Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Bukan cinta tapi Ambisi


__ADS_3

Beberapa hari berlalu sepeninggalnya Dokter Alex namun dengan kesepakatan bersama prosesi lamaran tetap dilakukan sesuai dengan tanggal yang sudah ditentukan, karena pernikahan Alice dan Abian pun merupakan keinginan terbesar Almarhum Dokter Alex.


Suasana meriah di kediaman Melodi hari ini semakin membuat hati Alice berdebar-debar seakan tak percaya dirinya akan bertunangan dengan cinta pertamanya yaitu Abian, Alice sedang dipakaikan make up natural flowless.


Sementara Melodi sibuk kesana kemari mengecek kursi dan meja untuk para tamu, hidangan-hidangan yang harusnya sudah tersaji dimeja dibantu oleh Neneng, Adeline dan Susan Melodi masih tetap sibuk mempersiapkan segalanya.


Di dalam kamar Alice sudah selesai memakai make-up dan memakai gaun serba hitam, begitu juga dengan Alexa yang juga berdandan cantik dan memakai gaun


serba hitam sebagai bentuk hati yang masih berbelasungkawa atas kepergian Papah mereka.


"Kak kenapa aku ikut di make-up si?" tanya Alexa.


"Ya biar kamu makin cantik, siapa tau nanti ada laki-laki tampan dan kaya yang suka sama kamu," ledek Alice.


"Ishhh, siapa juga yang mau nyari jodoh," kata Alexa.


Tak lama Melodi masuk ke dalam kamar Alice untuk mengatakan bahwa Abian dan keluarganya sudah tiba di depan rumah.


"Eh masih pada ngobrol, buru-buru itu Abian sama keluarganya udah sampai!" kata Melodi.


"Duhh Mah bisa Alice deg-degan nih," kata Alice yang benar-benar merasakan gerogi yang luar biasa.


"Lexa ayo bantu Tante untuk dampingi kakak kamu kedepan, nak!" kata Melodi.


Melodi dan Alexa pun berjalan bersama Alice menuju ke halaman rumah, di sana Abian sudah sudah duduk bersama keluarganya dan para tamu yang hadir.


Setelah menerima sambutan dan menjelaskan maksud diadakannya acara hari ini Abian dan Alice pun maju ke depan untuk bertukar cincin, sempat saling tatap menatap Abian akhirnya berhasil menyematkan cincin di jari manis Alice begitu juga sebaliknya.


Dengan ini Abian dan Alice resmi bertunangan, dan akan segera meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan, semua orang turut berbahagia dan memberikan tepuk tangan untuk keduanya.


Semua berjalan lancar kini Abian dan Alice duduk berdekatan sembari menyantap berbagai macam hidangan lezat bersama keluarga, para tamu pun sudah mulai menyendok nasi dan lauk pauk untuk makan bersama.


Ketika Alexa tengah duduk bersama Neneng, Adeline, dan Susan sambil memakan makanannya seseorang datang menyapa terhitung telat sekali datang ke pesta ini dialah Gio si Dosen bujang yang hingga saat ini masih betah menjomblo.


"Pak dosen sibuk banget nih kayanya sampe telat datang ke pesta," sindir Adeline.


"Iya Gio kumaha si orang udahan cincinnya teh juga sudah berhasil masuk, kamu malah baru dateng," kata Neneng.

__ADS_1


"Iya maaf ya semuanya lagi sibuk banget akhir-akhir ini," kata Gio.


Alexa hanya cuek saja tanpa bicara atau pun menyapa Gio yang baru saja duduk ditengah-tengah mereka. Gio yang menyadari ada seorang gadis cantik dihadapannya namun baru hari ini dia melihatnya sedikit bertanya-tanya siapakah gadis cantik yang jutek ini?


"Pak dosen jangan ditatap terus, tapi diajak kenalan," kata Susan yang menyadari Gio terus menatap Alexa.


"Eh Lexa sok atuh kenalan dulu ini teh namanya Pak Gio nanti teh kamu akan sering ketemu dia, soalnya dia dosen dikampus kamu sama Alice," kata Neneng.


"Hallo Pak, aku Alexa" singkat Alexa.


"Hai Alexa, apa kita pernah bertemu sebelumnya kok sepertinya wajahnya tidak asing lagi ya?" kata Gio.


"Kamu jangan bingung pak dosen, dia anak kandungnya Kimmy," kata Adeline.


