Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Waktu terasa semakin berlalu Tinggalkan cerita tentang kita


__ADS_3

Setelah hampir dua jam setelah bayi Melodi lahir dan pintu ruangan operasi kembali tertutup akhirnya Dokter membuka pintu ruangan operasi namun dengan expresi kurang memuaskan, Dokter pun menghampiri Meira dan yang lainya untuk menyampaikan kondisi Melodi tak lama Dokter Alex datang menghampiri Dokter menggunakan kursi roda dengan memegangi infusan nya sendiri.


"Dok bagaimana operasi isteri saya?" tanya Dokter Alex yang sudah bersimbah air mata di pipinya.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin Dokter Alex tetapi isteri Dokter mengalami hemoragik atau (perdarahan berat) kondisi ini dipicu oleh Abrupsio plasenta kondisi ketika plasenta terpisah dari rahim sebelum waktu kelahiran tiba, silahkan untuk menemui isteri bapak namun bisa menemui pasien secara bergantian tidak boleh lebih dari dua orang " jawab Dokter.


Dokter Alex pun masuk keruangan Melodi bersama Meira dengan wajah penuh penyesalan dilihatnya Melodi yang masih terkulai lemah dengan selang oksigen yang terpasang serta beberapa infusan ditangannya wajah Melodi terlihat sangat pucat namun dirinya masih bisa membuka matanya sedikit dan tersenyum kearah Dokter Alex dan Meira.


"Maafkan aku Mel, aku pantas mati Mel aku benar-benar layak mati" tangis Dokter Alex pecah seketika dirinya memegangi tangan Melodi yang masih terkulai lemah.


"Mel aku yakin kamu akan bisa melewati ini semua, kita semua sayang kamu Mel dan aku tidak bisa melihat kamu seperti ini Mel ini bukan kamu, kamu yang selalu kuat dan kamu yang selalu ada untuk aku adalah Melodi yang kuat" ucap Meira yang terus menangis.


"Alex aku memaafkan kamu, tolong besarkan anak kita dengan baik" ucap Melodi dengan suara pelan dan terbata-bata.


"Engga Mel kita akan besarkan anak kita bersama, tolong jangan hukum aku seperti ini aku gak akan sanggup tolong sembuh demi anak kita" jawab Dokter Alex yang semakin menangis histeris.


"Meira bantu anakku melewati hari-hari nya, aku percaya kamu bisa membuatnya ceria meski aku tidak ada didekatnya" ucap Melodi.


Meira hanya terus menangis sejadi-jadinya dan tidak sanggup berkata apa-apa lagi.


"Mei bisa kamu panggilkan Neneng" ucap Melodi dengan nada suara yang semakin melemah.


Meira pun keluar dengan air mata yang masih mengalir dan meminta Neneng untuk masuk kedalam, Dokter Gewa berusaha menenangkan Meira agar Meira bisa kuat menghadapi semua ini.


Neneng pun masuk dengan mata yang masih bengkak karena menangis tak henti-hentinya sejak Melodi dilarikan kerumah sakit.

__ADS_1


"Mba Mel jangan begini atuh tolong jangan bikin Neneng teh semakin cemas, Mba Mel wanita yang kuat Neneng tau pasti Mba Mel teh akan sembuh" ucap Neneng.


Melodi pun memegangi tangan Neneng dan tangan Dokter Alex.


"Neng jadilah Ibu dari anakku dan sayangi dia seperti kamu menyayangi anak kamu sendiri" ucap Melodi dengan suara yang semakin samar.


"Engga engga, Neneng moal bisa siga jitu pokona Mba Mel pasti sembuh harus sembuh" tangis Neneng semakin menjadi.


"Sayang jangan banyak bicara lagi kamu harus simpan tenaga kamu kita akan besarkan anak kita sama-sama" ucap Dokter Alex yang terus menangis.


