
Melodi dan Meira pergi berdua menggunakan mobil milik Melodi dengan terburu-buru sampai tidak menyadari bahwa Alexa mengetahui semuanya.
"Apa yang harus aku lakukan? Kalau aku pergi sendiri aku engga yakin bisa menghadapi satu laki-laki gila dan satu wanita gila. Apa aku pergi ke kontrakan Dokter Alex untuk meminta bantuan saja?" Kata Alexa dengan bingung.
Tak ada pilihan lain Alexa akhirnya pergi menuju kontrakan Dokter Alex dengan mencoba untuk memberanikan dirinya Alexa mengenyampingkan ego kesalnya demi untuk menolong Alice dan Abian.
Tokkkkkk,,,,,,, tokkkkk,,,, tokkkkkk.
"Permisi," kaku Alexa.
Dokter Alex pun membukakan pintu dengan gelagapan karena penglihatannya hanya tersisa sedikit saja, dengan pandangan yang tidak jelas namun Dokter Alex masih bisa mengenali bahwa itu Alexa.
"Alexa?" kata Dokter Alex.
"Dokter Alex, kak Alice di culik saat ini Tante Melodi dan Tante Meira menyusul ke gedung tua bekas pabrik teh karena wanita gila itu mengancam mereka akan membakar gedung jika mereka tidak pergi berdua," kata Alexa.
"Alexa kamu jangan bercanda? Kimmy Ibu kamu itu masih di rumah sakit jiwa," kata Dokter Alex.
"Engga dia sudah keluar dan dibantu oleh laki-laki bernama Arka, cepat aku takut Kak Alice kenapa-kenapa," panik Alexa.
"Alice anakku, kurang ajar wanita gila itu. Aku sendiri yang akan membunuhnya kalau sampai Alice dan Melodi kenapa-kenapa," kata Dokter Alex yang langsung ikut pergi dengan Alexa.
"Kita pakai motor milik Tante Melodi," kata Alexa.
"Kamu bisa kan bawa motornya Lexa? Papah tidak bisa mengendarai motor lagi sekarang," kata Dokter Alex.
"Iya bisa Dokter Alex," kata Alexa.
"Sampai kapan kamu akan memanggil aku Dokter Alex dan bukan Papah? Apa jika aku mati kamu baru akan memanggil aku Papah dan akan memaafkan aku?" tanya Dokter Alex.
Alexa sama sekali tak menggubris pertanyaan Dokter Alex dan segera menjalankan motornya dengan berbekal petunjuk dari Dokter Alex yang mengarahkan letak gedung tua itu Alexa pergi menyusuri jalanan.
Sementara itu Meira dan Melodi sudah sampai di gedung tua dan masuk kedalam gedung tua itu sangat sepi namun bau bensin dan minyak tanah sangat pekat tercium oleh Meira dan Melodi lalu.
__ADS_1
Buggggggggg.....
Punggung bagian belakang Meira dan Melodi dipukul dengan balok kayu besar oleh Kimmy dan Arka hingga keduanya tersungkur tak berdaya dan langsung diikat dekat dengan Abian dan Alice yang sudah menangis melihat Ibu mereka diperlakukan seperti itu.
"Kimmy kenapa kamu tidak bisa berubah? Apa mau kamu sampai kamu berbuat nekat sejauh ini?" bentak Meira.
"Apa mau aku? Mau aku kamu dan Melodi juga anak-anak kalian mati saja disini," kata Kimmy.
"Arka, tolong lepaskan kami. Kenapa kamu ikut gila seperti dia?" pinta Meira.
"Karena setelah ini aku, Kimmy, dan Alexa anakku akan hidup bahagia. Iya kan sayang?" tanya Arka.
"Apa? Alexa? Kamu dibodohi oleh wanita itu Arka. Alexa adalah anak dari Alex mantan suamiku dia bukan anak kamu," teriak Melodi.
"Bohong! Kamu jangan dengarkan wanita itu Arka. Kamu ingat kan bagaimana dulu kamu ketahuan oleh aku kamu membuntuti aku karena Meira? Dan aku memaafkan kamu malah aku memberikan kenik*matan untuk kamu hingga jadilah Alexa, anak kita," kata Kimmy.
"Wanita gila itu bohong Arka. Bahkan Alexa sekarang ini tinggal bersama Melodi dan Alice karena dia sudah tes DNA dan hasilnya Alexa adalah anak dari Alex," teriak Meira.
"Kimmy!" teriak Arka yang langsung berbalik kearah Kimmy dan saat itu juga.
