
Setelah mencium dan menyerahkan bayinya pada Meira Dokter Alex pun pergi meninggalkan rumah Melodi pulang kerumah orang tuanya.
Meira segera mengetuk pintu agar dibukakan oleh Melodi.
Tokkkk,,,, tokkkk,,,, tokkkk.
"Mel,,,, Alex sudah pergi kok" ucap Meira.
Tak lama Melodi membukakan pintunya dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
"Mei aku ga tahan lagi Mei sakit banget hati aku rasanya setiap melihat Alex" Hikzzzz... hikzzzzs Melodi berbicara terbata-bata
"Iya aku paham Mel, sebentar aku tidurin dulu baby nya di kasur ya" Meira lantas menidurkan bayi Melodi dikasur nya.
Meira berusaha untuk selalu setia memberikan semangat agar Melodi tidak lagi mengingat kejadian itu.
"Mel sekarang semua keputusan itu ada ditangan kamu terserah kamu mau kamu apakan rumah tangga kamu, yang tau rasanya seperti apa itu cuma kamu Mel aku akan selalu mendukung kamu" Meira menepuk-menepuk bahu Melodi agar Melodi bisa lebih tenang.
"Aku tidak bisa mempertahankan lagi pernikahan aku Mei sumpah rasa cinta aku sudah benar-benar hilang pada Alex ketika aku tau dia sudah tidur dengan wanita itu Mei, kamu bayangkan kalau aku tetap bersama Alex dan dia mempunyai anak dari wanita gila itu bisa ikutan gila aku Mei" Melodi sedikit merasa lega sudah curhat dengan Meira.
"Ya udah kamu tenang ya Mel semua ini pasti akan berlalu kok kalau begitu aku dukung kamu cerai dari Alex yang penting mental kamu cepet pulih lagi tanpa bayang-bayang Alex ataupun Kimmy kita layak bahagia Mel" Meira menyemangati Melodi.
"Makasih Mei kamu benar-benar sahabat aku dan keluarga bagi aku" Melodi pun sudah bisa tersenyum dan lega sudah mengeluarkan uneg-uneg nya terhadap Dokter Alex tadi.
Tokkk...tokkkk...tokkk
Suara pintu rumah Melodi diketuk seseorang, Melodi pun membukakan pintu rumahnya rupanya Adeline datang bertamu.
"Hai semuanya Adeline cari-cari Ci Mei dikedai juga tadi pantesan engga ada tau nya udah dirumah Mba Mel aja" dengan penuh keceriaan Adeline datang.
"Kamu engga kuliah apa Del?" Meira bertanya.
__ADS_1
"Ih Ci Mei kaya engga pernah bolos kuliah aja, sesekali boleh kan apalagi Adel lagi seneng gini" ujarnya.
"Iya kamu seneng aku pagi-pagi udah dibikin ilang aja mood nya" celetuk Melodi.
"Iya si itu mata Mba Mel kok bengkak gitu" Adeline sedikit kepo.
"Iya Del bentar lagi Neneng akan ada temennya, janda muda" Melodi sedikit bercanda.
"Hah? serius nanya nih Mba Mel jadi mau cerai dari Dokter Alex?" Adeline sedikit engga percaya.
"Iya Del, udah jangan dibahas lagi mending kamu cerita hal yang bikin kamu bolos kuliah dan seseneng ini" Meira sudah penasaran.
"Sebenarnya Adel nyuruh temen Adel yang dipenjara untuk ngerjain si sundel tuh didalem penjara ehhh hari ini Adel dapet telepon dari dia katanya Adel suruh lihat sendiri jengukkin si Kimmy tuh biar tau apa yang mereka lakuin sama dia" Adeline merasa puas ketika tau Kimmy dikerjain oleh para napi.
"Del tapi kan dia lagi hamil apa engga akibat fatal sama bayinya?" Meira sedikit takut.
"Iya anak dari si Alex pula" Melodi kesal.
"Del kamu malah tanya kita udah ga mau ada urusan lagi sama wanita itu biarin ajalah dia membusuk dipenjara" celetuk Melodi.
"Tapi sumpah deh Adel kesel banget sama si Kimmy itu pas kemaren Mba Mel sampai harus melahirkan lebih cepat karena ada pendarahan, biar aja tuh si sundel biar kapok dan semakin gila" ujar Adeline.
