
Keesokan harinya pihak korban dari Dokter Alex mengunjungi kediaman Melodi untuk melakukan negosiasi dengan Melodi dan Alice agar Dokter Alex bisa dibebaskan.
Tokkkkkk,,,,,, tokkkkk,,,, tokkk.
Melodi yang tengah mengobrol dengan Alice dan Alexa pun membukakan pintu rumahnya dan melihat seorang bapak-bapak, Melodi akhirnya mempersilahkan bapak itu untuk masuk.
"Ada apa ya Pak," tanya Melodi.
"Ibu Melodi kah? Mantan isteri Dokter Alex?" tanya bapak itu.
"Iya saya sendiri, Bapak siapa?" tanya Melodi.
"Saya orang tua dari korban Pele*cehan yang dilakukan oleh mantan suami Bu Melodi," kata Bapak itu.
"Em iya Pak, sebenarnya kami sangat meminta maaf sekali atas perbuatan mantan suami saya, kami pun berencana untuk berkunjung ke rumah Bapak hari ini," kata Melodi.
"Yah semua sudah terjadi Bu Mel, sebenarnya saya sudah mengajukan jalur damai dengan Dokter Alex tapi dia hanya mampu memberikan saya seratus juta saja Bu. Itu sangat kurang sekali dibandingkan dengan penderitaan Puteri saya kedepannya akan tidak ada lagi laki-laki yang mau menerimanya," kata Bapak itu.
"Jadi bagaimana Pak? Apa Bapak tidak ingin berdamai dan mencabut laporannya?" tanya Melodi.
"Ya kalau sisa uangnya dilunasi, bisa saja," kata Bapak itu.
"Sebenarnya saya sudah tidak peduli lagi dengan nasib mantan suami saya Pak, bahkan dia mau dipenjara seumur hidup pun saya tidak masalah. Tapi memang anak saya yang selalu memohon-mohon agar Papahnya bisa dibebaskan yang membuat hati saya melunak saat ini," kata Melodi.
"Anak Bu Melodi benar itu, ada baiknya masalah kita ini diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi bagaimana uangnya akan saya terima kapan?" tanya Bapak itu.
Sebentar saya hubungi teman saya dulu. Melodi pun menghubungi Dokter Gewa dan Meira agar meminta pengacara mereka untuk mengurus segala sesuatu tentang kebebasan untuk Dokter Alex.
Setelah Melodi memberikan uangnya terhadap keluarga korban dan keluarga korban pun mencabut laporannya, pengacara keluarga Meira dan Dokter Gewa lalu mengurus jaminan agar Dokter Alex bisa dibebaskan hari ini juga dan hanya ditetapkan sebagai tahanan kota saja.
Keluarga Meira dan keluarga Melodi menjemput Dokter Alex dari kantor polisi, Alice terlihat sangat senang sekali melihat Papahnya tidak lagi harus hidup didalam sel tahanan, sedangkan Alexa dan Melodi hanya bersikap biasa-biasa saja.
__ADS_1
"Melodi, Alice terimakasih sudah mau membebaskan Papah, kalian juga Meira, Gewa kalian memang besan terbaik," kata Dokter Alex yang merasa senang bukan main.
"Jangan geer kamu ya! Aku melakukan ini semua karena Alice tak henti-hentinya merengek dan cemberut meminta kamu untuk dibebaskan," kata Melodi dengan sinis.
"Iya apapun alasan kamu, aku sangat bersyukur Mel. Alice Papah janji tidak akan lagi membuat masalah," kata Dokter Alex.
"Iya Pah, Papah sehat-sehat ya Alice seneng banget, Alexa juga iya kan Lexa?" tanya Alice.
Alexa hanya menundukkan wajahnya dan tak pernah menatap wajah Dokter Alex.
"Pokoknya kita ikut senang Lex, dengan begini kita bisa lebih fokus untuk mengurus pernikahan anak-anak kita," kata Dokter Gewa.
"Iya Lex, kami ikut senang sekali kamu akhirnya bisa bebas," kata Meira.