Dalam hati Gio pantas saja wajahnya sangat tidak asing lagi diingatan aku, kamu sangat mirip dengan Kimmy, wajah kamu, bentuk tubuh kamu dan harum wangi tubuh kamu mengingatkan aku pada Kimmy.


Gio tak henti-hentinya menatap Alexa sampai ketika Alexa sudah bersama Alice duduk berjauhan dengan Gio, tapi tetap saja Gio menatap Alexa dengan penuh tanda tanya.


"Kak, itu siapa si?" tanya Alexa sambil menunjukkan Gio yang tengah memerhatikannya.


"Siapa apa? Yang mana sih?" tanya Alice.


"Oh itu Pak Gio, dia dosen di kampus kita. Kenapa kamu naksir sama om om kaya dia?" ledek Alice.


"Idih boro-boro kak, liat tuh kak engga ada berhentinya ngeliatin aku terus. Aku engga suka deh pengen aku tonjok aja tuh matanya," kata Alexa.


"Engga kok, perasaan kamu aja itu Lexa. Dia jomblo loh Lexa," ledek Alice.


"Aku engga suka tatapan matanya bukan tatapan orang baik kak," kata Alexa yang langsung masuk ke dalam rumah menghindari Gio.


Sepulang dari pesta pertunangan Alice dan Abian, Gio tak henti-hentinya mengingat sosok Alexa dipikirannya Gio pun masuk ke dalam rumahnya. Gio mengeluarkan handphone miliknya yang sempat tadi dia foto diam-diam Alexa saat di pesta.


Hasil jepretannya lumayan jelas Gio pun men*ci*um layar handphone miliknya yang berisikan foto Alexa mulai dibagian bibir Alexa hingga dia perbesar untuk dapat mencium bagian dada Alexa.


Saat ini Gio benar-benar terangsang oleh wajah cantik Alexa dia sudah tak sabar ingin memilikinya entahlah mungkin karena wajahnya mirip dengan Kimmy yang membuatnya tergila-gila seperti ini sejak pertama melihatnya.


"Alexa nama yang cantik, bibirmu, mata mu, hidung mu, dan tubuh mu, aku ingin memiliki kamu Alexa. Jadilah milikku sayang aku akan membuat kamu bahagia bersama ku, Alexa." Kata Gio berbicara sendiri.

__ADS_1


Tak lama Gio menatap lagi foto Alexa dilayar handphone miliknya dan membuka resleting celananya, menjadikan foto Alexa sebagai pelampiasan has*ratnya malam ini hingga Gio mengeluarkan desa*hn-desa*hn erotisnya layaknya tengah berhubungan dengan wanita hingga mencapai puncaknya.


"Ahhh,,,, akhirnya aku puas sekali Alexa sayang. Apalagi jika kamu benar-benar berada disini saat ini aku pasti akan lebih merasa puas lagi Alexa." Kata Gio yang berhasil menuntaskan hasratnya lewat foto Alexa.


Sementara itu di kediaman Meira dan Dokter Gewa terdengar suara loncat-loncat dilantai dan suara teriak-teriakan dari dalam kamar Abian.


"Pa, kamu dengar engga si dilantai atas itu ko lantai kaya jedag-jedug gini si?" tanya Meira.


"Iya Ma, teriakan juga kayanya jangan-jangan Abian jatuh Ma," kata Dokter Gewa.


"Ayo cek Pa, calon pengantin masa si jatoh di kamar," kata Meira.


Meira dan Dokter Gewa pun menuju lantai atas dan suara jedag-jedug semakin nyaring terdengar sambil sesekali suara teriakan kebahagiaan dari dalam kamar Abian.


"Yes,,,, yes,,, yes Alice I love you calon isteri ku." Kata Abian sambil terus lompat-lompat dilantai.


"Ohh ini anak cuek kalau lagi bucin sendirian didalam kamar kaya begini rupanya ya Pa," bisik Meira.


"Kita kerjain aja ni anak Ma," kata Dokter Gewa.


"Hah? Kerjain gimana Pa?" tanya Meira.


"Ma, Mama sebaiknya pernikahan Abian kita undur aja sampai mereka lulus kuliah ya Ma," teriak Dokter Gewa.


"Iya Pa, lebih baik begitu biar keduanya bisa fokus kuliah dulu aja ya," teriak Meira.


Tak lama pintu kamar Abian langsung di buka.


Visual Abian



Visula Alice



Visual Alexa

__ADS_1



__ADS_2