mobil Dokter Gewa, tak lama Dokter Gewa melihat ada kertas putih bulat sepertinya itu yang dilemparkan si pelaku bersamaan batu yang membuat kaca mobil pecah.


"Surat Pa?" kata Meira dengan heran.


"Iya Ma, Papa baca dulu," kata Dokter Gewa.


(Aku akan hancurkan kamu dan Meira) isi pesan singkat yang ditulis dengan darah segar itu.


"Apa-apaan ini? Aku yakin Ma ini terror serius kita harus secepatnya lapor ke kantor polisi," kata Dokter Gewa.


"Pa, mungkin saja ini cuma orang iseng. Sudahlah kita coba diamkan dulu," kata Meira.


"Ma, Mama kok engga ada takut-takutnya si Ma ini bahaya loh," kata Abian.


"Untuk apa Mama takut toh Mama selalu dijaga oleh dua orang bodyguard Mama yang paling handal dan ganteng-ganteng ini," ledek Meira.


"Kamu tuh Ma, masih sempat becanda aja," kata Dokter Gewa.


Siang harinya Meira bersama Abian pergi bersama menuju mini market untuk berbelanja kebutuhan rumah, namun ditengah jalan Meira meminta Abian menghentikan mobilnya untuk pergi ke sebrang jalan yang terdapat toko kue untuk membeli beberapa kue favoritnya.


"Kamu tunggu di sini sebentar ya Bi, Mama cuma bentar ko beli kue keju kesukaan Mama," kata Meira.


"Bian antar aja lah Ma," kata Abian.


"Ih ribet tau nanti kita harus puter jalan lagi, udah kamu tunggu disini aja!" kata Meira yang buru-buru turun dari mobilnya.


Meira pun pergi menyebrangi jalan raya untuk menuju toko kue langganannya lalu membeli beberapa kue kesukaan dirinya setelah mendapatkan kue yang dicarinya Meira keluar dari toko kue dan hendak menyebrangi jalan raya menuju mobilnya.


Meira melihat kanan-kiri jalanan yang lumayan ramai namun bisa untuk diseberangi karena sudah tidak ada mobil atau motor yang lewat Meira pun bersiap menyebrangi jalan raya.


Tanpa diduga sebuah sepeda motor berwarna hitam dengan pengendara yang memakai masker, sarung tangan, dan helm tertutup melesat sangat kencang sepertinya memang hendak menabrak Meira.

__ADS_1


Abian yang melihat motor itu sangat ngebut segera meneriaki Meira.


"Ma awas, Ma!" Teriak Abian.


Motor itu semakin kencang dan nyaris menabrak Meira, beruntung seseorang yang ikut menyebrang jalan dibelakang Meira segera menarik tangan Meira tipis sekali Meira bisa lolos dari motor itu telat sedikit saja Meira ditarik pastilah Meira sudah tertabrak.


Meira sangat kaget dan syok hingga ditenangkan oleh orang yang menariknya tadi, Abian segera berlari menyebrangi jalan raya.


"Ma, Mama engga apa-apa kan Ma? Mama ada yang luka?" tanya Abian.


Meira kemudian diberikan air mineral oleh orang yang menolongnya agar dia bisa lebih tenang.


"Pak terimakasih banyak sudah menolong Mama saya," kata Abian terhadap penolong Meira.


"Sama-sama Dek, tapi sebaiknya kejadian ini dilaporkan kepada pihak berwajib. Karena pengendara motor tadi benar-benar hendak mencelakai Ibu Anda, saya pun tadi sudah yakin tidak ada motor atau mobil makanya saya dan Ibu anda menyebrang tapi tiba-tiba motor tadi melesat sangat kencang dan tertuju pada Ibu Anda," ungkap bapak yang menolong Meira.


"Iya Pak, saya akan segera melaporkan kejadian ini pada polisi," kata Abian.


Abian pun segera membawa Meira yang masih terdiam syok dengan kejadian barusan yang menimpanya.


"Ma maafin Bian, harusnya tadi Bian jagain Mama," kata Abian yang ketakutan melihat Meira jadi sasaran tabrak pengendara tadi.


"Its ok nak, Mama hanya syok saja tadi kejadiannya begitu cepat," kata Meira.


"Ini ga bisa dibiarkan lagi Ma, mulai dari terror tadi pagi dan sekarang Mama hampir tertabrak kita harus laporkan ini Ma," kata Abian.


"Ok Mama setuju, kita ke kantor polisi sekarang nak! Kamu telpon Papa untuk menyusul!" kata Meira.


Abian segera menelepon Dokter Gewa yang saat ini tengah berada di kliniknya untuk segera pergi ke kantor polisi. Meira dan Abian pun sampai tidak jadi pergi ke minimarket dan langsung menuju kantor polisi.


Sesampainya disana Meira dan Abian masuk untuk melaporkan terror di rumah mereka dan terror pengendara motor yang hampir menabrak Meira, polisi menerima laporan itu untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tak lama Dokter Gewa sampai di kantor polisi.


"Ma, kamu engga apa-apa?" tanya Dokter Gewa dengan nafas tergopoh-gopoh akibat terburu-buru menemui Meira.


"Iya Pa, Mama sudah selesai membuat laporan tentang semuanya yang terjadi," kata Meira.

__ADS_1


"Siapa Bi? Keluarga kita selama ini baik-baik saja tidak ada musik atau masalah," kata Dokter Gewa yang juga ikut memikirkan siapa pelaku peneror keluarganya itu.


Tak lama Melodi, Alice dan Alexa datang ke kantor polisi untuk menjenguk Dokter Alex dan bertemu dengan Meira.


__ADS_2