Setelah seharian ini lelah mengurus kebebasan untuk Dokter Alex, Meira dan Dokter Gewa pun pulang ke rumahnya dan beristirahat malam ini, begitu juga Melodi Alice dan Alexa mereka lega Dokter Alex sudah bebas kembali dan tidak jadi menghabiskan masa tuanya di dalam sel tahanan.
Sedangkan Dokter Alex kembali tinggal di kontrakan sempitnya, kendati begitu dia bersyukur bisa tidur malam ini dengan nyenyak dan memakai kasur dibandingkan dia harus kembali merasakan dinginnya ubin tahanan.
Hati-hati loh Dokter Alex ucapan adalah doa, masa doanya lebih baik mati daripada hidup tapi buta, nanti mati beneran gimana?
Keesokan harinya Sam yang sedang berada di rumah yang dulu ditinggalinya bersama Kimmy kedatangan Meira, Melodi dan Alexa pagi-pagi sekali. Sam yang tengah meminum segelas teh hangat dan menikmati kue keringnya.
"Loh Lexa? Meira? Mel? Tumben pagi-pagi begini kesini?" tanya Sam.
"Pagi Pa, Papa gimana lebih suka tinggal disini atau di kota besar?" ledek Alexa.
"Sam apa kamu mendapatkan kabar dari Kimmy akhir-akhir ini?" tanya Melodi.
"Em engga si, terakhir saat aku urus tes DNA ada panggilan tak terjawab memang dari rumah sakit jiwa, cuma aku engga telepon balik. Memang kenapa dengan Kimmy?" tanya Sam.
"Itu yang mau aku tanyakan sama kamu, coba kamu telepon ke rumah sakit jiwanya Sam?" pinta Melodi.
__ADS_1
Sam pun akhirnya mengambil handphone dari saku celananya dan melakukan panggilan telepon ke rumah sakit jiwa.
📞"Hallo," sapa petugas.
"Ya Hallo sus, saya ingin menanyakan tentang pasien yang bernama Ibu Kimmy apa beliau baik-baik saja?" tanya Sam.
"Ini pak Sam ya? Tempo hari kami menelpon bapak ingin memberitahukan bahwa pasien sudah dinyatakan sembuh dan boleh meninggalkan rumah sakit jiwa ini pak," kata petugas.
"Kalau begitu saya akan segera jemput kesana sekarang sus," kata Sam.
"Tidak perlu pak Sam karena dari pihak keluarganya yang lain sudah menjemput beliau tempo hari," kata suster.
"Maksudnya gimana? Keluarga yang lain?" tanya Sam.
"Iya seorang laki-laki pak Sam," kata petugas.
"Loh sus diketerangan kan sudah jelas tercantum bahwa wali dari saudari Kimmy itu hanya saya. Kalau pihak rumah sakit mengizinkan dia pulang bersama bukan walinya jika terjadi hal yang tidak diinginkan bagaimana?" kesal Sam.
"Maaf pak Sam, namun Bu Kimmy sendiri yang meyakinkan pihak rumah sakit bahwa dia mengenal baik orang yang menjemputnya," kata petugas.
"Begini saja sus, bisa saya meminta rekaman cctv agar saya mengetahui siapa yang membawa Kimmy dari rumah sakit jiwa itu!" pinta Sam.
"Baik Pak, nanti akan kami hubungi kembali setelah kami memeriksa rekaman cctvnya, kami usahakan untuk segera mengirimkan rekamannya pada pak Sam," kata petugas.📞
Sam pun heran siapa wali untuk Kimmy selain dirinya. Bagaimana kalau Kimmy tiba-tiba kumat dan mencelakai orang lain pikiran Sam semakin tak karuan.
"Siapa Sam yang membawanya?" tanya Meira semakin penasaran.
"Aku sedang meminta rekaman cctvnya, mudah-mudahan cepat dikirim rekamannya, ngomong-ngomong kok kalian tau ada yang tidak beres dengan Kimmy?" tanya Sam.
"Iya Sam aku sejak kemarin diteror oleh seseorang, bahkan Abian pun sama dia sempat mengejar orang tersebut dan memang seorang laki-laki," kata Meira.
__ADS_1
"Kamu diteror Mei?" tanya Sam yang semakin yakin ini ulah Kimmy.