Kimmy menusuk Arka dengan pisau besar secara berkali-kali tepat dibagian perutnya hingga Arka bersimbah darah dan tubuhnya roboh ke tanah seketika Arka tutup usia.
Hahahaha....
"Dasar laki-laki bodoh," kata Kimmy yang tertawa-tawa melihat Arka yang sudah tidak berdaya dihadapannya.
Melihat Kimmy dengan mudahnya membu*nuh Arka membuat Meira dan Melodi semakin ketakutan Kimmy akan melukai anak-anak mereka. Sementara Alice semakin berurai air mata menyaksikan hal mengerikan terjadi didepan kedua matanya.
"Tenang Meira, Melodi kalian dan anak-anak kalian tidak akan aku buat seperti itu tapi akan aku buat lebih indah dan dramatis. Kamu Meira sudah membuat aku dihina oleh satu kota,, dikeluarkan dari sekolah, dan kamu Melodi sudah membuat aku kehilangan ayah dari anakku dan membuat aku menjalani hidup dipenjara dan rumah sakit jiwa. Kalian benar-benar pantas mati!" Ancam Kimmy.
"Aku mohon lepaskan anak-anak mereka tidak bersalah!" lirih Meira.
"Meira,,,, Meira mereka itu anak-anak baik. Mereka tidak akan mau meninggalkan Ibu mereka mati sendirian mereka pasti ingin ikut menemani. Iya kan anak-anak manis?" tanya Kimmy.
__ADS_1
Hahhahhahahah..........
Kimmy menyalakan obor ditangannya untuk membakar gedung ini. Sementara Alexa dan Dokter Alex sudah sampai segera mengirimkan lokasi mereka saat ini pada Sam lalu masuk ke dalam gedung tua ini saat Kimmy hendak menjatuhkan obor ditangannya Alexa datang dan langsung menyerang Kimmy mendorong tubuh Kimmy dan menahan obor ditangannya.
Sementara Sam yang menerima lokasi dari Alexa sedikit bingung, tapi akhirnya menyadari bahwa Meira dan Melodi sengaja tidak ikut mungkin karena diancam oleh Kimmy dan mereka pergi berdua ke gudang itu. Sam segera melaporkan pada polisi dengan cepat polisi mengerahkan anggotanya untuk menuju lokasi bersama Sam dan Dokter Gewa.
Di gudang tua Hiaaaaaaa........ Alexa mendorong Kimmy.
Buggggggggg.. tubuh Kimmy membentur tembok.
Dokter Alex saat ini benar-benar buta permanen dan tidak bisa melihat sekelilingnya hanya kegelapan dengan meraba-raba Dokter Alex mencoba membantu Alexa.
"Alexa kamu di sebelah mana? Aku tidak bisa melihat," kata Dokter Alex yang terus maju mencari-cari Alexa.
"Anak bodoh. Sia-sia aku melahirkan kamu malah kamu sama bodohnya seperti mereka," bentak Kimmy.
"Hentikan aku mohon!" kata Alexa yang terus menahan agar obor tidak jatuh ke tanah karena jika sampai obor itu jatuh maka api akan dengan leluasanya membakar tempat ini.
Kimmy memukul Alexa hingga terjatuh.
Bughhhhtttttt....
Tak ingin kalah Alexa kembali bangkit dan memegangi tangan Kimmy tanpa diduga Kimmy dengan teganya menyambit bagian perut Alexa dengan pisau di tangan satunya hingga membuat Alexa berdarah dan tersungkur.
Dokter Alex berhasil memeluk Kimmy dari belakang dan menahan kedua tangannya, namun Kimmy sekuat tenaga mendorong Dokter Alex dan.
Jlebbbbbb.....
Dokter Alex tertusuk pisau namun tetap berusaha melumpuhkan Kimmy hingga Dokter Alex roboh diatas tubuh Kimmy dengan pisau yang masih tertancap diperut Dokter Alex, dia sekuat tenaga menahan agar Kimmy tetap tertindih tubuhnya.
Namun obor itu terjatuh dan langsung menyambar bensin dan minyak tanah yang sudah tercecer di tanah membuat si jago merah dengan bangganya berkobar.
"Alexa cepat kamu buka ikatan Meraka!" lirih Dokter Alex yang saat ini tidak bisa lagi melihat dan hampir mati karena pisau tertancap sangat dalam diperutnya.
__ADS_1
"Lepaskan aku!!!" teriak Kimmy yang masih dalam keadaan tertindih Dokter Alex.