Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Pertemuan Alexa dan Abian


__ADS_3

"Sam tolong tenang! Kamu bisa membunuhnya kalau terus menerus memukuli Alex," kata Meira yang juga merasa haru kasih sayang Sam terhadap Alexa begitu besar sampai-sampai dia sangat murka seperti ini.


Tak lama Neneng masuk kedalam rumah lalu kembali lagi dengan membawa panci air lalu dipukulkannya kekepala Dokter Alex yang sudah tidak berdaya itu.


Bughhhhhhttttt...


"Rasain tah keterlaluan pisan kamu teh Dokter Alex anak sendiri kamu tiduri, lain cuma pedo*fil maneh mah tapi kelainan jiwa sarua siga si Kimmy," kata Neneng yang juga ikut kesal dengan kelakuan Dokter Alex.


"Pak Sam. Anak itu belum tentu anak aku, sampai kapanpun anakku cuma Alice dia bukan anakku," kata Dokter Alex dengan nafas tersengal-sengal menahan sakit disekujur wajah dan perutnya.


"Kalau begitu buktikan! Lakukan tes DNA sekarang juga. Jika terbukti kamu ayah dari Alexa, aku sendiri yang akan membu*Nuh kamu dengan tanganku sendiri," ungkap Sam yang terus terisak tangis membayangkan malangnya nasib Alexa.


"Baik. Agar kalian puas aku tidak mungkin ayah dari gadis itu. Aku..! Mana mungkin aku meniduri anakku sendiri," lirih Dokter Alex tangisannya kini penuh penyesalan rasa takut akan kenyataan yang akan dia hadapi jika sampai tes DNA itu benar menunjukkan bahwa Alexa adalah anaknya maka dunia akan terasa seperti hari kiamat.


"Alice, Papah mohon Alice tetap sayang Papah kan nak?" lirih Dokter Alex.


"Bede*bah," hanya kata itu yang terlontar dari mulut Alice saat ini.


Alice pun langsung masuk kedalam rumah dan mengunci pintu kamarnya. Hatinya sangat sakit sekali ayahnya yang selama ini dia anggap sebagai laki-laki yang bisa membahagiakannya, laki-laki baik, laki-laki yang penuh tanggungjawab, laki-laki yang selalu jadi pahlawan untuknya sejak kecil ternyata tak lebih hanya laki-laki yang sangat bia*dab.


Alice pun sangat sedih telat mengetahui bahwa dia mempunyai saudara perempuan meski hanya beda ibu tapi terdapat darah yang sama dengan gadis yang pernah menolongnya ketika kecopetan itu. Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan gadis itu dia sejak dalam kandungan tak diakui oleh Papahnya dan sekarang mahkota kesuciannya malah terenggut oleh Papahnya sendiri tanpa rasa penyesalan Papahnya bahkan masih bisa mengelak.


Dokter Alex akhirnya ditahan dirumah Melodi sembari menunggu Sam mencari keberadaan Alexa dan membawa kembali Alexa untuk dilakukan tes DNA supaya semuanya jelas.


"Aku berharap laki-laki itu bukan ayah kandung Alexa. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan kamu nak kalau sampai hasil tes DNA benar-benar menunjukkan bahwa Dokter Alex adalah ayah kandung kamu yang sudah tega merebut kesuci*an kamu. Kenapa? Kenapa aku bisa kecolongan sampai-sampai Alexa menjadi seorang P*S*K," kata Sam dengan penuh kesedihan berjalan sepanjang jalan mencari keberadaan Alexa.


Sedangkan Melodi berusaha membujuk Alice agar membuka pintu kamarnya. Melodi paham kesedihan yang Alice alami.

__ADS_1


Tokkk....tokkk...tokkkk


"Alice, nak! Buka sayang Mamah perlu bicara sama Alice," kata Melodi.


Alice akhirnya membukakan pintu kamarnya. Melodi memeluk Alice dan mengelus elus rambut Alice.


"Mah, apa Mamah sebenarnya tau kalau Papah memiliki anak dari wanita lain? Alice punya saudara perempuan tapi Alice baru mengetahuinya sekarang Mah. Alice bahkan membiarkan hidup saudara Alice semenderita itu," kata Alice yang tak kuasa membayangkan perasaan Alexa saat ini.