Kedua tangan Melodi yang memegangi tangan Dokter Alex dan tangan Neneng pun terjatuh kedua mata Melodi tertutup rapat patient monitor pun sudah berbunyi tanda sudah tidak ada lagi detak jantung yang terdeteksi.


Titttttttt................


Sudah tidak ada lagi pergerakan apapun dari Melodi.


Teriak Neneng dan Dokter Alex yang terdengar hingga keluar ruangan membuat Sam, Adeline, Meira, Susan dan Dokter Gewa mengerti pertanda apa teriakan histeris itu.


Seketika semua orang semakin menangis histeris Dokter dan suster mulai berdatangan untuk memastikan kondisi Melodi hingga akhirnya Dokter menggelengkan kepalanya dan suster menutup i seluruh tubuh Melodi dengan kain putih.


Membuat Dokter Alex menangis sejadi-jadinya hingga berteriak dan menggoyang-goyangkan jenazah Melodi, penyesalan dan rasa bersalah yang Dokter Alex alami saat ini pecah kedalam lautan air matanya yang menyeruat keluar dari kedua mata yang sudah bengkak itu.


Bunyi sirine ambulans mengiringi kepulangan Melodi kerumahnya untuk dimandikan dan disholatkan, warga yang sudah berada didepan rumah Melodi menyambut dengan tangis kepulangan Melodi kerumahnya sendiri dengan tubuh yang sudah terkujur kaku.


Sam yang mengingat ketika dirinya baru pertama kali pindah dari kota besar bersama Meira kekota ini Melodi lah yang menyambut baik mereka pertama kali, Melodi yang membantu Meira dan Sam merapihkan barang-barang pindahan mereka, Melodi juga yang membuat Sam bisa mengajar di sekolahan bahkan ketika kedai bakmi Ci Mei masih sepi pembeli Melodi lah yang mempromosikan kedai bakmi Meira ke warga sekitar.

__ADS_1


Meira mengingat hari-harinya yang dilalui bersama Melodi, Melodi yang selalu ada dan selalu menguatkan Meira ketika Meira dalam kondisi terpuruk Melodi yang bahkan mengenalkan Meira pada laki-laki baik seperti Dokter Gewa hingga Meira bisa sebahagia sekarang.


Adeline, Neneng, Susan yang selalu mendapat nasehat dari Melodi jika mereka salah membuat mereka tak bisa berhenti menangisi Melodi yang sudah tiada saat ini.


Dokter Gewa yang merupakan Dokter baru dikota ini disambut baik oleh Melodi dan diantarkan nya menemui Meira yang saat ini menjadi isterinya benar-benar tak menyangka Melodi akan mengalami hal ini.


Saat ini Dokter Alex hanya terus menangis sambil memeluk jenazah isterinya itu berharap ada keajaiban datang untuk Dokter Alex bisa menebus segala kesalahannya terhadap Melodi, sosok wanita baik yang tidak pernah menuntutnya apapun, selalu memberikan nya kasih sayang tulus bahkan hingga akhir hayatnya Melodi masih memberikan hadiah terindah nya untuk Dokter Alex yakni seorang putri cantik yang berhasil dilahirkan nya disaat dirinya tengah kritis sekalipun.


Keesokan harinya jenazah Melodi dikebumikan di TPU sekitar tak akan ada lagi acara bergosip ria dikedai bakmi Ci Mei bersama Melodi, tak akan ada lagi tawa canda Melodi yang akan menghiasi hari-hari para sahabat nya serta suaminya, puteri kecil yang malang yang kelak pasti akan merindukan sosok Ibunya.


Waktu terasa semakin berlalu


Tinggalkan cerita tentang kita


Akan tiada lagi kini tawamu


Tuk hapuskan semua sepi di hati


Ada cerita tentang aku dan dia


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka saat kita tertawa

__ADS_1


Teringat di saat kita tertawa bersama


Ceritakan semua tentang kita


__ADS_2