"Tapi Mel emangnya kamu yakin ya kalau anak yang dikandung Kimmy itu beneran anak dari Alex? kan bisa aja dia asal ngomong buat nge hancurin rumah tangga kalian" Meira baru berpikir curiga kali ini.
"Nah iya tuh Mba Mel bukannya kalau Mba Mel cerai si Kimmy bakalan merasa dia berhasil ya? belum lagi dia pasti bakalan semakin merasa peluangnya besar untuk bisa menitipkan anaknya sama Dokter Alex yang belum tentu juga itu anak dia" timpal Adeline yang juga merasa ragu.
"Mau itu anak Alex atau bukan aku udah ga mau tau yang pasti Alex juga ikut nyumbang dan ikut andil dalam pembuatan anak itu jijik banget" Melodi menjawab sinis keraguan Meira dan Adeline.
"Mel kamu pikirin dulu deh baik-baik jangan sampai nanti justru anak si sundel itu yang Alex rawat dan Alex sayangi dibandingkan anak kandungnya sendiri kalau kalian sampai berpisah dan kamu terus menghindari Alex" Meira menyarankan agar Melodi tidak menyesal nantinya.
"Ho oh tuh Mba Mel kalau perlu suruh Dokter Alex tes DNA aja begitu bayinya lahir, mending Mba Mel jangan cerai biar si Kimmy ga merasa menang" saran Adeline.
__ADS_1
Omongan Adeline dan Meira memang sedikit ada benarnya bagaimana kalau Melodi menceraikan Dokter Alex dan menjauhkannya dari anaknya sementara Kimmy akan semakin percaya diri mengakui anak itu anak Dokter Alex dan akan menyuruh Dokter Alex merawat bayi itu bisa-bisa Dokter Alex akan menyayangi bayi dari Kimmy daripada Puteri nya sendiri.
"Mba Mel ko bengong si? udah ah Adel mau ke kantor polisi dulu ya!" Adeline berpamitan untuk menemui Kimmy dipenjara.
Setelah sampai dikantor polisi Adeline meminta untuk menemui Kimmy dan menunggu kedatangan Kimmy diruangan jenguk tak lama Kimmy datang menemui Adeline dengan wajah yang ditutupi oleh selendang.
"Kimmy sahabat aku apa kabar, gimana hotel disini cukup nyaman kan" ledek Adeline.
"Mau apa kamu kesini? pengepul barang bekas" celetuk Kimmy.
"Heuh masih bisa berlaga so kamu ya, kenapa wajah kamu ditutupi? oh boleh aku tebak wajah kamu yang biasa kamu gunakan untuk mendekati suami orang itu apa sekarang sudah tidak cantik lagi?" Adeline tertawa renyah.
"Setidaknya wajah aku pernah membuat laki-laki yang kamu cintai itu bertekuk lutut dihadapan aku kamu harusnya sadar itu Del" Kimmy berusaha menyerang balik Adeline.
"Kamu itu memang sampah ya apa perlu aku suruh orang-orang itu membuat hancur seluruh wajah kamu bukan hanya pipi sebelah kanan kamu saja" tantang Adeline yang sudah geram dengan perkataan Kimmy.
"Apa? jadi kamu yang menyuruh para napi itu menyiksaku Del?" Kimmy mulai tersulut emosi.
"Em gimana ya oh gini ya lagunya kalau ga salah, yok kita nonton si buruk rupa nyok hahahaha" Adeline tertawa terbahak-bahak.
"Sini kamu" teriak Kimmy yang berusaha menjambak Adeline dan mengamuk.
Seketika polisi wanita mengamankan Kimmy yang mengamuk seperti orang kesurupan, Kimmy diseret kembali untuk masuk sel Adeline pun melambaikan tangannya dan memberikan kiss bye pada Kimmy dan tersenyum senang melihat keadaan Kimmy yang sekarang.
Kimmy terus mengamuk dan meronta-ronta berteriak-riak hingga membuat napi lain geram.
"Awas kamu Adeline,,,,, aku akan balas kamu sialan kurang ajar kamu Adeline". Kimmy teriak dan berusaha melepaskan cengkraman polisi wanita yang mencengkram tangannya.
"Diam!! kalau kamu tidak bisa diam juga saya tembak kamu" teriak polisi wanita itu.
Dalam hatinya Kimmy bertekad malam ini dia harus berhasil kabur dari penjara ini dan menuntut balas terhadap Adeline, Meira dan Melodi.
__ADS_1