"Mamah paham apa yang kamu rasakan. Mamah juga menyesal dulu tidak menyuruh Papah untuk mencari anaknya dari wanita itu. Kita semua bersalah nak pada Alexa," kata Melodi.


"Alice janji akan melindunginya mulai sekarang. Alice engga akan membiarkan Papah menyakiti Alexa lagi Mah. Kasihan Alexa sudah banyak menderita," ungkap Alice yang ikut merasakan kesedihan Alexa.


Diruang tamu Meira, Neneng terus menerus menatap Dokter Alex dengan tatapan tajam penuh kebencian. Boro-boro ada yang mengambilkannya kotak obat melihat Dokter Alex dihadapan mereka saja mereka sudah sangat eneg.


"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menatap aku seolah-olah aku ini seorang penjahat," tanya Dokter Alex.


"Sinting. Kamu itu lebih bia*dab dari penjahat kelas kakap sekalipun tau gak!" kata Meira.


"Edan. Sumpah ya Neng aku eneg banget sama kelakuan orang satu ini. Lebih baik aku tunggu diluar rumah," kata Meira yang geram dengan Dokter Alex sama sekali tak ada raut penyesalan dalam wajahnya.


"Iya hayu atub kita nunggu diluar saja Ci Mei. Ih si kamu teh siapa nya Wiro sableng si Dokter Alex meni sarua pisan Sablengnya gendengnya juga," kata Neneng yang menyusul Meira duduk didepan rumah Melodi.


Alexa yang berjalan mengikuti langkah kakinya dengan pikiran kosong tak karuan. Alexa berpikiran untuk mengakhiri hidupnya dia masuk ke resort mewah dan naik ke lantai paling tinggi. Kemudian menaiki tangga darurat naik keatas rooftop resort yang sangat sepi tak ada orang.


Alexa berdiri di tepi rooftop dan menangis sejadi-jadinya membuat Abian yang tengah tidur didekat tumpukan-tumpukan kardus-kardus yang sudah tidak terpakai terbangun dan berjalan mendekati Alexa.


"Ah, sial! Siapa yang siang-siang begini nangis sampai-sampai aku terbangun." kata Abian yang dengan mata masih ngantuk melihat gadis ditepian rooftop.

__ADS_1


"Rupanya seorang gadis yang hendak bunuh diri toh! Nangis sampai membuat orang yang lagi enak-enaknya tidur kebangun," kata Abian.


"Siapa kamu? Jangan mendekat atau aku akan lompat," sahut Alexa.


"Cihhh,, kepedean Anda! Lompat ya Lompat aja," kata Abian dengan santainya.


"Apa?" tak percaya dengan perkataan laki-laki tampan didepannya yang tidak menahannya sama sekali.


"Dengar nona! Resort ini kelak aku yang akan memimpin jadi jika kamu mau bunuh diri carilah tempat lain jangan di resort ini," kata Abian.


"Apa kamu gila menyuruh aku untuk tetap bunuh diri?" tanya Alexa.


"Untuk apa aku larang. Ini aku berikan kamu uang untuk ongkos pergilah cari tempat bunuh diri yang lebih sepi dan lebih tinggi. Jika kamu terjun dari sini kemungkinan selamatnya masih ada dan hanya akan bikin gaduh di sini saja, tapi kamu belum tentu mati," kata Abian dengan sinisnya.


Dalam hati Alexa kenapa bisa ada laki-laki yang melihatnya hendak bunuh diri bukanya melarangnha untuk lompat dengan menaiki dirinya malah akan memberinya ongkos untuk mencari gedung yang lebih tinggi lagi.


Dengan santainya Abian menenggak minuman kaleng didepan Alexa yang hendak melompat, Alexa hanya menatap laki-laki tampan dihadapannya dengan tatapan keheranan.


"Kenapa? Apa kamu mau minuman kaleng ini? Nih aku taruh disini sebelum mati sebaiknya kamu tidak kehausan. Fighting," kata Abian yang meletakkan minuman kaleng dilantai dan dia kembali meneruskan tidur siangnya ditumpukkan kardus.


Visual Abian



Visual Alice


__ADS_1


Visual Alexa



__ADS_2